Di
keramaian
Aku
mengerti…
Di
keramaian
Aku
Belajar…
Bahwa
di bumi
bukan
berisi jiwa seorang…
Smooth Cappuccino
--------------------------------------------
Selangkah
lebih jauh kini smooth cappuccino berjalan bahkan lari dari black coffee. Dia
bahkan tak tahu lagi apa isi kepala teman bukan kekasihnya itu. Sudah banyak
yang membedakan dia dan ia. Mungkin, terlalu riang smooth cappuccino
melambungkan mimpi-nya yang melambung tanpa batas atau black coffee saja yang
masih stuck in 80-90th zone.
Dan
pada akhirnya, kedua anak kopi itu memilih jalan mereka masing-masing (lagi). Smooth
cappuccino terlihat frontal kali ini. Menata mimpinya dari bawah… keluar rumah
dan berlari ke tempat baru… rumah baru.
Rumah
ini tidak luas adanya... rumput ilalang dibiarkan tumbuh di depan pagar sengaja
memang tak di rawat. Tidak ada televisi maupun perangkat komputer seperti di
rumah besarnya. Tiada amben ataupun spring bed empuk seperti milik ibu.
Tetapi
rumah ini memberi arti pada dia. Rumah yang hangat… dipenuhi orang-orang hebat
pemberi arti. Mungkin mereka akan bilang smooth cappuccino lebay akannya. Tapi
saya rasa itu kenyataan. Kenyataan bahwa secara tidak langsung mereka memberi
arti.
Arti
dimana hidup tidak hanya perkara makan saja, tapi juga ada menghargai,
mendengar, dan berpendapat. Di rumah ini smooth cappuccino mendapat apa yang
selama ini dia harapkan. Tiada rasisme dan semuanya universal. Bertukar pikiran
tentang ini itu tanpa jugmental. Berbagi mimpi yang ingin di capai dan sudah
dicapai… Banyak tawa di situ… tapi juga banyak renungan yang kemudian ditarik
menjadi satu refleksi diri.
Lantas
apa yang terjadi dengan anak kopi satunya ? Seiring waktu dunia kedua anak kopi
itu semakin entah kemana ujungnya. Setahu saya Black coffee terakhir kalinya telah
membiarkan smooth cappuccino untuk tertawa lepas bersama mimpi-mimpinya dan
bertemu orang-orang baru serta mencari perspektif baru tanpa jugmental bersama
orang-orang baru.
Black
coffee sepertinya lebih memilih menyimpan sepi dan tenang sendiri
menjelajahi gunung dan pedesaan bersama
anak-anak…. Mencari damai tanpa keramaian. Mencintai bumi dengan keindahan
langit birunya. Mendengar cicit burung tanpa deru klakson terngiang di telinga.
Melupakan
smooth cappuccino? Saya berharap itu tidak terjadi. Karena setiap keramaian
yang dipijak smooth cappuccino sepenggal malam dia habis kan dengan berpuisi
dan itu untuk black coffee. Wajah kalemnya yang sanggup membuat air teduh pada hati smooth cappuccino.
Aromanya yang sanggup menarik dia dalam keingin tahuan akan dunia black coffee.
Walaupun bersikap biasa esoknya, walaupun ada
rasa tak mau bertemu, walaupun ada rasa benci, walaupun ada rasa canggung dan
memalingkan wajah satu sama lain, namun malam masih menyisakan satu nyawa yang
kuat.
Dan jika diizinkan, smooth cappuccino ingin
mengatakan sesuatu pada ia. ‘Tetaplah dipikiranku karena kamu jiwaku dalam
karyaku. Seperti sang pelukis, perlu imaginasi kuat untuk direpresentasikan
dalam sebuah lukisan.’
-----------------------------------------
Benar…
Mencari
sepi
Adalah
damaimu…
Mencari
rindang
Adalah
teduhmu….
Tapi
…. tak perlu
mencari
hujan….
Jika
hanya dingin
yang
dicari….
Smooth Cappuccinoo
Semarang, May 31, 2012, 9:01:40 PM
Ost. Payphone covered by Alex g ft James bass
PS: omesh. listen to the song, please!
Will we ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar