Pancaindra…
Kata orang
biologi
Jumlahnya lima
Tapi….
Buatku jumlahnya enam
@Smooth
Cappuccino
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari
ini panas terik diluar, jam istirahat kedua mulai usai. Jemima dan teman-teman
bergegas masuk kelas. Ya. Jam terakhir di hari Senin, membuat Jemima dan
teman-teman menunggu. Menunggu bapak Biologi mereka. Namanya Pak Ares, orangnya
berperawakan tinggi, gagah serta masih bujang…mungkin umurnya sama dengan kakak
Jemima yang besar, ya kira-kira 24 tahun lah.
Pak
Ares, guru muda di sekolah menengah pertama yang letaknya dekat dengan pesisir
pantai…kadang kalau terik matahari sangat menyeringai, angin lautlah yang
meredam hawa panas. Pak Ares yang muda, pintar, dan gaul dijadikan idola para
murid perempuan yang sedang beranjak dewasa itu.
Siang
ini Pak Ares akan memperkenalkan tentang Pancaindra. Kelima Panca ciptaan Tuhan
untuk manusia. Anak-anak begitu antusiasnya ingin mendengar Pak Ares bercerita
dan memperkenalkan kelima panca tersebut.
Mulailah
Pak Ares menyebutkan satu per satu kelima panca tersebut. Dengan badannya ia
memperagaakan diri bak model. Memegang kelima panca indranya, dan Jemima
beserta teman-teman memperhatikan lekat-lekat bagaimana Pak Ares
mengidentifikasi satu per satu. Pak Ares mulai menggerakkan tanganya menuju
indra penglihat yaitu mata, kemudian ia menggeserkan pada indra pendengar yaitu
telinga, merangkak lagi menuju indra pembau atau pencium yaitu hidung, kemudian
menyebutkan indra yang keempat yaitu lidah sebagai indra pengecap, dan yang
terakhir kulit sebagai indra peraba.
Kemudian
Pak Ares mulai bercerita tentang fungsi-fungsi yang dihasilkan oleh kelima
pancaindra kita. Dari fungsi utama mata untuk melihat, telinga untuk mendengar,
hidung untuk mencium, lidah untuk merasa serta kulit untuk meraba sampai ke
fungsi-fungsi kususnya.
Semua
anak seakan-akan tersihir oleh Pak Ares, dengan seksama mereka memperhatikan
setiap gerak bibir Pak Ares. Setiap catatan penting akan mereka salin
sepenuhnya di buku catatan mereka.
Tetapi, ada satu anak yang sedari tadi hanya mendengar Pak Ares dengan raut
muka bertanya-tanya. Ya. Siapalagi kalau bukan Jemima.
Jemima
itu anak yang sangat penuh penasaran dan meyakini apa pembenarannya. Jemima
meyakini bahwa manusia itu diciptakan
dengan 6 indra bukan 5. Maka, setelah Pak Ares menutup penjelasannya dan
melempar tanya kepada teman-teman, Jemima-lah yang segera ambil langkah besar
dengan tunjuk tangan tinggi-tinggi.
Jemima
menanyakan pada Pak Ares tentang indra ke 6. Kemudian Pak Ares kembali bertanya
pada Jemima seperti ini “Lalu Jemima apa yang kamu yakini tentang indra yang
ke-6?” Dengan lantang Jemima bersuara “Itu Pak, orang yang bisa melihat hal-hal
yang tidak bisa dilihat orang lain…seperti hantu, Pak! Berarti mereka Special
Dong Pak?”
“Jemima,
betul mereka itu special… benar mereka dianugrahi indra yang lebih dari
orang-orang pada umumnya… tapi pada dasarnya setiap orang itu dianugrahi indra
ke 6 dimana setiap orang bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang
lain…bukan hantu atau cerita-cerita mistis lainnya melainkan Rasa dan Firasat
dan itu adanya di hati masing-masing manusia. Entah manusia memperlakukan
keduanya seperti apa, memupuknya atau mengenyahkannya, atau bisa juga membuat
hal itu menjadi negative dan menggrogoti kebaikanmu..atau positif yang bisa
membuat kamu dewasa”
*TEtttttt…Tetttt…Tettt*
Bel Pulang Sekolah berbunyi
Pak
ares akhirnya menutup pelajarannya pada Senin siang ini….
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Enam
Angka genap
Enam
Angka Ganjil
Jika dibalik…..
@SmoothCappuccino
Semarang,
15 April 2013, 1:21 PM
Ost.
Midnight –AdhitiaSofyan-
PS: Terkadang
kalau sedang begini…
rasanya ingin pulang ke rumah…
menyepi dipeluk sang ibu
tapi sekarang rumah…
tidak seperti ketika aku pulang…
.hawanya asing dan aneh,
BTW, Kangen Mengajar Lagi!!! Selamat Pulang sekolah
Nak!! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar