“Suatu kesalahan yang
ditanggapi dengan kesalahan berikutnya karena arogansi, emosi, dan sulut
provokasi sering membuat yang benar pada awalnya menjadi salah pada akhirnya.
Kesalahan harus ditanggapi dengan cara yang benar; tergantung siapa yang lebih
dewasa dan berjiwa besar.” –Ariel-
Kisah lainnya:
catatan 2010-2012
------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertama-tama
saya ucapkan terima kasih oleh salah satu sahabat peterpan –red- NoahBand-
sekaligus teman saya @novita_cengeng yang excited banget ketika buku ini launching.
Yang membawa si anak merah ini kedalam lingkungan kost kami. Seharian tak lepas
sampai dibabatnya habis.
Saya?
Saya mengapresiasikan sekali musikalitas mereka. Mereka membuat warna musik
Indonesia beda dijaman remaja saya sampai sekarang. Maka tidak ada salahnya ikut baca sekalian
melebarkan perspektif.
Suatu Hari di Bulan Mei…..
Kemudian
seakan dibawa kembali saya pada tahun
2010 dimana semua orang bicara, berspekulasi, menghakimi, bahkan mendaratkan
caci-maki. Kasus yang menguap seakan menjadi bulan-bulanan media. Atau ikan
sedap bagi infotainment kala itu. Semua diburu! Tidak hanya Ariel tapi SEMUA
yang berada disekelilingnya!
Lalu
dimasa sekarang. Di masa setelah semua reda. Dimasa setelah 2,5 tahun masa
kurungan. Tulisan-tulisan inilah yang kemudian bicara. Sebagai orang awam
membacanya membuat saya menitikan air mata…bukan karena kasihan tapi lebih pada
pergulatan batin yang kemudian menjadi titik balik semuanya…membenahi diri…dan
berjuang menjadi lebih baik dari yang dulu.
Benar
berada dalam ruang minim sinar matahari, tapi kalau batin tiap hari dapat
asupan gizi bukankah hal yang sangat nikmat. Jarang orang luar bisa
merasakannya. Salah-salah malah tampak kacau dan tak tahu arah di luar sana.
Tidak
hanya kisah Ariel saja yang jadi pusat perhatian saya… namun orang-orang besar
seperti kedua orang tua Ariel, kedua ompung, Ba’asyir didalamnya termasuk perjalanan
peterpan, peterpan minus Indra dan Andika, lalu minus kembali menjadi Uki,
Lukman, Reza, David. Dukungan rekan2
sesama musisi, juga sahabat peterpan juga mendapat perhatian saya.
Semua
seakan menjadi satu paket yang memberi saya pengajaran. Melihat Ariel seakan
melihat diri sendiri yang pikiran tak tenang kala masalah menerka, otak
merancau mengawang kemana-mana… mengakibatkan susah tidur dan akhirnya
telungkup menunggu pagi…membiarkan badan lambat laun melelah… membiarkan mata
lamat-lamat kemudian tertidur. Kalau sudah begitu saya merasa bersyukur untuk
tidur sejenak meskipun matahari sudah hangat…meskipun anak-anak kost sudah
ready.
Uki,
dengan dukungan dan konsep hidupnya yang seegaknya harus ada tabungan untuk 2
tahun kedepan. Ini juga menimbulkan pemikiran baru untuk saya. Setidaknya saya
harus pandai menabung meskipun cita masih terangkai di depan. Menghemat uang
bukan berarti memiskinkan diri mungkin itu intinya.
Kisah
Lukman dan Reza juga yang sanggup membuat saya menitikan air mata…karena
perjalanan religus mereka. Menemukan jati diri dan membetulkan apa yang
seharusnya diluruskan.
David
yang kemudian sanggup menyita perhatian lebih saya tentang si anak bontot di
band ini. Mungkin karena aura mudanya yang hampir mirip dengan saya dalam
artian mempunyai spirit tinggi tapi juga arogansi hidup sama. Sama halnya saya,
jika sudah ada keasyikan dalam pengerjaan sesuatu tidak akan berhenti walau itu
membuat saya tidak tidur setelahnya. Yang punya ide-ide baru dan mempercayainya
itu akan menghasilkan karya besar. Yang punya semangat dua kali lipat dari
lainnya. Yang kemudian limpung ketika teman dihakimi. Yang kemudian berkeinginan
mundur dan menyerah ketika sakit mendera. Tapi juga Yang berkeinginan sembuh
dan memberi tawa serta bangkit kembali. Contoh
lain ketika kisah David dan Mac Book-nya, ini terkadang seperti saya terlalu
serampangan kalau membeli barang yang disuka.
Semua
itu merefleksi saya….
Membuat
saya ingin mendamaikan batin saya….memualafkan agama saya kembali….mengurangi
begadang saya….berpikiran muda tapi juga tidak serampangan
bertindak…menyemangati orang sekitar saya…. Dan paling tidak membuat badan dan
batin serta jiwa saya sehat dan bangun pagi….
Malah
saya jadi punya ritual baru yaitu menyisipkan doa seperti yang Ariel ucap “Tuhan, tolong peluk saya, biar saya bisa
tidur dan bangun pagi” diantara doa2 lain yang rutin saya utarakan di kala
menjelang tidur. Dalam hal ini saya masih berusaha untuk itu. Berusaha
melafalkannya dan mengistirahatkan otak setelah doa diujar.
Begitu
juga dengan tulisan-tulisan lainnya yang kemudian menjadi satu refleksi dalam
diri. Menjadi tangisan fajar tersendiri… seakan inilah obat bagi jiwa yang sepi
dan kosong serta merindu. Inilah makanan bagi yang terpuruk. Inilah minuman
energy yang membantu tubuh segar kembali.
Terima
kasih telah menghadirkan tulisan –tulisan ini.
Dan…
Terakhir….
Di suatu fajar di bulan Ramadhan saya membaca:
Pada saat masalahmu menghampirimu,
janganlah berkecil hati
Itu adalah pasangan hidupmu
Itu adalah takdirmu
Sesuatu yang sudah dipersiapkan untukmu,
bahkan sebelum kau
dilahirkan
itu adalah pelengkap hidupmu.
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia
Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau
menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya,
tanpa terkecuali
Selayaknya seperti orang-orang sebelummu
Jangan pernah berusaha menolak
kesalahanmu
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk
perjalanan panjangmu
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau
menolak menerima
kesalahanmu
sedangkan kau menyadarinya
lapangkanlah dadamu, sehingga luas,
tempat untuk ilmu yang
berguna
Penilaian Tuhan dimulai saat kau
memperbaikinya.
-Kisah Lainnya:
Catatan 2010-2012-
Semarang, 13 Agustus 2012, 5:00 AM
Ost. Walau Habis Terang –Peterpan-
PS: dr @novita_cengeng: pengen di folbeck sama @R_besar
dr saya @octavi_ana: Terima Kasih sudah memberi
refleksi yang sangat adem
dan please folbeck ya teman saya…!
Buzzer jg boleh ngikut\’o’/ untuk nge buzz
Account tmn saya ke @R_besar!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar