5.14.2012

sonreír = :) !!!!

Jika manusia di bumi ini punya jalan sendiri-sendiri
Buat apa ada hantaran….
Smooth Cappuccino
-------------------------------------------------------------------
Smooth Cappuccino ibarat bunga daffodil yang tumbuh mekar di pekarangan rumah. Begitu cantik. Aura tubuhnya memancarkan riang tiada tara. Kelopak bunganya yang kuning membawa pagi cerah. Dan saya paling senang jika tubuhnya tertiup angin… bergoyang…mengembangkan senyumnya pada setiap roh manusia.
Ya. Begitulah gambaran  pertemuan saya dengan Smooth Cappuccino. Gadis ini memikat saya. Bukan karena paras dan fisiknya melainkan sikap dan hati-nya. Sikap yang apa adanya. Apa adanya tanpa menyakiti. Dia menjadi diri sendiri tanpa menghakimi siapapun. Itulah pembenaran yang saya lihat darinya.
Tapi akhir-akhir ini Smooth Cappuccino sering menyimpan sepinya sendiri. Layaknya kopi cappuccino secantik apapun lukisan yang terbentuk diatas busa, dia tetap Cappuccino. Cappuccino yang lambat laun lukisannya tak karuan, busanya juga mulai hilang terminum, dan rasa pahit yang tak bisa disembunyikan ketika menyeruput sang Cappuccino.
Apa yang sedang dia pikirkan ? Jujur saya ingin tahu… Apa ini tentang masa depannya ?? Mungkin Ya. Karena saya tahu seberapa takutnya dia dengan hal ini. Smooth Cappuccino selalu meragu… meraba-raba… dan mencari pembenaran akan ini.
Saya katakana padanya ‘Tak patut bila kau resah ! karena manusia punya jalan masing…masing,’ Dia mengernyit kecut ‘Bagaimana saya tak resah ? kamu tahu seperti apa dunia ini, hari ini !’
Tak bisa dipungkiri jika dunia dan Negara kami sudah semakin gila. Dimana-mana orang limpung. Krisis idealis…identitas…ekonomi…semuanya semu. Tak ada yang berdiri tegak. Menjadikan pakem yang tak berguna. Menjadikan pembenaran hanyalah harapan yang suatu hari nanti terwujud, entah kapan dan entah siapa….
Satu realita lagi di depan mata Smooth Cappuccino kini berjalan semu, bayangan itu seperti melambat di belakangnya…atau bahkan persis berbayang  depan matanya.
Ada seseorang bertubuh besar dan tinggi… yang kini di tatih kembali. Semua dipersiapkan kembali… mulai dari awal. Ia dipersiapkan sepatu baru…seragam baru…buku baru.. mungkin sampai gerbang selanjutnya yang baru…
Smooth Cappuccino sama… sekarangpun dia masih di tatih…semua orang disekitarnya mentatihnya… memberi pengajaran bukan hanya soal uang saja tapi juga pengajaran tentang hidup dan ilmu… memberikan kelapangan dia berpikir dan tantangan. Tantangan mencari cara… jalan…dan celah bersama teman maupun sendiri.
 Dan ketika malam merangsur, sepi membawanya terjaga memikirkan perasaannya yang mengawang karena harus mengerti keadaan. Keadaan yang membuat sepi ketika malam menyergap… dan perlahan menyembuhkan amarahnya… dan perlahan memahami sampai kemudian pagi datang menyapa… sampai Smooth Cappuccino tidak hanya tertawa namun lepas adanya.
Ikhlas? Ah…Jangan tempatkan kata itu terlebih dahulu !! betul kata itu indah dan membahagiakan… tapi berat perwudjutannya. Mungkin harus merelakan dulu kemudian berpikir kembali…berpikir mencari jalan…dan meyakinkan diri…
Bahwa memang betul ada sebagian orang yang ditatih terlebih dahulu dengan hantaran gula-gula manis terhidang. Ada juga yang ditatih tapi tanpa hantaran gula-gula manis. Dan banyak pula yang berjuang sendiri…tanpa ditatih… dan tanpa hantaran gula- gula masa depan.
------------------------------
Karena setiap jengkal langkah
semuanya punya tantangan berbeda-beda…
semuanya punya kemampuan berbeda-beda…
Karena....
 semuanya membahagiakan…
Smooth Cappuccino
Semarang, 14 May 2012, 8:38:09 PM
Ost. The Augusteum –Dario Mariannelli-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar