4.02.2013

Nobody is Perfecto !!!


Perfect…
What’s the meaning of that word?
Perfect…
How’s the feeling like to be?
Perfect…
Who can be on it?
                   Smooth Cappuccino
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terik siang menyeringai dalam rumah…menciptakan hawa panas disekitarnya. Ya. Siang itu Iriana baru saja selesai mandi di siang hari meredam hawa. Iriana merebahkan tubuhnya di lantai…menggapai dingin dan menikmati angin masuk dalam rumah. Rumah los khas jawa, yang tak banyak sekat dan luas.
Drawing by Yulian Eka Aditya
Raden Ajeng Iriana Dewiyanti. Jelas, dari namanya saja ia ketahuan berdarah biru alias berketurunan bangsawan. Ya. Iriana lahir di keluarga bangsawan jawa. Dulu, eyank buyutnya merupakan petinggi atau istilah kasarnya gubernur kala itu. Sesuai hidup buyutnya, Iriana tentu dibesarkan dengan adat kejawen dan semua keteraturan yang sudah ada sejak dulu.
Namun sayang, ibu Iriana bukan menikah dengan darah biru. Ibu Iriana menikah dengan seorang lelaki pribumi yang bebas dan tak paham akan kejawen itu apa. Ayah Iriana dibesarkan dari keluarga selayaknya pribumi tinggal pada masa awal kemerdekaan.
Dan lahirlah Iriana dengan dua logika. Iriana dan dunianya. Ibu Iriana selalu ingin menjadikan Iriana seperti ini dan itu…Iriana harus itu dan ini..kata Ibu Iriana ‘It’s a must!!’ tidak boleh tidak. Madsud ibu Iriana baik, karena Iriana anak bangsawan ia juga harus hidup selayaknya anak bangsawan.
Sedangkan, Iriana lebih cocok disebut cetakan Bapaknya yang begitu bebas…tak mau memikirkan ini..itu…jalani saja yang di depan…dan menuntut Iriana menjadi seorang perempuan yang bahagia apapun kondisi ia.
Sebetulnya Iriana lelah dengan hidup seperti itu. Hidup dengan dua logika itu seperti hidup amphibi. Seperti hidup dalam rumah yang berbeda namun harus menyesuaikan. Begitu bingung dan ambigu seakan keafsahan dunia sesungguhnya tak bisa ditemui.
Iriana seorang Amphibi, begitulah ia menyebutnya. Menjalani dua dunia yang kamuflase. Iriana mencoba menciptakan sendiri dunianya. Mencoba keluar dari dunia amphibi. Mencari dunia ia sesungguhnya. Hampir saja ia temukan.
Tapi nyatanya siang itu tak bersahabat padanya, ia menengok kearah kamar tidur. Didapati ibu Iriana tersedu seperti menahan tangis. Terdengar bisikan dari dalam, ibu Iriana mengeluh mengelus dada kalau Iriana terlalu nakal akhir-akhir ini. Terlalu tak menuruti apa katanya.
Iriana lemas mendengarnya, lalu ia pergi ke pekarangan rumah hendak mencari bapak. Dan apa yang di dapatinya, Iriana mendapati bapak berbicara pada ayam jagonya. Katanya Iriana terlalu jauh berlari dan tak sadar bahwa apa yang dia kejar itu tak pasti.
Iriana tambah kaku mendengar itu, Iriana berbalik meninggalkan keduanya.
Dan bertanya ‘Jadi, dimana duniaku?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perfect…
It’s beautiful word
In the world
But in a world
Nobody is perfect
But everybody is universe
In own world
          Smooth cappuccino
Semarang, April 2, 2013, 12:46 AM
Ost. Kosong –Monty Tiwa-
PS: to someone I really really love
Don’t push everybody to be on it!!!
Because if u push everybody,
definitely you just living in Pandora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar