Jika manusia di bumi
ini punya jalan sendiri-sendiri
Buat apa ada hantaran….
Smooth Cappuccino
-------------------------------------------------------------------
Smooth
Cappuccino ibarat bunga daffodil yang tumbuh mekar di pekarangan rumah. Begitu cantik.
Aura tubuhnya memancarkan riang tiada tara. Kelopak bunganya yang kuning
membawa pagi cerah. Dan saya paling senang jika tubuhnya tertiup angin…
bergoyang…mengembangkan senyumnya pada setiap roh manusia.
Ya.
Begitulah gambaran pertemuan saya dengan
Smooth Cappuccino. Gadis ini memikat saya. Bukan karena paras dan fisiknya
melainkan sikap dan hati-nya. Sikap yang apa adanya. Apa adanya tanpa
menyakiti. Dia menjadi diri sendiri tanpa menghakimi siapapun. Itulah
pembenaran yang saya lihat darinya.
Tapi
akhir-akhir ini Smooth Cappuccino sering menyimpan sepinya sendiri. Layaknya
kopi cappuccino secantik apapun lukisan yang terbentuk diatas busa, dia tetap
Cappuccino. Cappuccino yang lambat laun lukisannya tak karuan, busanya juga
mulai hilang terminum, dan rasa pahit yang tak bisa disembunyikan ketika menyeruput
sang Cappuccino.
Apa
yang sedang dia pikirkan ? Jujur saya ingin tahu… Apa ini tentang masa depannya
?? Mungkin Ya. Karena saya tahu seberapa takutnya dia dengan hal ini. Smooth
Cappuccino selalu meragu… meraba-raba… dan mencari pembenaran akan ini.
Saya
katakana padanya ‘Tak patut bila kau resah ! karena manusia punya jalan masing…masing,’
Dia mengernyit kecut ‘Bagaimana saya tak resah ? kamu tahu seperti apa dunia
ini, hari ini !’
Tak
bisa dipungkiri jika dunia dan Negara kami sudah semakin gila. Dimana-mana
orang limpung. Krisis idealis…identitas…ekonomi…semuanya semu. Tak ada yang
berdiri tegak. Menjadikan pakem yang tak berguna. Menjadikan pembenaran
hanyalah harapan yang suatu hari nanti terwujud, entah kapan dan entah siapa….
Satu
realita lagi di depan mata Smooth Cappuccino kini berjalan semu, bayangan itu
seperti melambat di belakangnya…atau bahkan persis berbayang depan matanya.
Ada
seseorang bertubuh besar dan tinggi… yang kini di tatih kembali. Semua
dipersiapkan kembali… mulai dari awal. Ia dipersiapkan sepatu baru…seragam baru…buku
baru.. mungkin sampai gerbang selanjutnya yang baru…
Smooth
Cappuccino sama… sekarangpun dia masih di tatih…semua orang disekitarnya
mentatihnya… memberi pengajaran bukan hanya soal uang saja tapi juga pengajaran
tentang hidup dan ilmu… memberikan kelapangan dia berpikir dan tantangan. Tantangan
mencari cara… jalan…dan celah bersama teman maupun sendiri.
Dan ketika malam merangsur, sepi membawanya
terjaga memikirkan perasaannya yang mengawang karena harus mengerti keadaan.
Keadaan yang membuat sepi ketika malam menyergap… dan perlahan menyembuhkan
amarahnya… dan perlahan memahami sampai kemudian pagi datang menyapa… sampai Smooth
Cappuccino tidak hanya tertawa namun lepas adanya.
Ikhlas?
Ah…Jangan tempatkan kata itu terlebih dahulu !! betul kata itu indah dan
membahagiakan… tapi berat perwudjutannya. Mungkin harus merelakan dulu kemudian
berpikir kembali…berpikir mencari jalan…dan meyakinkan diri…
Bahwa
memang betul ada sebagian orang yang ditatih terlebih dahulu dengan hantaran
gula-gula manis terhidang. Ada juga yang ditatih tapi tanpa hantaran gula-gula
manis. Dan banyak pula yang berjuang sendiri…tanpa ditatih… dan tanpa hantaran gula-
gula masa depan.
------------------------------
Karena
setiap jengkal langkah
semuanya
punya tantangan berbeda-beda…
semuanya
punya kemampuan berbeda-beda…
Karena....
semuanya membahagiakan…
Smooth Cappuccino
Semarang, 14 May 2012, 8:38:09 PM
Ost. The Augusteum –Dario Mariannelli-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar