7.16.2012

Not every bad day to be end up with another bad day, too!


Si burung betina…
Bertengger di kabel listrik
Si burung betina
Lelah dan tak berdaya
Sayapnya luka sebelah
Tertembak peluru karet
Si burung betina….
Rapuh…. Dan membatin
O! ternyata rasanya begini
-------------------------------------
Ibu, entah kenapa saya tak seperti biasanya…kemarin. Entah kenapa otak saya entah dibenturkan atau terbentur batu keras…Kemarin. Entah kenapa badan saya terasa hangat dan lelah…kemarin. Seperti tak ada daya untuk meraih ini itu. Ini perkara kemarin kah? Mungkin Ya atau hanya effect kelelahan yang cuman pulang rumah 2 hari, itupun wira-wiri kemana-mana…Ya Rumah Sakit, Mbolang ke desa Balong Wetan, Besi, Rembang, Jawa Tengah. Dan selebihnya menghabiskan waktu di kemacetan.
Saya menyadari bu, tak ada yang mudah di dunia ini. Kalau banyak pewarta mengatakan ajang pencarian bakat atau the new idol hanya acara instan saja, menurutku tidak. Mereka berprose dan menjadi lebih baik. Ada daya usaha disitu.
Tapi Kemarin saya mengingkarinya bu, saya bingung apa yang seharusnya saya rancang. Saya mendapatkan ide. Dan kemudian kata ‘Nanti’ terucap dan tersirat.  Kemudian, hari yang dijanjikan datang. Akhirnya saya bingung kelabakan ini itu dan menjadikannya tak baik.
Semua itu berasal dari saya… Menyesalkah saya, bu? Jelas! Saya tak bisa pungkiri itu. So many regret I felt…. And thought am I lost a chance? kemudian saya rapuh untuk sekian detik…Saya berpikir kebelakang, Ini bukan saya sebelumnya!
Memang saya sebelumnya bagaimana? Ya! yang banyak senyum….yang senang berteman dengan siapapun… yang selalu tertawa…yang mendengar teman…yang selalu tidak takut tantangan…yang selalu ingin berbeda…yang selalu ingin melebarkan perspektif…yang selalu ingin dunia tertawa…yang selalu ingin memberi anak-anak cita-cita…yang benci penkotak-kotakan…yang membeci pakem pemerintahan…yang membenci rasisme…yang membeci perbincangan privasi di forum…yang menginginkan pergi di Lokalisasi…yang punya mimpi pergi ke Papua…yang punya mimpi berada di daerah konflik…yang ingin berada di plosok desa…mempunyai rumah kecil dan sawah serta gubug belajar semacam sekolah alam…. Yang ingin jadi ‘Good Person’ dalam artian baik dengan orang, tidak menganut asas kong-kali-kong  dan bermakna bagi orang. Dan yang ingin menjalankan 6 Sa : Sabutuhe, Saperlune, Sacukupe, Sakepenake, Semestine, Sabenere.
Sederhanakah itu?
Seperti Yin dan Yang, Hitam dan Putih. Saya pun tak bisa memutuskan itu sederhana atau hanya rentetan kata-kata mirip janji elit politik. Itulah mimpi saya…bu. Bukan hanya Indonesia tapi di dunia ini banyak orang sukses, banyak orang pintar, banyak orang bergelar, banyak orang ber-uang, banyak orang memiliki rumah besar dan property beraneka ragam tambahannya, tapi juga banyak orang yang kekurangan… baik materi ataupun hati…
Sedangkan dunia butuh seimbang. Dan saya ingin jadi yang penyeimbang pada dunia. Mungkin itulah alasan Tuhan menempatkan saya pada rasi bintang libra. 
Jadi dipertengahan malam kuselipkan harapan bahwa setidaknya Tomorrow will kinder…..  :)
-----------------------------------------------------------------------------------------
Esoknya….,
Pagi datang begitu cepat… tak terasa sudah pukul tujuh pagi. Ya! Hari ini saya diajak mengikuti seminar Youth Role for World: contributing to community Development through International Volunteerism’ oleh teman satu kamar saya, bu. Awalnya saya enggan…tapi ketika kemarin saya membaca selebarannya…saya semangat ikut ! apalagi Buddhisme Zen bilang “Semua yang ada di dunia ini adalah obat” Jadi berangkatlah kami!
Acara molor hampir satu jam… ya gak apa-apalah dimaklumin aja! Maka kami bunuh dengan berkenalan satu sama lainnya. Dan akhirnya acara dimulai…. Satu demi satu sesi acara dilompati….  Waini ! Dipertengahan acara ini nih yang menjadi obat saya kali ini
Namanya mbak Asri Wijayanti. (Another days for Pic ya) :D Tp klo mau digoogling silakan |'o'/
Satu kata buatnya WOW ! |’o’/ Kenapa? Tanya sendiri hahaha :D Tidak lah! Saya cerita tapi main points saja ya… karena kalau sudah ngobrol sama mbak yang satu ini gak ada habis cerita yang menginspirasi kita. Mbak Asri itu kalau kata Syahrini Sesuatu. Sesuatu disini  ya pemikirannya, ya sikapnya, ya jurnalistiknya, ya dreamnya, ya ke-Acehnya pas tsunami kemarin dan kemana-mananya….
Kenapa dia obat bagi saya?
Ada banyak kalimat darinya yang kemudian membikin saya ‘Loh kok sama dengan saya!’ atau ‘O jd begitu!’ ‘Mungkin ini yang seharusnya saya coba!’
Salah satunya ini: “ When I was weak I had people helping me and they made me feel better. I want to give back, and make others feel better in their weak moments”
Saya berefleksi dengan kata-kata ini, saya melihat teman-teman saya. Yang tanpa mereka sadari sudah membantu saya tertawa kembali. Saya melihat ibu yang tiada henti mengirim a small sweet massage to me for always be spirits, happy ‘n smiley, and don’t be grumble… even though you’re in dirty zones or uncomforting positions. Maka dari itu kalau hati sedang tak enak saya memilih semedi sejenak di kamar, memperbaikinya, baru keluar dengan senyum dan hati yang telah membaik.
Kemudian teman saya bertanya pada mbak Asri kira-kira begini : ‘Mbak, terkadang kita kalau meninggalkan rumah –means: going abrod to do volunteering- kita dihadapkan satu pertanyaan. Keputusan yang saya ambil ini benar atau salah, sih?
Dan mbak Asri bilang: ‘My momma always said to end up with praying.’
Deeerrr!!! Kayak petir di siang bolong! Ibu saya pun selalu begitu tapi kemudian saya ingkar dan bertanya-tanya how to begin it? Am I ready to speak with him?
Salah duanya ketika ada yang tanya: ‘When you felt bad, how to get that feeling off?’
Mbak Asri bilang ‘Melihat teman-teman tersenyum, atau karoke mungkin… hahaha.. :D. Or u could read whatever the book or open website are to open your perspective widely.  She suggested looking for ‘tinybuddha’ website.
Oh, ya buat take a note aja nih: mbak Asri lahir di keluarga biasa, ibunya single mother  tapi di keluarganya ditanamkan budaya kita Indonesia yang ‘Tangan memberi lebih baik dari tangan menerima’ Masih pada ingatkan?  dan saat dia kecil di beri bibiographi tetang mother Terresa dan Bapak Red cross ‘Henry Donnut’  itu yang menjadikan dia punya segudang dream baik disini atau  going abroad.  
Dulu awal  going abroad, satu dua kali applikasinya ditolak tapi  dia masih tetap berdiri tegak belajar dan mencoba kembali sampai akhirnya mewudjudkan citanya yang kemudian melanglang buana dan bekerja di UNDP Indonesia di bawah Payung PBB. Kereen Kan!!! Kalau mau kenal dia lebih lanjut bisa di follow kok twitternya ini : @aforasri.
Kembali ke pertannyaan saya sebelumnnya:
Did I lose a chance? Nope! Saya hanya butuh bangkit, belajar, tidak mengulangi kesalahan dan mencoba lagi even thought in the rest of times I had.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Karena lukanya
si burung betina
takmampu terbang
sempurna…
tapi dia tahu….
Luka akan sembuh
Seiring dengan
Senja  yang indah
menghantarkan
Si burung betina
Menuju sang Matahari

Semarang, 14 July 2012, 10:27:52 PM
Ost. Tomorrow Will Be Kinder –The secret Sisters-
Terima kasih untuk semua orang yang sudah memberiku arti :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar