Kata orang
Manusia memiliki batas
dan harus punya batas
Tapi….
Batas yang seperti apa?
@Starbucks
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sedari
tadi Kanya termenung menikmati kopi latte seperti ada sesuatu besar yang berada
di fikirannya saat ini. Kanya, wanita dewasa berparas jawa diawal 23 tahun
duduk sendiri di sebuah kafe kopi. Menunggu? Sepertinya tidak juga…Sengaja???
Sepertinya Iya…
Dengan
baju kantor yang masih digunakan jelas dia tengah membunuh waktu, menghabiskan
after hours-nya. Seorang diri? Mungkin….Karena sedari tadi tak ku lihat ia
dengan ponsel atau gadget ditangannya. Yang kulihat malah dia serius membaca,
itu terlihat dari kacamata yang dia kenakan dan buku filsafat, Tapi Entahlah!!!
Aku hanya mengira-ngira.
‘Aku
mengenalnya??’ Ah! Bukan!! Aku hanya tahu dari waitress yang menghantar pesanan
cappuccino-ku. Ini kafe favoritku, jadi waitress disini sudah mengenalku baik.
Gossip yang beredar sih! Kanya punya masalah!!! Bukan gosippun semua orang tahu
kok, karena terlihat juga kali dengan raut wajahnya yang begitu berat tak
bersemangat.
Masih
menurut si waitress, Kanya bingung karena cintanya ngambang alias tergantung.
Apalagi gerbang pernikahan mau tak mau dijejakinya. Ya! Kanya dan Emanuel, dua
manusia yang saling jatuh cinta namun punya batas. Batas yang kemudian bernama
Agama. Ya! Kanya seorang muslim sedangkan
Emanuel seorang chatolic.
Kabarnya
Kanya sempat bertengkar hebat dengan orang tua-nya akan batas ini. Ibu
Kanya-pun sempat mengucap sumpah serapah “Buat apa bisa berpendidikan tinggi
jika tak bisa memilih yang sama!!” Tapi apa mau dikata, mereka hanya dua
manusia dewasa yang bertemu pada saatnya dan saling jatuh cinta. Dua manusia
yang tak hanya dimabuk asmara tapi juga yang telah berlogika dalam hidup.
Sampai kemudian mereka sadar mereka
punya batas yaitu AGAMA.
-----------------------------------------Di
sisi lain kafe malam itu------------------------------------------
Sepertinya
malam itu penuh kejutan sekali, ternyata tidak hanya Kanya dan Emanuel saja
yang punya batas. Ada 2 orang perempuan yang asyik bermasyuk di pojok kafe sebelah
parking valley. Dengan tidak sungkannya mereka menikmati dunia mereka berdua.
Dunia
yang kata orang lesbian. Sebagai saya? OH
COME ON!!! Kalau saya ditanya soal seperti ini ya sebagai dewasa saya tidak
masalah. Woman with cigarette, woman with
tattoos, woman with party live, woman with alcohols and bla…bla…bla…bla…
Bagi saya selama itu bukan saya ya ngapain di comment negative, di judge, di
bully…. Enakkan di ajak berteman mungkin dari situ kita bisa la…la…la…la
Kembali,
saya melihatnya sih gak apa-apa…risihpun tidak…karena jujur itu hidup mereka. What Life!!! Hidup yang mana? Ya…
tentunya hidup yang menurut mereka!!! Masak menurut saya!!! Tapi kenyataannya…
Batas membuat mereka memutarkan segala perspektif…yang kemudian menyuruh
manusia,,,memberi batas untuk hidup orang lain. Dan itu batas mereka…
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Manusia
boleh memiliki batas…
Tapi…haruskah
manusia menuruti
Batas
standart manusia lain?
Hanya
untuk menjadi pribadi manusia….
sesungguhnya…
@Starbucks
Semarang, 21
March 2013, 11:16 PM
Ost. Rainbows and Starlight, Adhitia Sofyan
Song
note : Silly couple get separated.
PS:
How to break the chain? :(
If
it can easily break by special gold axe
May
I buy the axe?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar