Dari seseorang saya kembali berkaca, namanya Tom seorang dokter atau lebih tepatnya ahli therapist. Tom yang mempunyai keahlian di bidang penyembuhan kestabilan tubuh dan energi tubuh. Tubuhnya yang mampu mentransfer energi, memberikan healing kepada pasiennya. Sosok Tom yang berkarisma, pembawaan diri yang tenang, dan bicaranya yang kalem ini membuat jiwa saya menjadi lebih adem. Seakan saya berhadapan dengan sosok yang selama ini saya cari.
Kalau ditanya kenal Tom dimana ? jelas saya akan menjawab Film. Film yang mana? Arisan 2. Mungkin beberapa orang akan menempatkan sosok Andin, Meimei bahkan Sakti sebagai favorite. Tidak dengan saya ! I adored with Tom so much. Tom membawa saya balik dimasa saya keranjingan baca Supernova: AKAR.
Tom layaknya karakter Bodhi di Supernova:Akar. Tom dan Bodhi. Sama-sama berkarakter Budhisme. Sama-sama bertubuh oriental dan botak. Sama-sama bersetting dari Thailand. Dan sama-sama pemberi sembuh. yang memberi refleksi dalam diri, yang memberi tenang layaknya air pegunungan, yang memberi pengajaran hidup, yang memberi pemikiran positif mejadikan jiwa tersenyum, happy dan sehat.
I am happy now! Tapi amarah dalam diri masih tersimpan pelik di dasar hati. Yang membuat saya suffering dan marah tanpa sebab. Mungkin raga mengingkari itu, tapi jiwa tak bisa berbohong begitu saja. Saya tidak bertopeng, hanya saja dasar hati saya sembunyikan di ruang paling dalam tanpa berusaha menyembuhkannya. Bisa dibilang menemukan Tom dan Bodhi, mungkin satu langkah saya untuk mencoba menyembuhkan amarah dan memberi sehat pada jiwa.
Menemukan Tom dan Bodhi itu anugrah. Ya! Tom membawa saya kembali mengingat ketika saya melihat foto-foto milik teman dalam perayaan waisak tahun kemarin di Borobudur, yang begitu damai…tenang…dan indah menerbangkan lampion kertas dengan wishing di setiap sisinya.
Itu membawa saya berpikir kapan waisak tahun ini terlaksana? Rasanya sudah lewat atau belum ya? Mungkin saya bisa mengecek hari libur tahun ini. Jika sudah lewat itu artinya saya kepingin menyaksikkan tahun depan, dan jika belum saya kepingin menyaksikkannya komplit dari pagi sampai malam tahun ini.
Jika ditanya, adakah sosok Tom atau Bodhi di dunia saya? Ada dan itu disekitar saya. Lalu? Ya. layaknya Tom dan Bodhi, dia penyembuh saya. Dia membawa bening dalam amarah saya. Membawa saya tersenyum tenang memandangnya. Membawa pergi amarah saya. Menggantikan aura merah hitam saya menjadi biru ungu. Begitu netral dan tentram.
Tapi sayang hal itu tidak serta merta membawa abadi dalam diri. Seperti embun yang kemudian hilang tergerus matahari pagi. Embun yang terus hadir di pagi hari tapi kemudian lambat laun melebur oleh matahari pagi. Embun yang setiap pagi sejuk dan dinginnya terasa tapi tak terjamah.
Ya, sekiranya begitulah! Kami sama-sama takut dan mengingkari….
Kami sama-sama tak peduli tapi menyembuhkan satu dengan lainnya
Kami sama-sama tak terikat tapi kawatir bila sesuatu terjadi
Atau….
Saya yang sebenarnya takut dan mengingkari
Saya yang sebenarnya tak peduli dan butuh penyembuh
Saya yang sebenarnya tak mau terikat tapi kawatir
Tapi satu yang jelas bagi saya. Terima kasih saya ucapkan pada dia. Dia yang memberi saya senyum seberapa parahnya jiwa saya. Dia yang melempar lelucon dan kelakar…Dia yang memberikan saya sedikit demi sedikit mengikis amarah saya menjadi bening. Menggembirakan jiwa saya.
Finally, Thank you so much !!!! Tom, Bodhi dan Dia –Kalem- You’re good therapist for me! :)
So….Mirror…Mirror in the walls. Keep going to teach me more !!! :)
Semarang, 26 June 2012, 12:25:16 AM
Ost. I won’t give up –Jason Mraz-
PS from Tom: Berdoa, Ya. What are u feel it!
I think you’ll be ready to have a day lock
Having conversation
PS from me: Tom I am still not ready yet. Am I still mad with his? ;(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar