Perfect…
What’s
the meaning of that word?
Perfect…
How’s
the feeling like to be?
Perfect…
Who
can be on it?
Smooth Cappuccino
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terik
siang menyeringai dalam rumah…menciptakan hawa panas disekitarnya. Ya. Siang
itu Iriana baru saja selesai mandi di siang hari meredam hawa. Iriana
merebahkan tubuhnya di lantai…menggapai dingin dan menikmati angin masuk dalam
rumah. Rumah los khas jawa, yang tak banyak sekat dan luas.
| Drawing by Yulian Eka Aditya |
Raden
Ajeng Iriana Dewiyanti. Jelas, dari namanya saja ia ketahuan berdarah biru
alias berketurunan bangsawan. Ya. Iriana lahir di keluarga bangsawan jawa.
Dulu, eyank buyutnya merupakan petinggi atau istilah kasarnya gubernur kala
itu. Sesuai hidup buyutnya, Iriana tentu dibesarkan dengan adat kejawen dan
semua keteraturan yang sudah ada sejak dulu.
Namun
sayang, ibu Iriana bukan menikah dengan darah biru. Ibu Iriana menikah dengan
seorang lelaki pribumi yang bebas dan tak paham akan kejawen itu apa. Ayah
Iriana dibesarkan dari keluarga selayaknya pribumi tinggal pada masa awal
kemerdekaan.
Dan
lahirlah Iriana dengan dua logika. Iriana dan dunianya. Ibu Iriana selalu ingin
menjadikan Iriana seperti ini dan itu…Iriana harus itu dan ini..kata Ibu Iriana
‘It’s a must!!’ tidak boleh tidak. Madsud ibu Iriana baik, karena Iriana anak
bangsawan ia juga harus hidup selayaknya anak bangsawan.
Sedangkan,
Iriana lebih cocok disebut cetakan Bapaknya yang begitu bebas…tak mau memikirkan
ini..itu…jalani saja yang di depan…dan menuntut Iriana menjadi seorang
perempuan yang bahagia apapun kondisi ia.
Sebetulnya
Iriana lelah dengan hidup seperti itu. Hidup dengan dua logika itu seperti
hidup amphibi. Seperti hidup dalam rumah yang berbeda namun harus menyesuaikan.
Begitu bingung dan ambigu seakan keafsahan dunia sesungguhnya tak bisa ditemui.
Iriana
seorang Amphibi, begitulah ia menyebutnya. Menjalani dua dunia yang kamuflase.
Iriana mencoba menciptakan sendiri dunianya. Mencoba keluar dari dunia amphibi.
Mencari dunia ia sesungguhnya. Hampir saja ia temukan.
Tapi
nyatanya siang itu tak bersahabat padanya, ia menengok kearah kamar tidur.
Didapati ibu Iriana tersedu seperti menahan tangis. Terdengar bisikan dari
dalam, ibu Iriana mengeluh mengelus dada kalau Iriana terlalu nakal akhir-akhir
ini. Terlalu tak menuruti apa katanya.
Iriana
lemas mendengarnya, lalu ia pergi ke pekarangan rumah hendak mencari bapak. Dan
apa yang di dapatinya, Iriana mendapati bapak berbicara pada ayam jagonya.
Katanya Iriana terlalu jauh berlari dan tak sadar bahwa apa yang dia kejar itu
tak pasti.
Iriana
tambah kaku mendengar itu, Iriana berbalik meninggalkan keduanya.
Dan
bertanya ‘Jadi, dimana duniaku?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perfect…
It’s
beautiful word
In
the world
But
in a world
Nobody
is perfect
But
everybody is universe
In
own world
Smooth cappuccino
Semarang,
April 2, 2013, 12:46 AM
Ost.
Kosong –Monty Tiwa-
PS: to
someone I really really love
Don’t
push everybody to be on it!!!
Because
if u push everybody,
definitely
you just living in Pandora
Tidak ada komentar:
Posting Komentar