6.01.2012

am I paralyzed with u ???


Di keramaian
Aku mengerti…
Di keramaian
Aku Belajar…
Bahwa di bumi
bukan berisi jiwa seorang…
Smooth Cappuccino
--------------------------------------------
Selangkah lebih jauh kini smooth cappuccino berjalan bahkan lari dari black coffee. Dia bahkan tak tahu lagi apa isi kepala teman bukan kekasihnya itu. Sudah banyak yang membedakan dia dan ia. Mungkin, terlalu riang smooth cappuccino melambungkan mimpi-nya yang melambung tanpa batas atau black coffee saja yang masih stuck in 80-90th zone.
Dan pada akhirnya, kedua anak kopi itu memilih jalan mereka masing-masing (lagi). Smooth cappuccino terlihat frontal kali ini. Menata mimpinya dari bawah… keluar rumah dan berlari ke tempat baru… rumah baru.
Rumah ini tidak luas adanya... rumput ilalang dibiarkan tumbuh di depan pagar sengaja memang tak di rawat. Tidak ada televisi maupun perangkat komputer seperti di rumah besarnya. Tiada amben ataupun spring bed empuk seperti milik ibu.
Tetapi rumah ini memberi arti pada dia. Rumah yang hangat… dipenuhi orang-orang hebat pemberi arti. Mungkin mereka akan bilang smooth cappuccino lebay akannya. Tapi saya rasa itu kenyataan. Kenyataan bahwa secara tidak langsung mereka memberi arti.
Arti dimana hidup tidak hanya perkara makan saja, tapi juga ada menghargai, mendengar, dan berpendapat. Di rumah ini smooth cappuccino mendapat apa yang selama ini dia harapkan. Tiada rasisme dan semuanya universal. Bertukar pikiran tentang ini itu tanpa jugmental. Berbagi mimpi yang ingin di capai dan sudah dicapai… Banyak tawa di situ… tapi juga banyak renungan yang kemudian ditarik menjadi satu refleksi diri.
Lantas apa yang terjadi dengan anak kopi satunya ? Seiring waktu dunia kedua anak kopi itu semakin entah kemana ujungnya. Setahu saya Black coffee terakhir kalinya telah membiarkan smooth cappuccino untuk tertawa lepas bersama mimpi-mimpinya dan bertemu orang-orang baru serta mencari perspektif baru tanpa jugmental bersama orang-orang baru.
Black coffee sepertinya lebih memilih menyimpan sepi dan tenang sendiri menjelajahi  gunung dan pedesaan bersama anak-anak…. Mencari damai tanpa keramaian. Mencintai bumi dengan keindahan langit birunya. Mendengar cicit burung tanpa deru klakson terngiang di telinga.


Melupakan smooth cappuccino? Saya berharap itu tidak terjadi. Karena setiap keramaian yang dipijak smooth cappuccino sepenggal malam dia habis kan dengan berpuisi dan itu untuk black coffee. Wajah kalemnya yang sanggup  membuat air teduh pada hati smooth cappuccino. Aromanya yang sanggup menarik dia dalam keingin tahuan akan dunia black coffee.
 Walaupun bersikap biasa esoknya, walaupun ada rasa tak mau bertemu, walaupun ada rasa benci, walaupun ada rasa canggung dan memalingkan wajah satu sama lain, namun malam masih menyisakan satu nyawa yang kuat.
 Dan jika diizinkan, smooth cappuccino ingin mengatakan sesuatu pada ia. ‘Tetaplah dipikiranku karena kamu jiwaku dalam karyaku. Seperti sang pelukis, perlu imaginasi kuat untuk direpresentasikan dalam sebuah lukisan.’
-----------------------------------------
Benar…
Mencari sepi
Adalah damaimu…
Mencari rindang
Adalah teduhmu….
Tapi …. tak perlu
mencari hujan….
Jika hanya dingin
yang dicari….
Smooth Cappuccinoo
Semarang, May 31, 2012, 9:01:40 PM
Ost. Payphone covered by Alex g ft James bass
PS: omesh. listen to the song, please!
Will we ? 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar