Dalam
gulungungan ombak…
Buih
memecah tebing…..
Dalam
derunya suara ombak…
Buih
menepi… Bergemercis seru …
Menghempas
kaki bertelajang…
Menghempas
rindu pada pasir….
Smooth Cappuccino
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hoahhhh!!!!
Rasanya Lama juga tidak mengisi klo bahasa blog entrian baru hehehe… :P Whatever
lah yang penting I’m Back Now!!!
Lama
gak nge-blog bigin bingung apa yang mau di ceritaiin…. Ngomongin sastra! Entar
dulu deh! Kisah 2 bulan PPL aja belum
sempat dibikin ceritanya… apalagi bikin sastra…Ya sudahlah!!! Kami skip dulu
PPL dan sastra. Kami mau refreshing dulu ya!!!!
Here
we go…..!!!
Belum
lewat sebulanan ini tepatnya sehari setelah 1 syawal, saya dan teman-teman Travel
to Yogyakarta!!!! \(‘0’)/
Mungkin
kedengarannya biasa aja buat traveler yang lain, tapi buat kami ini pengalaman
baru, dimana kami 8 anak muda, bolang bersama ke Yogyakarta tanpa guide atau
orang pribumi ataupun teman di Yogya menghantar.
Here
we are….!!!
Alhasil,
Navigasilah yang kami andalkan sepanjang perjalanan….Eh, iya!!! Terima kasih
dulu dah sama Google Navigation walaupun di Indo gak bisa nampilin Street View yang penting keakuratan menemukan jalan
bisalah diacungin. Thanks Google!!!!
Lanjut,
dari ambil jalan salah…. bingung…dingin…hutan…sepi…kabut….Klaten WOW!!! Sayang,
saya tak menemukan kopi tiwus disekitar perjalanan mengitari Klaten. Itu loh
kopi yang maksyurr karena aromadan nikmat serta harga murah meriahnya.
Jalur
arah Prambanan kami berada….sampai pada akhirnya pagi datang… dan kami belum
sampai ke Pantai. Alhasil, kami
menikmati ‘Silver Sun’ di sepanjang Gunung Gede. Dengan tebing dan
bantu-batuan besar….Gua, dan masyarakat Gunung Gede. Saya terkagum-kagum. Beberapa
anak-anak Gunung Gede berjalan menyusuri jalan desa, mengenakan seragam
putih-merah hendak bersekolah.
Wonosari.
Ya! Kawasan ini memang banyak obyek wisatanya. Dan disinilah kami!!! Memasuki
obyek wisata Pantai Baron. Masih sekitar pukul 07:00 pagi, dan loket
tiket masuk masih tutup!!! That’s our good luck….!!! jika kemarin buka pasti sudah mengeluarkan
gocek ‘5000/orang’.
Menikmati indahnya Baron….mendengar ombak besarnya… dan mengangumi Air asin dan tawar disisinya. Merasakan laut di samping mata air, memandang langit biru di sisi tebing besar. Nelayan menepikan perahunya….dan Nelayan melarung perahunya melawan ombak besar. Merasakan bebas…ditepian samudra, tertawa lepas…melupakan seberapa kotor diri ini karena pasir… melupakan dingin pagi hari…melupakan lapar pagi hari…
Menikmati indahnya Baron….mendengar ombak besarnya… dan mengangumi Air asin dan tawar disisinya. Merasakan laut di samping mata air, memandang langit biru di sisi tebing besar. Nelayan menepikan perahunya….dan Nelayan melarung perahunya melawan ombak besar. Merasakan bebas…ditepian samudra, tertawa lepas…melupakan seberapa kotor diri ini karena pasir… melupakan dingin pagi hari…melupakan lapar pagi hari…
The edge
Air Tawar disisi air laut
Radar Neptunus
The 52 Kost
Dua
jam kemudian kami meninggalkan Pantai Baron, bergeser ke Pantai Kukup…Obyek
wisata ini masih satu lokasi di Wonosari cuman beda arah doang!! Di sepanjang
menuju kawasan Pantai Kukup ini mata dan hidung akan dimanjakan dengan
kios-kios penjual kripik udang goreng dan rumput laut yang fresh dari gorengan.
Harganya dibandrol dr 5000 rupiah. Lumayan buat pengggajal perut yang kosong ;p
Kalau
saya ditanya Pantai Kukup itu??? Definitely, I said ‘PreWed’. Ya! disini lebih
cocok buat foto-foto pra nikah, tapi klo pasangan pra-nikah dengan mengenakan
baju pernikahan mungkin agak ribet juga karena jarak dan lokasinya.
Ini beberapa foto di Pantai Kukup!!! Bener kan yang saya bilang!!!
Ini beberapa foto di Pantai Kukup!!! Bener kan yang saya bilang!!!
The Rock
@Kukup
Karang Laut
Tapi dari kedua Pantai tadi, ada beberapa yang menurut saya agak mengecewakan. Pertama, Sampah. Ya! Mungkin maklum jika sampah laut menuju tepian, tapi jika sampah manusia bertebaran di sekitar pantai ini yang disayangkan. Kedua, Perawatan. Dari kedua pantai tadi penataan kios sekitar pantai dan lingkungan pantai sendiri tidak terawat. Dan yang ketiga, yang paling saya sayangkan yaitu kesadaran menjaga dari sisi pengunjung obyek wisata. Banyak batu-batuan atau tembok bertuliskan nama-nama tidak jelas. Mungkin madsud mereka baik membuat coretan menjadi kenangan tapi menurut saya itu tindakan merusak bukan menjaga.
To be Continued.......
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di
tepian Samudra India….
Aku berhenti
memandang…
Lekat…
Menghampiri
Neptunus….
Hendak
berseru padanya…
Nus,
inilah bahagai yang kucari???
Nus,
inilah tenang yang kucari???
Nus,
inilah damai yang kucari???
Jika
IYA…
Kenapa
aku masih mencari dia?
Disini…..
Mengirim Radar di Yogya
Smooth Cappuccino
Semarang,
5 Desember 2012
Ost.
Perahu Kertas, 2 Manusia, A new world
PS:
If you stay, I’ll stay!!! Cuz I don’t forget u wherever I travel around :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar