Hai
Black Coffee…!!!!
Gimana
kabar kamu ??? ;(
Smooth Cappuccino
----------------Goodbye
----------------
Where
am I supposed to begin my story…?
Maybe….With
Once
upon a time….
What’s
next???
------------------------------------------------
Smooth
Cappuccino duduk sendiri mencari damai menikmati kopi kesukaannya. Menatap
lekat langit sore…warna jingga cantik bersemu biru… Angin semilir berhembus menyejukkan diri….membawa
hati jatuh bermalas…
Selepas
siang Smooth Cappuccino hampir setiap hari menyempatkan diri mampir ke kedai
kopi, memesan hot smooth cappuccino plus granule…. dan sesekali menulis utuk
diri…hati…dan lingkungannya...
Seperti
kali ini, Ia bercinta mengobati hati bersama kopi…sore…dan mesin ketik
millennium…sesekali Ia juga menambahkan musik sore penghantar senja…
Baru
sepenggal kalimat…Ia menghentikan jari-jarinya…lalu melamun menatap langit… mengangkat cangkir…
mencicip kopi ….terkadang ketika angin sore menderu lembut menerpanya… Ia
menutup matanya… menghirup nafas dalam dan pelan-pelan menghembuskannya
meresapi alunan gitar dan bass serta suara lembut EndahNRhesa.
Obat
pendamai hati setelah semua berlalu… setelah tak ada berdua… setelah tak ada
brunch… setelah tak ada tosses bread…setelah tak ada keju-kacang- coklat…
setelah tak ada aroma black coffee… setelah tak ada Black coffee…
Dulu
Smooth Cappuccino mencintai matahari...udara… dan suasana antara perpindahan
pagi ke siang…lebih daripada senja. Udara yang segar dan minim polusi…matahari tak terlalu menyengat
tapi hangat…dan aroma kopi yang sedang di brewed dari arah dapur
kedai…memanjakan hidung…menjaring pelanggan tuk datang…
Dan
disitulah setiap brunch tiba… Smooth Cappuccino dan Black coffee
menyapa…bertemu… dan berbagi… Hari demi hari berlalu…berbagi remah roti…berbagi
tawa…menyukai satu sama lain…tapi bukan untuk menyatakan bahkan mengikat satu
sama lain…
Bagi
Smooth Cappuccino menyatakan atau mengikat satu sama lain itu aneh. Aneh karena
dunia akan menyempit ketika dua kata itu terucap. Smooth Cappuccino selalu
meyakinkan pada dunia-nya bahwa tak ada dua kata dalam masa-nya sekarang. Di
masa-nya, Black Coffee teman cangkir ritual minum kopi…tapi bukan pasangan
cangkir ritual minum kopi…
Dan
hari itupun datang, kedai teh sebelah menggoda Smooth Cappuccino, namanya
chamomile. Chamomile sangat mengerti perut wanita…dia herbal buat Smooth
Cappuccino ketika PMS mendera. Chamomile membuat Smooth Cappuccino kagum…
Secara
tiba-tiba tak ada ritual pagi lagi…tak ada menyapa… bertemu … bahkan berbagi.
Menjadikan canggung diantara mereka berdua. Canggung yang kemudian berujung
malas...benci…rindu… dan mencari jalan tengah masing-masing.
Ya.
Masing-masing memilih mencari jalan tengah. Jalan tengah untuk kebaikan
masing-masing … yang sama-sama tak ada kejelasan…yang sama-sama menjauh. Butuh
keberanian besar buat Smooth Cappuccino memilih… ‘mimilih apa ?’ firkirnya.
Smooth
cappuccino sempat berpikir ‘Jelaskan! Dan lanjutkan ritual minum kopi!’ tapi
entah mahluk apa yang mengoyak otak-nya, sehingga Smooth Cappuccino memilih
menghindar…kemudian bersikap biasa… dan pelan-pelan pergi lalu lupa dan
menemukan dunia baru…
Sampai
mana sekarang Smooth Cappuccino melangkah? mungkin masih dalam jenjangan
bersikap biasa…atau mungkin tidak kemana-mana. Smooth Cappucino masih datang di
kedai biasanya mereka menyapa...bertemu..berbagi. Smooth Cappuccino juga duduk
di tempat biasanya mereka menyapa… bertemu… berbagi. Smooth Cappuccino juga masih suka memesan
roti bakar keju-kacang-coklat…bahkan kopinyapun tak berubah sama sekali…
Hanya
saja, Smooth Cappuccino sekarang mencintai senja…damai…wind
breeze..EndahNRhesa tanpa Black Coffee
menyapa…bertemu…dan berbagi. Tak ada tawa…hanya menikmati sepi…lalu kemudian…
-------------Smooth
Cappuccino---------
Hello….!!!
Hai….!!!
Who’s
there???
Black Coffee….!!! :)
----------------HELLO-------------
Semarang, 14 April 2012, 7:46:57 PM
Ost. Pergi EndahNRhesa feat Andezz
Goodbye…Hello….!!!!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar