5.08.2012

If I Could Back to Ye'


Lari…
Ya.
Saya berlari
karena ternyata
ketakutan saya
mengalahkan semua
Smooth Cappuccino
------------------------------------
Saya ingat betul ketika Smooth Cappuccino dan Black Coffee bertengkar hebat. Bukan cangkir kopi maupun kaca yang mereka pecahkan… bukan pula teriakan atau suara-suara keras beradu bahkan menghardik... juga tak ada adu fisik maupun tangisan tak berarti.
Mereka hanya diam kemudian saling menghindar lalu mulai bersikap biasa dan memendam satu sama lain. Hari demi hari membentuk luka… mungkin sekarang luka itu sudah menganga di dasar hati atau bahkan sembuh secara perlahan… saya pun tak tahu !
Ada apa dengan mereka ? ini hanya soal perahu kertas mereka, kah ? mungkin, Ya. atau Tidak. Smooth Cappuccino berpikir bahwa dunia ini besar…dan sangat besar. Selama inipun dia merasa bahwa otaknya masih terisi sedikit… hanya ilmu eksak dan tata bahasa… serta dunianya…
So Smooth Cappuccino kicks her life, bertemu orang-orang baru yang memberinya impian. Maka diperlihatkanlah dia pada  PAPUA, RAJA AMPAT, ATAMBUA...Free Port lalu diperlihatkan kembali pada Holand, Mexico, Canada, Australia…kemudian ada British, U.S, France, Japan, dan Netherland…
Guess What!!! Smooth Cappuccino baru menginjakki Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Madura, Sumedang, Bandung, Jakarta. Semunya berarti banyak buat Smooth Cappuccino tapi cerita dari teman yang dibawa dari banyak Negara itu membuat Smooth Cappuccino semakin tergoda dan tak tahu arah….
Ya. Arah. Smooth Cappuccino mulai ragu akan bagaimana dia setelah lulus nanti… membebaskan hati lebih bebas seperti keluarga memberikan sepenuhnya, mempunyai keluarga serta teman-teman baru, mencicipi kopi dari negara mana saja, Going Nowhere maupun No Where dan member cinta, hati, tawa, bahagai, senyum pada  anak-anak dimanapun
Atau memilih satu kemudian tetap tinggal… punya rumah… meluangkan waktu untuk Bapak-Ibu kembali seperti anak SMA yang berangkat dan pulang ke rumah kemudian menunggu jodoh… menghadapi realita serta tak kemana-mana sampai anak-cucu terlahir.
Lalu ada apa dengan black coffee ??? Ada perasaan yang membuat Smooth Cappuccino tak bertanya pada black coffee…. Seperti perasaan ‘Tak usahlah ! saya sudah tahu jawabannya kok,’ Ya. Seperti itulah Smooth Cappuccino mulai berasumsi.
Maka ketika black coffee mengeja mata ‘Let’s cross over !’ mengulurkan tangan imaginary-nya…. yang terjadi Smooth Cappuccino menggeleng menyembunyikan tangannya dan menarik diri seketika mencari dunianya dan berpaling berlari kearah yang berlawanan…






‘Lari…Teruss!!!’ Jelas muka black coffee menyiratkan itu… Smooth Cappuccino berpaling ke arahnya dan memandang ‘Ya… Ini mau saya, Lalu apa peduli kamu ?’ black coffee mulai memandang ‘Hei…!!! Saya tahu itu bukan mau kamu, tapi ketakutanmu mampu mengalahkan semua. Termasuk ini…’ Smooth Cappuccino diam dan berlari menjauhi bayangan black coffee… ‘Kamu bilang akan menyelesaikan permainan Harvest Moon kamu !! LALU KENAPA MUSTI LARI DAN MENGHENTIKAN PERMAINAN ??!!’
---------------------------------
Dan kini
Ketika pagi
masih berselimut langit gelap
Saya mempertanyakan
akan ketakutan saya
Maka…
Saya akan meminta
Kembali…
dengan bahasa saya

Smooth Cappuccino
Semarang, May 8, 2012, 2:19:37 AM
Ost. Kiss me covered by the fray
P.S : Can we start like the day before ?
Ok, so start with Hey !!! :) I play the game.
You will join as my partner, will you?
  







Tidak ada komentar:

Posting Komentar