4.18.2012

Bebas itu..... (tak) peduli kata orang ???


Lagi…LAgi…LAGi…dan LAGI….
Saya muak….
Bukan pada diri saya…
Tapi pada mereka…
Mereka yang belum ingin…
melapangkan pemikiran mereka…
Mereka yang belum ingin…
melihat kedua mata sisi dunia…
---------------------------------------
Matahari mulai condong kearah barat… tapi siang masih menyisakan hawa panas berlebih hari ini. Hawa panas yang menyeruak diantara gempuran dingin buatan manusia, AC. Dingin yang sanggup menahan seluruh orang yang berada dalam bilik warnet, dingin yang mengingkari kalau diluar itu panas, dan dingin yang sanggup menahan diri untuk tetap tinggal dan tanpa sadar billing membengkak.
Tapi lain dengan manusia ini…wanita ini…perempuan ini…gadis ini, sudah hampir dua jam lamanya dia menatap lekat layar computer…dengan headphone dipasang di telinganya…sambil bermain game…sambil mendengarkan lagu…sambil mencari-cari gambar…sambil mengetik apa lagi yang akan dia post dalam blog-nya…
*bunyi ponsel bergetar*
Diliriknya…*+62…..* sms masuk dari nomer asing…
*Hoe jblai gi trm tmu po koe…*
Mata gadis itu seketika terbelalak…keringatnya deras bercucuran…hatinya remuk…dan dentuman musik mulai lamat…lamat terdengar…seketika itu dunia mengabur…dan bulir air mata tertetes di pipinya…
Dia lemas…dan mematung…seperti tak bernyawa… Pikirannya butuh beberapa detik untuk tersadar bahwa dia sendiri dan tak ada yang membangunkan…hanya jiwa sendiri harus dipaksa menata tubuh bersama-sama terkoneksi kembali…Lekas dia menutup semua akses..dan bergegas pulang…sebelum dia pingsan di tempat karena tak kuat…
Sepanjang jalan banyak yang berkecambuk dalam pikirnya…. ‘Apa madsut dari semua itu ?’ sempat tidak dia indahkan sms tersebut tapi dia ragu dan kemudian kembali mencoba membalasnya siapa tahu memang bermadsut ? tapi untuk apa ? mencari musuh ? menghakimi orang ? lantas atas dasar apa ? apa karena tulisan dia??? ----sms belum dibalas----
Dia memang pengagum setia tulisan-tulisan Djenar Maesa Ayu… yang gamblang apa adanya…memaknai bahasa dengan jalan realita…tanpa kemunafikan dan topeng kehidupan… Maka tak heran tulisan-tulisan dia terinspirasi oleh Djenar… Djenar yang gamblang… Djenar yang mengapresiasikan bahasa tubuh menjadi kejujuran tersendiri…
Memang si gadis ini lain dari gadis diantara-nya…dia bukan gadis yang lugu…tulisan-tulisannya juga tak setinggi ustadjah berceramah….tak ada bunga maupun boneka di kamarnya… Dan tak sekalipun dia men-jablaikan dirinya pada laki-laki bahkan kala dia punya kekasih hati… Kekasihnya –pun menghargai dia seutuhnya sebagai perempuan… perempuan yang bebas… meluas dan tak henti… bersama pemikiran modern-nya… dan yang tak kalah pentingnya ingin bebas berkarya karena Indonesia adalah Negara Bebas Merdeka serta Demokrasi…. Dan tak mempersoalkan Gender.
Kemudian…Dia menanyakan kembali dimana arti ke keempat-nya pada tubuh rakyat Indonesia Raya hari ini ??? Si gadis melamun…dan berpikir ‘Ya. Sms ini jelas bermadsut ! Bermadsut membungkam si gadis…pemikiran si gadis dibungkam dan dirasukki jugmental yang membuat dia lemah…limpung dan kemudia mengekor…
Kepala dia mulai pening….
*hujan turun pada langit cerah*
Kaki dia mulai keju….
*hujan turun pertanda sendu *
Bulir mata air tertahan terisak…
*hujan turun memberi janji*
Menata hati dan meyakinkan…
*hujan turun menegarkan*
---------------------------------------
Teruslah…menulis…dan bebaskan pikiranmu
Seperti hujan sore ini…
Hujan tetap turun…tak tertahan
Walau panas mendera…
Walau cuaca cerah…
Walau banyak manusia berpikiran aneh…
Tetaplah…menjadi yang berbeda dan bebas….

Semarang,April 17, 2012, 11:26:04 PM
Ost. Waking Dream –Natalie Walker-
Gak dewasa itu lempar batu sembunyi tangan
Berani menilai orang…berani tanggung jawab







Tidak ada komentar:

Posting Komentar