Lari…
Ya.
Saya
berlari
karena
ternyata
ketakutan
saya
mengalahkan
semua
Smooth Cappuccino
------------------------------------
Saya
ingat betul ketika Smooth Cappuccino dan Black Coffee bertengkar hebat. Bukan
cangkir kopi maupun kaca yang mereka pecahkan… bukan pula teriakan atau
suara-suara keras beradu bahkan menghardik... juga tak ada adu fisik maupun
tangisan tak berarti.
Mereka
hanya diam kemudian saling menghindar lalu mulai bersikap biasa dan memendam
satu sama lain. Hari demi hari membentuk luka… mungkin sekarang luka itu sudah
menganga di dasar hati atau bahkan sembuh secara perlahan… saya pun tak tahu !
Ada
apa dengan mereka ? ini hanya soal perahu kertas mereka, kah ? mungkin, Ya.
atau Tidak. Smooth Cappuccino berpikir bahwa dunia ini besar…dan sangat besar.
Selama inipun dia merasa bahwa otaknya masih terisi sedikit… hanya ilmu eksak
dan tata bahasa… serta dunianya…
So Smooth Cappuccino kicks
her life, bertemu orang-orang baru yang memberinya impian.
Maka diperlihatkanlah dia pada PAPUA,
RAJA AMPAT, ATAMBUA...Free Port lalu diperlihatkan kembali pada Holand, Mexico,
Canada, Australia…kemudian ada British, U.S, France, Japan, dan Netherland…
Guess What!!!
Smooth Cappuccino baru menginjakki Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Madura,
Sumedang, Bandung, Jakarta. Semunya berarti banyak buat Smooth Cappuccino tapi
cerita dari teman yang dibawa dari banyak Negara itu membuat Smooth Cappuccino
semakin tergoda dan tak tahu arah….
Ya.
Arah. Smooth Cappuccino mulai ragu akan bagaimana dia setelah lulus nanti…
membebaskan hati lebih bebas seperti keluarga memberikan sepenuhnya, mempunyai
keluarga serta teman-teman baru, mencicipi kopi dari negara mana saja, Going Nowhere maupun No Where dan member cinta, hati, tawa,
bahagai, senyum pada anak-anak dimanapun
Atau
memilih satu kemudian tetap tinggal… punya rumah… meluangkan waktu untuk
Bapak-Ibu kembali seperti anak SMA yang berangkat dan pulang ke rumah kemudian menunggu
jodoh… menghadapi realita serta tak kemana-mana sampai anak-cucu terlahir.
Lalu
ada apa dengan black coffee ??? Ada perasaan yang membuat Smooth Cappuccino tak
bertanya pada black coffee…. Seperti perasaan ‘Tak usahlah ! saya sudah tahu
jawabannya kok,’ Ya. Seperti itulah Smooth Cappuccino mulai berasumsi.
Maka
ketika black coffee mengeja mata ‘Let’s cross over !’ mengulurkan tangan
imaginary-nya…. yang terjadi Smooth Cappuccino menggeleng menyembunyikan
tangannya dan menarik diri seketika mencari dunianya dan berpaling berlari
kearah yang berlawanan…
‘Lari…Teruss!!!’
Jelas muka black coffee menyiratkan itu… Smooth Cappuccino berpaling ke arahnya
dan memandang ‘Ya… Ini mau saya, Lalu
apa peduli kamu ?’ black coffee mulai memandang ‘Hei…!!! Saya tahu itu bukan mau kamu, tapi ketakutanmu mampu mengalahkan semua. Termasuk ini…’ Smooth Cappuccino diam
dan berlari menjauhi bayangan black coffee… ‘Kamu bilang akan menyelesaikan permainan Harvest Moon kamu !! LALU
KENAPA MUSTI LARI DAN MENGHENTIKAN PERMAINAN ??!!’
---------------------------------
Dan
kini
Ketika
pagi
masih
berselimut langit gelap
Saya
mempertanyakan
akan
ketakutan saya
Maka…
Saya
akan meminta
Kembali…
dengan
bahasa saya
Smooth Cappuccino
Semarang, May 8, 2012, 2:19:37 AM
Ost. Kiss me covered by the fray
P.S : Can we start like the day before ?
Ok, so start with Hey !!! :) I play the game.
You will join as my partner, will you?






Tidak ada komentar:
Posting Komentar