Hari ini saya berjalan melewati jalan yang sama seperti kemarin seperti 2 hari yang lalu bahkan seperti 3 tahun terakhir ini. Tak terasa sudah sekian langkah ku jenjangkan. Peluh bau keringat kering sesudahnya. Dan keidahan menyertai pagi, siang, senja bahkan malam. Banyak yang kemudian memberiku arti. Termasuk hari ini.
Pagi menyapa saya terlalu awal hari ini, membuka mata sayu sehabis begadang malam harinya. Tak lupa menyedu kopi hitam sebagai pemacu raga dahulu sebelum berangkat. Langkah kaki terhuyun lambat melewati rute biasanya. Mencoba mengikhlaskan pagi yang membangunkan saya.
Tersentaklah saya ketika sampai ke pertigaan jalan, kudapati matahari menyeringa lembut menyinari tanah kosong berilalang. Seketika itu angin pelan bertiup pelan menggoyangkan ilalang. Saya seperti menonton video klip musik atau film musim panas. Ilalang itu nampak cantik dengan warnanya yang ungu. Bergoyang mengikuti semilir angin dan terpaan matahari pagi membuatnya bak artis pagi hari.
Saya yang melihatnya, merasakan kebahagian dan senyum mengembang dari bibir saya. Saya takjub akan suasana yang tercipta. Tapi tidak adil rasanya jika saya setengah menengadah melihat goyangan sang ilalang. Maka saya tundukkan kepala pelan-pelan, kemudian melihat sekeliling.
Tanah kosong itu sebetulnya lahan belakang rumah Pak Sabar yang tak terawat kemudian ditumbuhi semak-semak dan sebagian lagi menjadi tempat pembakaran sampah keluarga Pak Sabar yang lahannya dikelilingi kawat besi. Sedangkan ilalang itu menjulang ke atas, entah dia berakar dimana sayapun tak tahu.
Dulu sebelum menjadi tanah kosong, saya paling anti kalau harus lewat situ. Karena dulunya berdiri rumah dengan kondisi yang menyeramkan plus tak ada lampu meneranginya. Seperti rumah untuk uji nyali *jika tak kuat lambaikan tangan* Lho??? Hahahaha :D Saya selalu deg-degkan kalau-kalau ada hantu bungkus –pocong- atau sekawannya.
Kulanjutkan langkahku setelah sepersekian menit menikmati suasana tadi pagi, dan tak habis pikir ! Saya terus memikirkan si ilalang tadi. Dan membayangkan jika itu saya ? Tak peduli saya lahir…tumbuh… dimana sang ilalang tetap cantik adanya menyongsong pagi dan matahari.
Dear, Ilalang terima kasih ya…. Sudah memberi arti pada saya…. Tak peduli lahir dan tumbuh di lingkungan seperti apa…. Teruslah menjadi cantik dengan dirimu apa adanya…. Menjadikan tas Hermes dan Zara tak beguna !
Terima Kasih!!!! :)
Semarang, 21 June 2012, 8:50:34 PM
Ost. Katy Perry –Wide Awake-
PS: Saya tak harus jadi cantik
tapi saya harus jadi apa adanya dan memberi senyum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar