1.22.2013

When The Time Blamed


Senja menggantung luas
diatas Bukit …
Tahu kah kau ,
Warna apa Senjaku
Hari ini?
Biru bersemu orange
                Smooth Cappuccino
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Hai, apa kabarmu, Black Coffee? ;(
Ping
Ping
Ping
<Tak ada jawab>
--------------
Seperti biasanya Smooth Cappuccino duduk di meja kerjanya memandang arah jendela luar, menikmati kopi dan senja. Pikirannya sejenggal mengawang kembali.
Rasanya baru kemarin duduk berdua…Rasanya baru kemarin bicara harvest moon…Rasanya baru kemarin sama-sama mencela Blackberry…Rasanya baru kemarin cerita tentang negara entah berantah yang menjadi impian tuk dikunjungi. Rasanya baru kemarin bisa saling cela disaat materi berlangsung. Rasanya baru kemarin saling salah tingkah dan menjauh kemudian tidak ada apa-apa yang menjadikan ketidakpastian sampai sekarang.
Senja, 20 January 2013
Ya…Kemarin…Sekitar satu tahun kebelakang
 “2013, Ya? Berarti sudah setahun ternyata!” Smooth Cappuccino membatin  nyengir. Selama itukah dia menghitung, dan menjadi bayangan di belakang punggung Black coffee.
“Waktu! IYA, INI SALAH WAKTU!!!” kata Smooth Cappuccino dengan yakinnya sampai membuat gaduh meja. Membenturkan gelas berisi Cappuccino hangat.
“SIAPA SURUH WAKTU TIDAK BERPIHAK PADAKU!!!”
Di depan meja kerjanya dia marah-marah sendiri. Seperti orang gila kesetanan. Menghakimi kebenarannya.
“HEY WAKTU!!! JIKA BERANI TUNJUKKAN MUKA…KAN KUBUNUH KAU SAAT INI!!!”
Tangannya gemetar sambil bawa pisau daging, matanya melotot seperti mau copot dan giginya gemertak beradu.
“DIA ITU JODOHKU!!! TAPI KAU, WAKTU!!! LANCANG SEKALI!! MEMISAHKAN 2 MANUSIA”
Smooth Cappuccino semakin kehilangan akal pikiran. Gaunnya terkoyak tak berbentuk, rambutnya acak seperti nenek sihir bahkan ia lupa dengan alas kakinya.
“KACRUT KAU WAKTU!!! YANG AKU INGINKAN HANYA DIA!!! TAPI KENAPA KAU TAK PERNAH KETEMUKAN AKU DENGANNYA”
Mata Smooth Cappuccino mulai memerah lalu bulir-bulir air mata menetes. Suaranya mulai merendah parau terdengar.
“Apa? Hiks…Hiks…Hiks Apa yang telah kau perbuat…Sang Waktu???”
“Tidakkah kau tahu bagaimana rasanya?”
“Tidakkah kau tahu bahwa menunggu demi kau itu membuatku lelah?”
“Dan 2013….sudah hadir di depan mata!”
Smooth Cappuccino berubah mellow dan biru….
“Sang waktu? Kau menghadirkan banyak dunia padaku…kali ini”
“Banyak yang menyapa…menghadirkan cerita di hidupku”
“Tapi satu yang belum…”
“Dan Kali ini biarkan aku memohon…”
“Memohon…satu…”
“Wahai sang waktu! Hadirkan dunianya padaku…”
-----------------
“AND CUT!!!!”
Seketika lampu panggung theater menerang.
Dan si aktris turun dari panggung.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Senjaku mungkin beda
Begitu juga kau….
Tapi satu yang tetap sama
Kau dan aku
Sama-sama penikmat SENJA
Walaupun tak ada remah Roti
Aku percaya kita menikmati
SENJA yang sama….
                  Smooth Cappuccino
Semarang, January 22, 2013, 10:39:13 PM
Ost. Penguin –Cristina Perry-
P.S.: -NONE- just the time will know it

1 komentar: