Lagi…LAgi…LAGi…dan
LAGI….
Saya
muak….
Bukan
pada diri saya…
Tapi
pada mereka…
Mereka
yang belum ingin…
melapangkan
pemikiran mereka…
Mereka
yang belum ingin…
melihat
kedua mata sisi dunia…
---------------------------------------
Matahari
mulai condong kearah barat… tapi siang masih menyisakan hawa panas berlebih
hari ini. Hawa panas yang menyeruak diantara gempuran dingin buatan manusia,
AC. Dingin yang sanggup menahan seluruh orang yang berada dalam bilik warnet,
dingin yang mengingkari kalau diluar itu panas, dan dingin yang sanggup menahan
diri untuk tetap tinggal dan tanpa sadar billing membengkak.
Tapi
lain dengan manusia ini…wanita ini…perempuan ini…gadis ini, sudah hampir dua
jam lamanya dia menatap lekat layar computer…dengan headphone dipasang di telinganya…sambil
bermain game…sambil mendengarkan lagu…sambil mencari-cari gambar…sambil
mengetik apa lagi yang akan dia post dalam blog-nya…
*bunyi
ponsel bergetar*
Diliriknya…*+62…..*
sms masuk dari nomer asing…
*Hoe
jblai gi trm tmu po koe…*
Mata
gadis itu seketika terbelalak…keringatnya deras bercucuran…hatinya remuk…dan
dentuman musik mulai lamat…lamat terdengar…seketika itu dunia mengabur…dan
bulir air mata tertetes di pipinya…
Dia
lemas…dan mematung…seperti tak bernyawa… Pikirannya butuh beberapa detik untuk
tersadar bahwa dia sendiri dan tak ada yang membangunkan…hanya jiwa sendiri
harus dipaksa menata tubuh bersama-sama terkoneksi kembali…Lekas dia menutup
semua akses..dan bergegas pulang…sebelum dia pingsan di tempat karena tak kuat…
Sepanjang
jalan banyak yang berkecambuk dalam pikirnya…. ‘Apa madsut dari semua itu ?’
sempat tidak dia indahkan sms tersebut tapi dia ragu dan kemudian kembali
mencoba membalasnya siapa tahu memang bermadsut ? tapi untuk apa ? mencari
musuh ? menghakimi orang ? lantas atas dasar apa ? apa karena tulisan dia???
----sms belum dibalas----
Dia
memang pengagum setia tulisan-tulisan Djenar Maesa Ayu… yang gamblang apa
adanya…memaknai bahasa dengan jalan realita…tanpa kemunafikan dan topeng
kehidupan… Maka tak heran tulisan-tulisan dia terinspirasi oleh Djenar… Djenar
yang gamblang… Djenar yang mengapresiasikan bahasa tubuh menjadi kejujuran
tersendiri…
Memang
si gadis ini lain dari gadis diantara-nya…dia bukan gadis yang
lugu…tulisan-tulisannya juga tak setinggi ustadjah berceramah….tak ada bunga
maupun boneka di kamarnya… Dan tak sekalipun dia men-jablaikan dirinya pada laki-laki
bahkan kala dia punya kekasih hati… Kekasihnya –pun menghargai dia seutuhnya
sebagai perempuan… perempuan yang bebas… meluas dan tak henti… bersama pemikiran
modern-nya… dan yang tak kalah pentingnya ingin bebas berkarya karena Indonesia
adalah Negara Bebas Merdeka serta Demokrasi…. Dan tak mempersoalkan Gender.
Kemudian…Dia
menanyakan kembali dimana arti ke keempat-nya pada tubuh rakyat Indonesia Raya
hari ini ??? Si gadis melamun…dan berpikir ‘Ya. Sms ini jelas bermadsut !
Bermadsut membungkam si gadis…pemikiran si gadis dibungkam dan dirasukki jugmental
yang membuat dia lemah…limpung dan kemudia mengekor…
Kepala
dia mulai pening….
*hujan turun pada langit cerah*
Kaki
dia mulai keju….
*hujan
turun pertanda sendu *
Bulir
mata air tertahan terisak…
*hujan
turun memberi janji*
Menata
hati dan meyakinkan…
*hujan
turun menegarkan*
---------------------------------------
Teruslah…menulis…dan
bebaskan pikiranmu
Seperti
hujan sore ini…
Hujan
tetap turun…tak tertahan
Walau
panas mendera…
Walau
cuaca cerah…
Walau
banyak manusia berpikiran aneh…
Tetaplah…menjadi
yang berbeda dan bebas….
Semarang,April 17, 2012, 11:26:04 PM
Ost. Waking Dream –Natalie Walker-
Gak dewasa itu lempar batu sembunyi tangan
Berani menilai orang…berani tanggung jawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar