Hujan.
Membawa dingin. Rasanya seperti ada bongkahan es berada di sisi saya. Di sisi
tangan saya… di sisi telapak kaki saya …di sisi punggung saya… Dingin… Dingin… Dingin…
Aku tak suka. Tubuhku tak bisa hangat
dan berkeringat…Kulitku jadi kisut dingin seperti jeruk yang telah lama
disimpan di lemari es. Tak segar. Lembab. Aku tak suka….
Hujan.
Membawa rindu. Rasanya ada perasaan yang benar-benar kosong…emptiness
…powerless…dalam relung hati. Seperti ada sesuatu mengganjal…yang bernapaskan
hampa. Meskipun, sudah empat hari pulang dan kini kembali…Tapi kepulangan tak
berasa ketika hampa menyergap…ketika hati tak diberi asupan cukup. Seperti ada
kabut tebal yang ada di pucuk pegunungan. Belum hilang kalau angin pagi belum
kencang meniupnya dan matahari belum bersinar cerah…
Hujan.
Membawa basah. Rasanya air menggenang dimana-mana…di jalanan..di halaman
kost…di pepohonan..di rerumputan bawah jemuran… di jendela kamar kost…di tembok
kost…Rasanya seperti dihimpit oleh air. Basah. Becek. Kalau kata orang jawa
bilang ngecemes…
Hujan.
Membawa kopi terus diseduh. Rasanya ingin selalu membunuh dingin. Membunuh
kekosongan…membunuh powerless. Kopi. Saya perlu menghangatkan tubuh ini dari
dingin…dari emptiness…dari powerless. Kopi hitam…latte…capucino…entah apalagi yang
sudah saya buka bungkusnya dan kuseduh dengan air panas sehingga sanggup
menghangatkan tubuh. Sanggup membunuh dingin…
Hujan.
Membawa kaos kaki saya kotor. Tak hanya dua tiga gelas kopi yang sanggup
menghangatkan raga saya. Saya butuh tubuh saya berkeringat. Maka, setiap kali
hujan dan dingin menyergap..saya selalu membungkus kedua kaki saya dengan
sepasang kaos kaki bersih. Kemana-mana saya pakai…kecuali keluar kamar
kost…karena saya cukup malu kalau harus memperlihatkan kebiasaan saya
ini…Kenapa harus malu ??? Saya tak
mencuri…saya hanya ingin membunuh dingin…
Hujan.
Membawa pikiran saya kemana-mana. Pikiran saya kemana-mana ??? Sedari tadi
pikiran saya tak kemana-mana…justru mana pikiran saya??? Karena sedari tadi
saya tak memikirkan apapun…sedari tadi saya hanya mematung…sedari tadi saya
hanya tak selera…sedari tadi saya hanya bermain-main kata…Saya hanya membunuh
dingin…
Semarang, 28 November 2011,8:27:18 PM
Kamar kost 52, ost. Reason

Tidak ada komentar:
Posting Komentar