3.21.2013

BATAS


Kata orang
Manusia memiliki batas
dan harus punya batas
Tapi….
Batas yang seperti apa?
          @Starbucks
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sedari tadi Kanya termenung menikmati kopi latte seperti ada sesuatu besar yang berada di fikirannya saat ini. Kanya, wanita dewasa berparas jawa diawal 23 tahun duduk sendiri di sebuah kafe kopi. Menunggu? Sepertinya tidak juga…Sengaja??? Sepertinya Iya…
Dengan baju kantor yang masih digunakan jelas dia tengah membunuh waktu, menghabiskan after hours-nya. Seorang diri? Mungkin….Karena sedari tadi tak ku lihat ia dengan ponsel atau gadget ditangannya. Yang kulihat malah dia serius membaca, itu terlihat dari kacamata yang dia kenakan dan buku filsafat, Tapi Entahlah!!! Aku hanya mengira-ngira.
‘Aku mengenalnya??’ Ah! Bukan!! Aku hanya tahu dari waitress yang menghantar pesanan cappuccino-ku. Ini kafe favoritku, jadi waitress disini sudah mengenalku baik. Gossip yang beredar sih! Kanya punya masalah!!! Bukan gosippun semua orang tahu kok, karena terlihat juga kali dengan raut wajahnya yang begitu berat tak bersemangat.
Masih menurut si waitress, Kanya bingung karena cintanya ngambang alias tergantung. Apalagi gerbang pernikahan mau tak mau dijejakinya. Ya! Kanya dan Emanuel, dua manusia yang saling jatuh cinta namun punya batas. Batas yang kemudian bernama Agama. Ya! Kanya  seorang muslim sedangkan Emanuel seorang chatolic.
Kabarnya Kanya sempat bertengkar hebat dengan orang tua-nya akan batas ini. Ibu Kanya-pun sempat mengucap sumpah serapah “Buat apa bisa berpendidikan tinggi jika tak bisa memilih yang sama!!” Tapi apa mau dikata, mereka hanya dua manusia dewasa yang bertemu pada saatnya dan saling jatuh cinta. Dua manusia yang tak hanya dimabuk asmara tapi juga yang telah berlogika dalam hidup. Sampai  kemudian mereka sadar mereka punya batas yaitu AGAMA.
-----------------------------------------Di sisi lain kafe malam itu------------------------------------------
Sepertinya malam itu penuh kejutan sekali, ternyata tidak hanya Kanya dan Emanuel saja yang punya batas. Ada 2 orang perempuan yang asyik bermasyuk di pojok kafe sebelah parking valley. Dengan tidak sungkannya mereka menikmati dunia mereka berdua.
Dunia yang kata orang lesbian. Sebagai saya? OH COME ON!!! Kalau saya ditanya soal seperti ini ya sebagai dewasa saya tidak masalah. Woman with cigarette, woman with tattoos, woman with party live, woman with alcohols and bla…bla…bla…bla… Bagi saya selama itu bukan saya ya ngapain di comment negative, di judge, di bully…. Enakkan di ajak berteman mungkin dari situ kita bisa la…la…la…la
Kembali, saya melihatnya sih gak apa-apa…risihpun tidak…karena jujur itu hidup mereka. What Life!!! Hidup yang mana? Ya… tentunya hidup yang menurut mereka!!! Masak menurut saya!!! Tapi kenyataannya… Batas membuat mereka memutarkan segala perspektif…yang kemudian menyuruh manusia,,,memberi batas untuk hidup orang lain. Dan itu batas mereka…

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Manusia boleh memiliki batas…
Tapi…haruskah manusia menuruti
Batas standart manusia lain?
Hanya untuk menjadi pribadi manusia….
sesungguhnya…
                    @Starbucks
 Semarang, 21 March 2013, 11:16 PM
Ost. Rainbows and Starlight, Adhitia Sofyan
Song note : Silly couple get separated.

PS: How to break the chain? :(
If it can easily break by special gold axe
May I buy the axe?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar