5.23.2012

l'amore e la fedeltà


Kesetiaan…
meraih cinta
melebur menjadi
jiwa yang tak berlogika
juga Anjing !!!
Smooth Cappuccino
----------------------------------------------
Ada nanar air mata di kedua pelupuk mata smooth cappuccino. Sudah sedari tadi dia tertegun pada mesin ketik millennium-nya. Hati-nya tertambat pada satu kisah cerita Mahabharata.
Ya. Smooth cappuccino senang sekali membaca para tokoh pewayangan, baik itu Mahabharata versi hindi ataupun yang sudah berkamuflase menjadi budaya jawa kuno. Dia senang karena ceritanya hampir menyerupai kisah manusia di bumi. Bagai refleksi hidup, ketika semuanya ribut termakan tahta dan hasrat. Memberi butir makna kehidupan dalam setiap babnya.
Dan kali ini sampailah dia pada kisah Sawitri dan Satyawan, dua sejoli yang punya kisah menarik di dalamnya. Kisah Sawitri dan Satyawan berbeda dengan Rama dan Shinta yang maha terkenal diluaran sana. Kisah Sawitri dan Satyawan Indah tapi juga Anjing. Begitu kata smooth cappuccino.
---------------------------------------------------------------------------------------
Sawitri yang terlahir dengan kesempurnaan hidupnya, dalam kata lain punya paras cantik, tidak tutur katanya lembut, status dan garis keturunannyapun tidak diragukan kembali. Tapi hanya satu yang menyelimuti jiwanya, sawitri tidak mau menikah jika hatinya belum tertambat pada seorang pria yang ia pilih.
Maka bertemulah ia pada seorang tampan bernama satyawan. Satyawan yang tidak beda dengan sawitri, yang juga sama-sama dari keturunan garis Raja. Tak ada tatu maupun cacat di tubuhnya.
Tapi ketika sawitri memperkenalkan dan hendak menjadikannya suami, semua para tetuah menentang dengan pernikahan mereka. Karena Satyawan telah membuat perjanjian dengan sang batara. Bakti Satyawan pada ayahnya yang mengalami kebutaan dan tak dapat disembuhkan dipertaruhkan dengan nafasnya. Dan sang batara hanya memberinya sisa hidup dalam satu tahun.
Disuruhnya untuk meninggalkan sang satyawan, karena kesetiaan dan cinta sawitri pernikahanpun terlaksana. Sampai akhirnya Satyawan harus pergi meninggalkan Sawitri. Sawitri tak rela ditinggal sang satyawan. Cinta kasih sawitri hanya untuk sang satyawan.
Sawitri memohon pada Yama–dewa kematian-  untuk dikembalikan kembali suaminya. Hati Yama masih keras.  Maka, Sawitri mengikuti Yama kemanapun Yama pergi. Lama sawitri mengikuti Yama, sampai tubuhnya tak terurus kembali.Yama yang menyaksikkan wujud cinta dan kesetiaan Sawitri pada sang suami kemudian luluh. Dan mengembalikan sang satyawan hidup kembali
------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita sawitri memang indah… dimana cinta dan kesetiaan teruji. Tapi Anjing buat sang satyawan. Seakan tak ada daya usaha dari sang satyawan. Jika jiwa sudah mangkat -mati-, apa guna usaha ? Betul. Jiwa sang satyawan telah mangkat, tapi seharusnya  alam masih memberi ruang pada sang satyawan. Karena alam punya wujud pada tingkatanya. Apalagi ketika jiwa telah mangkat, alam memberi ruang lebih dekat kepada sang Esa.     
Atau ini hanya kamuflase semata ? apa ini hanya tack tick keduanya ? Apa ini hanya keegoisan sawitri semata ? atau cinta dan kesetiaan itu benar-benar teguh pada diri sawitri ?
Seakan semuanya semu… semu yang tertutup awan kelabu… menjadikan bukan hitam atau putih… menjadikan tak salah namun juga tak benar menjadikan musuh tapi juga kawan… menjadikan tanya pada diri… bahwa sebetulnya cinta dan kesetiaan itu ada atau hanya Anjing  ?
-------------------------------------
Cinta….
Kesetiaan….
Tak harus mengalah pada logika…
Dan tak musti jadi Anjing….
Smooth Cappuccino
Semarang, 23 May 2012, 12:34:14 AM
Ost. It will rain
PS: Omesh, koen nggrasa aku sing endi ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar