4.09.2013

OverLimit!!!!


Senjaku itu Merah,
Senjamu itu Biru,
Merah bercampur Biru
Itulah senja kita….
          @HansCoffee
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sore ini mendung…tak ada senja menghampiri. Café juga sepi. Tak seperti biasanya. Begitu gloomy dan sepi. Tempat ini seperti habis dikunjungi para Dementor  yang asyik berburu Serius Black. Mesin kopi sudah mulai dingin, tidak ada napoleon atau cookies lagi tersaji, meja juga banyak yang kosong. Accustic band yang rencananya nge-gigs di café malah asyikk ngobrol sama waitress cantik. Total hanya 3 orang mengisi meja costumer: aku, tukang tarot, dan cewek berambut ikal terikat.
Aku. Soal aku? Huh!! Rasanya tak butuh lah!!! Kalian kan tahu siapa aku…dan apa yang aku lakukan disini tiap sore. Tukang tarot. Itu salah satu daya tarik disini! Jadi apalagi…cerita tukang tarot kalau tidak ramal meramal. Bagaimana dengan cewek berambut ikal terikat? Ya. Dia cukup mengundang tanya buatku.
Cewek berambut ikal terikat, duduk di teras pojok café, memandang kearah luar. Aku penasaran dengan tatapannya, begitu kosong dan cemas. Seakan seperti ada yang dia tunggu untuk waktu yang singkat. Aku perkirakan dia berumur 25 tahun, usia matang untuk strataku.
Tepat sekali!!! Belum lama aku menebak…sekarang dia sudah berdiri bercium mesra dengan seorang pria mungkin umurnya juga tak jauh darinya…mungkin 30 tahun. Wajahnya sumringah sekali si pria seperti hendak menyampaikan berita bahagia pada sang cewek.
Samar-samar suara mereka terdengar olehku,
“Sayanggg, aku ada berita bagus!!!”
“Soal apa? Pernikahan?”
Si pria tersenyum lebar
“Oh Come on!!! We ever discussed it! Ini itu susah!!!”

 “Apanya yang susah? Pokoknya aku sudah atur semua…Jadwal kita di Bali.. Kita nikah disana!! Legal kok!”
“Wait!!! Siapa bilang kita nikah di Bali? Dengar kamu ngomong gitu rasanya kayak ditamparr!!!”
“Honey. Cuman itu satu-satunya cara biar kita bisa legal…. Atau kita ke Belanda, Aussie??? Mana?”
” Tapi bukan itu yang aku madsud?”
Ekspresi si pria mulai berubah…
“Lah!!! Terus yang kamu madsud gimana?”
“Bukankah ini yang kamu mau? Cuman LEGAL kan yang kamu cari?”
“Tapi ya… nggak kayak beli kacang goreng juga kan? Tinggal manggil si Abang lalu bayar lalu urusan perut selsai. Nggak sesimpel itu kan?”
“APA? Soal AGAMA lagi?”
“KAMU NGGAK NGERTII!!”
“Gak ngerti gimana? HAH? Aku tuh tahu ya kita kayak apa sama AGAMA? Aku kenal kamu sudah 5 tahun juga!!! Jadi gak usah sok-sok nyeramahin soal itu”
“KALAU DIPIKIRAN KAMU LEGAL ITU KERTAS!!! APA GUNANYA?”
“Lha trus..kamu mau legal seperti apa? Legal dimata keluarga? legal dimata orang-orang?”
“Kalau itu yang aku mau…”
Kemudian keduanya diam……
Ada apa dengan hari ini? Seakan orang-orang menjadi dingin…padahal hanya mendung diluar. Apa ini kali ya yang disebut Monday Gloomy?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Senja…
Menikmatinya itu…
Tak butuh  Merah, Biru, bahkan Ungu….
Senja…
Menikmatinya itu…
Hanya butih Satu…
Yaitu….
R.A.S.A
          @hansCoffee
Semarang, 9 April 2013, 1:12 AM
Ost. The Augusteum –Dario Marianelli-
PS: to someone who I respect more :)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar