12.05.2012

Ada Kisah di Yogya. Part I !!! ;)


Dalam gulungungan ombak…
Buih memecah tebing…..
Dalam derunya suara ombak…
Buih menepi… Bergemercis seru …
Menghempas kaki bertelajang…
Menghempas rindu pada pasir….
                             Smooth Cappuccino
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hoahhhh!!!! Rasanya Lama juga tidak mengisi klo bahasa blog entrian baru hehehe… :P Whatever lah yang penting I’m Back Now!!!
Lama gak nge-blog bigin bingung apa yang mau di ceritaiin…. Ngomongin sastra! Entar dulu deh!  Kisah 2 bulan PPL aja belum sempat dibikin ceritanya… apalagi bikin sastra…Ya sudahlah!!! Kami skip dulu PPL dan sastra. Kami mau refreshing dulu ya!!!!
Here we go…..!!!
Belum lewat sebulanan ini tepatnya sehari setelah 1 syawal, saya dan teman-teman Travel to Yogyakarta!!!! \(‘0’)/
Mungkin kedengarannya biasa aja buat traveler yang lain, tapi buat kami ini pengalaman baru, dimana kami 8 anak muda, bolang bersama ke Yogyakarta tanpa guide atau orang pribumi ataupun teman di Yogya menghantar.
Here we are….!!!
Dari Semarang kami berangkat pukul 01:00 dini hari,  karena tujuan kami bisa menikmati matahari terbit alias sunrise di Pantai Baron, Yogyakarta jadi keluar Semarang mengambil arah Klaten. Di sinilah kami mulai kebingungan. Karena kami belum pernah ambil arah Klaten… Jiahhhh!!! Dan sayapun asing dengan klaten karena sering ke Yogya ya lewatnya Ambarawa.
Alhasil, Navigasilah yang kami andalkan sepanjang perjalanan….Eh, iya!!! Terima kasih dulu dah sama Google Navigation walaupun di Indo gak bisa nampilin Street View  yang penting keakuratan menemukan jalan bisalah diacungin. Thanks Google!!!!
Lanjut, dari ambil jalan salah…. bingung…dingin…hutan…sepi…kabut….Klaten WOW!!! Sayang, saya tak menemukan kopi tiwus disekitar perjalanan mengitari Klaten. Itu loh kopi yang maksyurr karena aromadan nikmat serta harga murah meriahnya.
Jalur arah Prambanan kami berada….sampai pada akhirnya pagi datang… dan kami belum sampai ke Pantai. Alhasil, kami  menikmati ‘Silver Sun’ di sepanjang Gunung Gede. Dengan tebing dan bantu-batuan besar….Gua,  dan masyarakat Gunung Gede. Saya terkagum-kagum. Beberapa anak-anak Gunung Gede berjalan menyusuri jalan desa, mengenakan seragam putih-merah hendak bersekolah.
Wonosari. Ya! Kawasan ini memang banyak obyek wisatanya. Dan disinilah kami!!! Memasuki obyek wisata Pantai Baron. Masih sekitar pukul 07:00 pagi, dan loket tiket masuk masih tutup!!! That’s our good luck….!!! jika kemarin buka  pasti sudah mengeluarkan gocek ‘5000/orang’. 
Menikmati indahnya Baron….mendengar ombak besarnya… dan mengangumi Air asin dan tawar disisinya. Merasakan laut di samping mata air, memandang langit biru di sisi tebing besar. Nelayan menepikan perahunya….dan Nelayan melarung perahunya melawan ombak besar. Merasakan bebas…ditepian samudra, tertawa lepas…melupakan seberapa kotor diri ini karena pasir… melupakan dingin pagi hari…melupakan lapar pagi hari…
Blue Sky Collapses 
                                                         The 52 Kost minus Choey
The edge
Air Tawar disisi air laut
Radar Neptunus
The 52 Kost
Dua jam kemudian kami meninggalkan Pantai Baron, bergeser ke Pantai Kukup…Obyek wisata ini masih satu lokasi di Wonosari cuman beda arah doang!! Di sepanjang menuju kawasan Pantai Kukup ini mata dan hidung akan dimanjakan dengan kios-kios penjual kripik udang goreng dan rumput laut yang fresh dari gorengan. Harganya dibandrol dr 5000 rupiah. Lumayan buat pengggajal perut yang kosong ;p
Kalau saya ditanya Pantai Kukup itu??? Definitely, I said ‘PreWed’. Ya! disini lebih cocok buat foto-foto pra nikah, tapi klo pasangan pra-nikah dengan mengenakan baju pernikahan mungkin agak ribet juga karena jarak dan lokasinya.

Ini beberapa foto di Pantai Kukup!!! Bener kan yang saya bilang!!!

Missing You
                                                       Blue Sky Collapse @Kukup
            
                The Rock
            
                   @Kukup
              
                            Karang Laut
Tapi dari kedua Pantai tadi, ada beberapa yang menurut saya agak mengecewakan. Pertama, Sampah. Ya! Mungkin maklum jika sampah laut menuju tepian, tapi jika sampah manusia bertebaran di sekitar pantai ini yang disayangkan. Kedua, Perawatan. Dari kedua pantai tadi penataan kios sekitar pantai dan lingkungan pantai sendiri tidak terawat. Dan yang ketiga, yang paling saya sayangkan yaitu kesadaran menjaga dari sisi pengunjung obyek wisata. Banyak batu-batuan atau tembok bertuliskan nama-nama tidak jelas. Mungkin madsud mereka baik membuat coretan menjadi kenangan tapi menurut saya itu tindakan merusak bukan menjaga.
To be Continued.......
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di tepian Samudra India….
Aku berhenti memandang…
Lekat…
Menghampiri Neptunus….
Hendak berseru padanya…
Nus, inilah bahagai yang kucari???
Nus, inilah tenang yang kucari???
Nus, inilah damai yang kucari???
Jika IYA…
Kenapa aku masih mencari dia?
Disini….. Mengirim Radar di Yogya
                             Smooth Cappuccino
                                      Semarang, 5 Desember 2012
Ost. Perahu Kertas, 2 Manusia, A new world
PS: If you stay, I’ll stay!!! Cuz I don’t forget u wherever I travel around :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar