Senja
menggantung luas
diatas
Bukit …
Tahu
kah kau ,
Warna
apa Senjaku
Hari
ini?
Biru
bersemu orange
Smooth Cappuccino
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Hai,
apa kabarmu, Black Coffee? ;(
Ping
Ping
Ping
<Tak
ada jawab>
--------------
Seperti
biasanya Smooth Cappuccino duduk di meja kerjanya memandang arah jendela luar,
menikmati kopi dan senja. Pikirannya sejenggal mengawang kembali.
Rasanya
baru kemarin duduk berdua…Rasanya baru kemarin bicara harvest moon…Rasanya baru
kemarin sama-sama mencela Blackberry…Rasanya baru kemarin cerita tentang negara
entah berantah yang menjadi impian tuk dikunjungi. Rasanya baru kemarin bisa
saling cela disaat materi berlangsung. Rasanya baru kemarin saling salah
tingkah dan menjauh kemudian tidak ada apa-apa yang menjadikan ketidakpastian
sampai sekarang.
| Senja, 20 January 2013 |
Ya…Kemarin…Sekitar
satu tahun kebelakang
“2013, Ya? Berarti sudah setahun ternyata!” Smooth
Cappuccino membatin nyengir. Selama
itukah dia menghitung, dan menjadi bayangan di belakang punggung Black coffee.
“Waktu!
IYA, INI SALAH WAKTU!!!” kata Smooth Cappuccino dengan yakinnya sampai membuat
gaduh meja. Membenturkan gelas berisi Cappuccino hangat.
“SIAPA
SURUH WAKTU TIDAK BERPIHAK PADAKU!!!”
Di
depan meja kerjanya dia marah-marah sendiri. Seperti orang gila kesetanan.
Menghakimi kebenarannya.
“HEY
WAKTU!!! JIKA BERANI TUNJUKKAN MUKA…KAN KUBUNUH KAU SAAT INI!!!”
Tangannya
gemetar sambil bawa pisau daging, matanya melotot seperti mau copot dan giginya
gemertak beradu.
“DIA
ITU JODOHKU!!! TAPI KAU, WAKTU!!! LANCANG SEKALI!! MEMISAHKAN 2 MANUSIA”
Smooth
Cappuccino semakin kehilangan akal pikiran. Gaunnya terkoyak tak berbentuk,
rambutnya acak seperti nenek sihir bahkan ia lupa dengan alas kakinya.
“KACRUT
KAU WAKTU!!! YANG AKU INGINKAN HANYA DIA!!! TAPI KENAPA KAU TAK PERNAH
KETEMUKAN AKU DENGANNYA”
Mata
Smooth Cappuccino mulai memerah lalu bulir-bulir air mata menetes. Suaranya
mulai merendah parau terdengar.
“Apa?
Hiks…Hiks…Hiks Apa yang telah kau perbuat…Sang Waktu???”
“Tidakkah
kau tahu bagaimana rasanya?”
“Tidakkah
kau tahu bahwa menunggu demi kau itu membuatku lelah?”
“Dan
2013….sudah hadir di depan mata!”
Smooth
Cappuccino berubah mellow dan biru….
“Sang
waktu? Kau menghadirkan banyak dunia padaku…kali ini”
“Banyak
yang menyapa…menghadirkan cerita di hidupku”
“Tapi
satu yang belum…”
“Dan
Kali ini biarkan aku memohon…”
“Memohon…satu…”
“Wahai
sang waktu! Hadirkan dunianya padaku…”
-----------------
“AND
CUT!!!!”
Seketika lampu panggung theater
menerang.
Dan si aktris turun dari panggung.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Senjaku
mungkin beda
Begitu
juga kau….
Tapi
satu yang tetap sama
Kau
dan aku
Sama-sama
penikmat SENJA
Walaupun
tak ada remah Roti
Aku
percaya kita menikmati
SENJA
yang sama….
Smooth Cappuccino
Semarang, January 22, 2013, 10:39:13 PM
Ost. Penguin –Cristina Perry-
P.S.: -NONE- just the time will know it
Jadi ini salah siapa?
BalasHapus