Si burung betina…
Bertengger di kabel
listrik
Si burung betina
Lelah dan tak berdaya
Sayapnya luka sebelah
Tertembak peluru
karet
Si burung betina….
Rapuh…. Dan membatin
O! ternyata rasanya
begini
-------------------------------------
Ibu,
entah kenapa saya tak seperti biasanya…kemarin. Entah kenapa otak saya entah
dibenturkan atau terbentur batu keras…Kemarin. Entah kenapa badan saya terasa
hangat dan lelah…kemarin. Seperti tak ada daya untuk meraih ini itu. Ini
perkara kemarin kah? Mungkin Ya atau hanya effect kelelahan yang cuman pulang
rumah 2 hari, itupun wira-wiri kemana-mana…Ya Rumah Sakit, Mbolang ke desa
Balong Wetan, Besi, Rembang, Jawa Tengah. Dan selebihnya menghabiskan waktu di
kemacetan.
Saya
menyadari bu, tak ada yang mudah di dunia ini. Kalau banyak pewarta mengatakan
ajang pencarian bakat atau the new idol hanya acara instan saja, menurutku
tidak. Mereka berprose dan menjadi lebih baik. Ada daya usaha disitu.
Tapi
Kemarin saya mengingkarinya bu, saya bingung apa yang seharusnya saya rancang.
Saya mendapatkan ide. Dan kemudian kata ‘Nanti’ terucap dan tersirat. Kemudian, hari yang dijanjikan datang.
Akhirnya saya bingung kelabakan ini itu dan menjadikannya tak baik.
Semua
itu berasal dari saya… Menyesalkah saya, bu? Jelas! Saya tak bisa pungkiri itu.
So many regret I felt…. And thought am I lost a chance? kemudian saya rapuh
untuk sekian detik…Saya berpikir kebelakang, Ini bukan saya sebelumnya!
Memang
saya sebelumnya bagaimana? Ya! yang banyak senyum….yang senang berteman dengan
siapapun… yang selalu tertawa…yang mendengar teman…yang selalu tidak takut
tantangan…yang selalu ingin berbeda…yang selalu ingin melebarkan
perspektif…yang selalu ingin dunia tertawa…yang selalu ingin memberi anak-anak
cita-cita…yang benci penkotak-kotakan…yang membeci pakem pemerintahan…yang
membenci rasisme…yang membeci perbincangan privasi di forum…yang menginginkan
pergi di Lokalisasi…yang punya mimpi pergi ke Papua…yang punya mimpi berada di
daerah konflik…yang ingin berada di plosok desa…mempunyai rumah kecil dan sawah
serta gubug belajar semacam sekolah alam…. Yang ingin jadi ‘Good Person’ dalam
artian baik dengan orang, tidak menganut asas kong-kali-kong dan bermakna bagi orang. Dan yang ingin
menjalankan 6 Sa : Sabutuhe, Saperlune, Sacukupe, Sakepenake, Semestine,
Sabenere.
Sederhanakah
itu?
Seperti
Yin dan Yang, Hitam dan Putih. Saya pun tak bisa memutuskan itu sederhana atau
hanya rentetan kata-kata mirip janji elit politik. Itulah mimpi saya…bu. Bukan
hanya Indonesia tapi di dunia ini banyak orang sukses, banyak orang pintar,
banyak orang bergelar, banyak orang ber-uang, banyak orang memiliki rumah besar
dan property beraneka ragam tambahannya, tapi juga banyak orang yang
kekurangan… baik materi ataupun hati…
Sedangkan
dunia butuh seimbang. Dan saya ingin jadi yang penyeimbang pada dunia. Mungkin
itulah alasan Tuhan menempatkan saya pada rasi bintang libra.
Jadi
dipertengahan malam kuselipkan harapan bahwa setidaknya Tomorrow will
kinder….. :)
-----------------------------------------------------------------------------------------
Esoknya….,
Pagi
datang begitu cepat… tak terasa sudah pukul tujuh pagi. Ya! Hari ini saya
diajak mengikuti seminar ‘Youth Role for
World: contributing to community Development through International
Volunteerism’ oleh teman satu kamar saya, bu. Awalnya saya enggan…tapi
ketika kemarin saya membaca selebarannya…saya semangat ikut ! apalagi Buddhisme
Zen bilang “Semua yang ada di dunia ini
adalah obat” Jadi berangkatlah kami!
Acara
molor hampir satu jam… ya gak apa-apalah dimaklumin aja! Maka kami bunuh dengan
berkenalan satu sama lainnya. Dan akhirnya acara dimulai…. Satu demi satu sesi
acara dilompati…. Waini ! Dipertengahan
acara ini nih yang menjadi obat saya kali ini
Namanya
mbak Asri Wijayanti. (Another days for Pic ya) :D Tp klo mau digoogling silakan |'o'/
Satu
kata buatnya WOW ! |’o’/ Kenapa? Tanya sendiri hahaha :D Tidak lah! Saya cerita
tapi main points saja ya… karena kalau sudah ngobrol sama mbak yang satu ini
gak ada habis cerita yang menginspirasi kita. Mbak Asri itu kalau kata Syahrini
Sesuatu. Sesuatu disini ya pemikirannya,
ya sikapnya, ya jurnalistiknya, ya dreamnya, ya ke-Acehnya pas tsunami kemarin
dan kemana-mananya….
Kenapa dia obat bagi
saya?
Ada
banyak kalimat darinya yang kemudian membikin saya ‘Loh kok sama dengan saya!’
atau ‘O jd begitu!’ ‘Mungkin ini yang seharusnya saya coba!’
Salah
satunya ini: “ When I was weak I had
people helping me and they made me feel better. I want to give back, and make
others feel better in their weak moments”
Saya
berefleksi dengan kata-kata ini, saya melihat teman-teman saya. Yang tanpa mereka
sadari sudah membantu saya tertawa kembali. Saya melihat ibu yang tiada henti
mengirim a small sweet massage to me for always be spirits, happy ‘n smiley, and don’t
be grumble… even though you’re in dirty zones or uncomforting positions. Maka
dari itu kalau hati sedang tak enak saya memilih semedi sejenak di kamar,
memperbaikinya, baru keluar dengan senyum dan hati yang telah membaik.
Kemudian
teman saya bertanya pada mbak Asri kira-kira begini : ‘Mbak, terkadang kita kalau meninggalkan rumah –means: going abrod to
do volunteering- kita dihadapkan satu pertanyaan. Keputusan yang saya ambil ini
benar atau salah, sih?
Dan
mbak Asri bilang: ‘My momma always said to end up with praying.’
Deeerrr!!!
Kayak petir di siang bolong! Ibu saya pun selalu begitu tapi kemudian saya
ingkar dan bertanya-tanya how to begin it? Am I ready to speak with him?
Salah
duanya ketika ada yang tanya: ‘When you
felt bad, how to get that feeling off?’
Mbak
Asri bilang ‘Melihat teman-teman tersenyum, atau karoke mungkin… hahaha.. :D. Or u
could read whatever the book or open website are to open your perspective
widely. She suggested looking for
‘tinybuddha’ website.
Oh,
ya buat take a note aja nih: mbak Asri lahir di keluarga biasa, ibunya single mother
tapi di keluarganya ditanamkan budaya
kita Indonesia yang ‘Tangan memberi
lebih baik dari tangan menerima’ Masih pada ingatkan? dan saat dia kecil di beri bibiographi tetang
mother Terresa dan Bapak Red cross ‘Henry Donnut’ itu yang menjadikan dia punya segudang dream
baik disini atau going abroad.
Dulu
awal going abroad, satu dua kali
applikasinya ditolak tapi dia masih
tetap berdiri tegak belajar dan mencoba kembali sampai akhirnya mewudjudkan
citanya yang kemudian melanglang buana dan bekerja di UNDP Indonesia di bawah
Payung PBB. Kereen Kan!!! Kalau mau kenal
dia lebih lanjut bisa di follow kok twitternya ini : @aforasri.
Kembali
ke pertannyaan saya sebelumnnya:
Did
I lose a chance? Nope! Saya hanya butuh bangkit, belajar, tidak mengulangi kesalahan
dan mencoba lagi even thought in the rest of times I had.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Karena
lukanya
si
burung betina
takmampu
terbang
sempurna…
tapi
dia tahu….
Luka akan
sembuh
Seiring
dengan
Senja yang indah
menghantarkan
Si
burung betina
Menuju
sang Matahari
Semarang, 14 July 2012, 10:27:52 PM
Ost. Tomorrow Will Be Kinder –The secret Sisters-
Terima kasih untuk semua orang yang sudah memberiku
arti :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar