8.13.2012

A slice of Rainbow cake to Noah! :)


“Suatu kesalahan yang ditanggapi dengan kesalahan berikutnya karena arogansi, emosi, dan sulut provokasi sering membuat yang benar pada awalnya menjadi salah pada akhirnya. Kesalahan harus ditanggapi dengan cara yang benar; tergantung siapa yang lebih dewasa dan berjiwa besar.” –Ariel-
Kisah lainnya: catatan 2010-2012
------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertama-tama saya ucapkan terima kasih oleh salah satu sahabat peterpan –red- NoahBand- sekaligus teman saya @novita_cengeng yang excited banget ketika buku ini launching. Yang membawa si anak merah ini kedalam lingkungan kost kami. Seharian tak lepas sampai dibabatnya habis.
Saya? Saya mengapresiasikan sekali musikalitas mereka. Mereka membuat warna musik Indonesia beda dijaman remaja saya sampai sekarang.  Maka tidak ada salahnya ikut baca sekalian melebarkan perspektif.
Suatu Hari di Bulan Mei…..
Kemudian seakan dibawa kembali  saya pada tahun 2010 dimana semua orang bicara, berspekulasi, menghakimi, bahkan mendaratkan caci-maki. Kasus yang menguap seakan menjadi bulan-bulanan media. Atau ikan sedap bagi infotainment kala itu. Semua diburu! Tidak hanya Ariel tapi SEMUA yang berada disekelilingnya!
Lalu dimasa sekarang. Di masa setelah semua reda. Dimasa setelah 2,5 tahun masa kurungan. Tulisan-tulisan inilah yang kemudian bicara. Sebagai orang awam membacanya membuat saya menitikan air mata…bukan karena kasihan tapi lebih pada pergulatan batin yang kemudian menjadi titik balik semuanya…membenahi diri…dan berjuang menjadi lebih baik dari yang dulu.
Benar berada dalam ruang minim sinar matahari, tapi kalau batin tiap hari dapat asupan gizi bukankah hal yang sangat nikmat. Jarang orang luar bisa merasakannya. Salah-salah malah tampak kacau dan tak tahu arah di luar sana.
Tidak hanya kisah Ariel saja yang jadi pusat perhatian saya… namun orang-orang besar seperti kedua orang tua Ariel, kedua ompung, Ba’asyir didalamnya termasuk perjalanan peterpan, peterpan minus Indra dan Andika, lalu minus kembali menjadi Uki, Lukman, Reza, David. Dukungan  rekan2 sesama musisi, juga sahabat peterpan juga mendapat perhatian saya.
Semua seakan menjadi satu paket yang memberi saya pengajaran. Melihat Ariel seakan melihat diri sendiri yang pikiran tak tenang kala masalah menerka, otak merancau mengawang kemana-mana… mengakibatkan susah tidur dan akhirnya telungkup menunggu pagi…membiarkan badan lambat laun melelah… membiarkan mata lamat-lamat kemudian tertidur. Kalau sudah begitu saya merasa bersyukur untuk tidur sejenak meskipun matahari sudah hangat…meskipun anak-anak kost sudah ready.
Uki, dengan dukungan dan konsep hidupnya yang seegaknya harus ada tabungan untuk 2 tahun kedepan. Ini juga menimbulkan pemikiran baru untuk saya. Setidaknya saya harus pandai menabung meskipun cita masih terangkai di depan. Menghemat uang bukan berarti memiskinkan diri mungkin itu intinya.
Kisah Lukman dan Reza juga yang sanggup membuat saya menitikan air mata…karena perjalanan religus mereka. Menemukan jati diri dan membetulkan apa yang seharusnya diluruskan.
David yang kemudian sanggup menyita perhatian lebih saya tentang si anak bontot di band ini. Mungkin karena aura mudanya yang hampir mirip dengan saya dalam artian mempunyai spirit tinggi tapi juga arogansi hidup sama. Sama halnya saya, jika sudah ada keasyikan dalam pengerjaan sesuatu tidak akan berhenti walau itu membuat saya tidak tidur setelahnya. Yang punya ide-ide baru dan mempercayainya itu akan menghasilkan karya besar. Yang punya semangat dua kali lipat dari lainnya. Yang kemudian limpung ketika teman dihakimi. Yang kemudian berkeinginan mundur dan menyerah ketika sakit mendera. Tapi juga Yang berkeinginan sembuh dan memberi tawa  serta bangkit kembali. Contoh lain ketika kisah David dan Mac Book-nya, ini terkadang seperti saya terlalu serampangan kalau membeli barang yang disuka.
Semua itu merefleksi saya….
Membuat saya ingin mendamaikan batin saya….memualafkan agama saya kembali….mengurangi begadang saya….berpikiran muda tapi juga tidak serampangan bertindak…menyemangati orang sekitar saya…. Dan paling tidak membuat badan dan batin serta jiwa saya sehat dan bangun pagi….
Malah saya jadi punya ritual baru yaitu menyisipkan doa seperti yang Ariel ucap “Tuhan, tolong peluk saya, biar saya bisa tidur dan bangun pagi” diantara doa2 lain yang rutin saya utarakan di kala menjelang tidur. Dalam hal ini saya masih berusaha untuk itu. Berusaha melafalkannya dan mengistirahatkan otak setelah doa diujar.
Begitu juga dengan tulisan-tulisan lainnya yang kemudian menjadi satu refleksi dalam diri. Menjadi tangisan fajar tersendiri… seakan inilah obat bagi jiwa yang sepi dan kosong serta merindu. Inilah makanan bagi yang terpuruk. Inilah minuman energy yang membantu tubuh segar kembali.
Terima kasih telah menghadirkan tulisan –tulisan ini.
Dan…
Terakhir…. Di suatu fajar di bulan Ramadhan saya membaca:
Pada saat masalahmu menghampirimu, janganlah berkecil hati
Itu adalah pasangan hidupmu
Itu adalah takdirmu
Sesuatu yang sudah dipersiapkan untukmu, bahkan sebelum kau
dilahirkan
itu adalah pelengkap hidupmu.
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia

Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya, tanpa terkecuali
Selayaknya seperti orang-orang sebelummu

Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima
kesalahanmu
sedangkan kau menyadarinya

lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat untuk ilmu yang
berguna
Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya.
-Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012-
Semarang, 13 Agustus 2012, 5:00 AM
Ost. Walau Habis Terang –Peterpan-
PS: dr @novita_cengeng: pengen di folbeck sama @R_besar
dr saya @octavi_ana: Terima Kasih sudah memberi
refleksi yang sangat adem
dan please folbeck ya teman saya…!
Buzzer jg boleh ngikut\’o’/ untuk nge buzz
Account tmn saya ke @R_besar!  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar