Kesetiaan…
meraih cinta
melebur menjadi
jiwa yang tak berlogika
juga Anjing !!!
Smooth Cappuccino
----------------------------------------------
Ada
nanar air mata di kedua pelupuk mata smooth cappuccino. Sudah sedari tadi dia
tertegun pada mesin ketik millennium-nya. Hati-nya tertambat pada satu kisah
cerita Mahabharata.
Ya.
Smooth cappuccino senang sekali membaca para tokoh pewayangan, baik itu Mahabharata
versi hindi ataupun yang sudah berkamuflase menjadi budaya jawa kuno. Dia
senang karena ceritanya hampir menyerupai kisah manusia di bumi. Bagai refleksi
hidup, ketika semuanya ribut termakan tahta dan hasrat. Memberi butir makna
kehidupan dalam setiap babnya.
Dan
kali ini sampailah dia pada kisah Sawitri dan Satyawan, dua sejoli yang punya
kisah menarik di dalamnya. Kisah Sawitri dan Satyawan berbeda dengan Rama dan
Shinta yang maha terkenal diluaran sana. Kisah Sawitri dan Satyawan Indah tapi
juga Anjing. Begitu kata smooth cappuccino.
---------------------------------------------------------------------------------------
Sawitri
yang terlahir dengan kesempurnaan hidupnya, dalam kata lain punya paras cantik,
tidak tutur katanya lembut, status dan garis keturunannyapun tidak diragukan
kembali. Tapi hanya satu yang menyelimuti jiwanya, sawitri tidak mau menikah
jika hatinya belum tertambat pada seorang pria yang ia pilih.
Maka
bertemulah ia pada seorang tampan bernama satyawan. Satyawan yang tidak beda
dengan sawitri, yang juga sama-sama dari keturunan garis Raja. Tak ada tatu
maupun cacat di tubuhnya.
Tapi
ketika sawitri memperkenalkan dan hendak menjadikannya suami, semua para tetuah
menentang dengan pernikahan mereka. Karena Satyawan telah membuat perjanjian dengan
sang batara. Bakti Satyawan pada ayahnya yang mengalami kebutaan dan tak dapat
disembuhkan dipertaruhkan dengan nafasnya. Dan sang batara hanya memberinya
sisa hidup dalam satu tahun.
Disuruhnya
untuk meninggalkan sang satyawan, karena kesetiaan dan cinta sawitri pernikahanpun
terlaksana. Sampai akhirnya Satyawan harus pergi meninggalkan Sawitri. Sawitri
tak rela ditinggal sang satyawan. Cinta kasih sawitri hanya untuk sang
satyawan.
Sawitri
memohon pada Yama–dewa kematian- untuk
dikembalikan kembali suaminya. Hati Yama masih keras. Maka, Sawitri mengikuti Yama kemanapun Yama
pergi. Lama sawitri mengikuti Yama, sampai tubuhnya tak terurus kembali.Yama
yang menyaksikkan wujud cinta dan kesetiaan Sawitri pada sang suami kemudian
luluh. Dan mengembalikan sang satyawan hidup kembali
------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita
sawitri memang indah… dimana cinta dan kesetiaan teruji. Tapi Anjing buat sang
satyawan. Seakan tak ada daya usaha dari sang satyawan. Jika jiwa sudah mangkat
-mati-, apa guna usaha ? Betul. Jiwa sang satyawan telah mangkat, tapi
seharusnya alam masih memberi ruang pada
sang satyawan. Karena alam punya wujud pada tingkatanya. Apalagi ketika jiwa
telah mangkat, alam memberi ruang lebih dekat kepada sang Esa.
Atau
ini hanya kamuflase semata ? apa ini hanya tack tick keduanya ? Apa ini hanya
keegoisan sawitri semata ? atau cinta dan kesetiaan itu benar-benar teguh pada
diri sawitri ?
Seakan
semuanya semu… semu yang tertutup awan kelabu… menjadikan bukan hitam atau
putih… menjadikan tak salah namun juga tak benar menjadikan musuh tapi juga
kawan… menjadikan tanya pada diri… bahwa sebetulnya cinta dan kesetiaan itu ada atau
hanya Anjing ?
-------------------------------------
Cinta….
Kesetiaan….
Tak
harus mengalah pada logika…
Dan
tak musti jadi Anjing….
Smooth Cappuccino
Semarang, 23 May 2012, 12:34:14 AM
Ost. It will rain
PS: Omesh, koen nggrasa aku sing endi ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar