Berpuisi…
Bersastra…
Bermain
kata…
Itu
kesukaan saya…
Tetapi
semu pada realita…
Menjadikan
puisiku meredam rasa…
Alhasil,
tumpah seperti muntahan sisa…
Sekarang….
Saya
sendiri bingung mengapa saya mempunyai addicting tersendiri ketika saya
merangkai kata… melukis kata… mengukir kata… menjadikannya cantik…
mempesona… teka-teki... dan punya arti… serta madsut didalamnya…
Mungkin
ini karena Ibu-Bapak saya...dan sekeliling saya ketika kecil…Dulu ibu saya
menyanyikan lagu lullaby....kalau ibu sedang dinas ke luar kota apa capek
selesai bekerja Bapak-lah yang gantian cerita lullaby…Onang2 …kalau kedua-nya
ke luar kota Mbah Tik…yang cerita tentang kleting kuning atau Buto
hijau…Sedangkan Nenek-Kakek lebih suka cerita tentang pergolakan di tahun awal
kemerdekaan…
Itu
yang membuat saya berbayang… melayang… dibawa ke Time Traveling…Dari
TK-Sekarang pelajaran yang saya suka adalah mengarang…dan ketika SMP mulailah
saya menaruh hati pada satu buku ‘AKU’ karya Sumandjaya disitulah saya tertarik
berpuisi… Chairil Anwar sungguh piawai melukis kata…menjadi cantik dan
bermakna…
Saya
terkagum…dan mengikutinya…sampai satu kali saya mengagumi mahluk ciptaan Tuhan
yang punya derajat sama dengan saya tapi berbeda fisik…Maka saya berpuisi
untuknya…
Tak
habis fikir saya !!! puluhan kertas dan terkadang saya tulis di kertas cantik
nan wangi…hanya untuknya…dan tak habis fikir pula tidak hanya dia tapi juga
segala macam saya puisikan… Saya sampai heran bertanya-tanya kenapa saya
berpuisi ??? Usut punya usut ternyata Bapak saya juga suka berpuisi…untuk dirinya…Nenek-Kakek…Saudara…Bahkan
Ibu Saya…dan Negara…. Tapi tak pernah tergaung…membahana…
Seperti
Bapak…kami berbayang pada realita…berpuisi hanya untuk kepuasan batin kami…berpuisi
hanya untuk menrepresentasikan pembenaran dalam diri… memuja keidahan…
mencurahkan hati… meredam emosi… menuangkan pikiran
3
tahun saya tak berpuisi…saya rindu…maka saya bunuh dengan merangkai
kata…menciptakan alur dan setting kehidupan… dan saya post ke blog…hanya untuk
mengurangi memori dalam computer saya… :P
Kini
saya mulai berpuisi kembali…melukis kata nan cantik…berpuisi untuk Kopi
berpuisi untuk teh… yang saya cari hanya damai dan pembenaran diri… dengan
begitu saya lega… walau masih dalam persimpangan…Tak ada yang mendekat juga tak
ada yang menjauh…semua Nampak semu maka saya berpuisi dengan dalih saya tetap
bahagia… saya tetap punya teka-teki...yang cepat atau lambat menemui arti dan
madsut…dan pembenaran hakiki…
Semarang, March 30, 2012, 10:31:12 PM
Ost. Over You –Tantri feat alm. Mas Havez
Ps : Jane piye to ???? Aku bingung ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar