4.25.2012

Rain, what if I say something worst to you..??


Hujan. Membawa dingin. Rasanya seperti ada bongkahan es berada di sisi saya. Di sisi tangan saya… di sisi telapak kaki saya …di sisi punggung saya… Dingin… Dingin… Dingin… Aku tak suka.  Tubuhku tak bisa hangat dan berkeringat…Kulitku jadi kisut dingin seperti jeruk yang telah lama disimpan di lemari es. Tak segar. Lembab. Aku tak suka….
Hujan. Membawa rindu. Rasanya ada perasaan yang benar-benar kosong…emptiness …powerless…dalam relung hati. Seperti ada sesuatu mengganjal…yang bernapaskan hampa. Meskipun, sudah empat hari pulang dan kini kembali…Tapi kepulangan tak berasa ketika hampa menyergap…ketika hati tak diberi asupan cukup. Seperti ada kabut tebal yang ada di pucuk pegunungan. Belum hilang kalau angin pagi belum kencang meniupnya dan matahari belum bersinar cerah…
Hujan. Membawa basah. Rasanya air menggenang dimana-mana…di jalanan..di halaman kost…di pepohonan..di rerumputan bawah jemuran… di jendela kamar kost…di tembok kost…Rasanya seperti dihimpit oleh air. Basah. Becek. Kalau kata orang jawa bilang ngecemes…
Hujan. Membawa kopi terus diseduh. Rasanya ingin selalu membunuh dingin. Membunuh kekosongan…membunuh powerless. Kopi. Saya perlu menghangatkan tubuh ini dari dingin…dari emptiness…dari powerless. Kopi hitam…latte…capucino…entah apalagi yang sudah saya buka bungkusnya dan kuseduh dengan air panas sehingga sanggup menghangatkan tubuh. Sanggup membunuh dingin…
Hujan. Membawa kaos kaki saya kotor. Tak hanya dua tiga gelas kopi yang sanggup menghangatkan raga saya. Saya butuh tubuh saya berkeringat. Maka, setiap kali hujan dan dingin menyergap..saya selalu membungkus kedua kaki saya dengan sepasang kaos kaki bersih. Kemana-mana saya pakai…kecuali keluar kamar kost…karena saya cukup malu kalau harus memperlihatkan kebiasaan saya ini…Kenapa harus malu ???  Saya tak mencuri…saya hanya ingin membunuh dingin…
Hujan. Membawa pikiran saya kemana-mana. Pikiran saya kemana-mana ??? Sedari tadi pikiran saya tak kemana-mana…justru mana pikiran saya??? Karena sedari tadi saya tak memikirkan apapun…sedari tadi saya hanya mematung…sedari tadi saya hanya tak selera…sedari tadi saya hanya bermain-main kata…Saya hanya membunuh dingin…
Semarang, 28 November 2011,8:27:18 PM
Kamar kost 52, ost. Reason

Tidak ada komentar:

Posting Komentar