Senjaku itu Merah,
Senjamu itu Biru,
Merah bercampur Biru
Itulah senja kita….
@HansCoffee
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sore
ini mendung…tak ada senja menghampiri. Café juga sepi. Tak seperti biasanya. Begitu
gloomy dan sepi. Tempat ini seperti habis dikunjungi para Dementor yang asyik berburu Serius Black. Mesin kopi sudah mulai
dingin, tidak ada napoleon atau cookies lagi tersaji, meja juga banyak yang
kosong. Accustic band yang rencananya nge-gigs di café malah asyikk ngobrol
sama waitress cantik. Total hanya 3 orang mengisi meja costumer: aku, tukang tarot,
dan cewek berambut ikal terikat.
Aku.
Soal aku? Huh!! Rasanya tak butuh lah!!! Kalian kan tahu siapa aku…dan apa yang
aku lakukan disini tiap sore. Tukang tarot. Itu salah satu daya tarik disini! Jadi
apalagi…cerita tukang tarot kalau tidak ramal meramal. Bagaimana dengan cewek
berambut ikal terikat? Ya. Dia cukup mengundang tanya buatku.
Cewek
berambut ikal terikat, duduk di teras pojok café, memandang kearah luar. Aku
penasaran dengan tatapannya, begitu kosong dan cemas. Seakan seperti ada yang
dia tunggu untuk waktu yang singkat. Aku perkirakan dia berumur 25 tahun, usia
matang untuk strataku.
Tepat
sekali!!! Belum lama aku menebak…sekarang dia sudah berdiri bercium mesra
dengan seorang pria mungkin umurnya juga tak jauh darinya…mungkin 30 tahun.
Wajahnya sumringah sekali si pria seperti hendak menyampaikan berita bahagia
pada sang cewek.
Samar-samar
suara mereka terdengar olehku,
“Sayanggg,
aku ada berita bagus!!!”
“Soal
apa? Pernikahan?”
Si
pria tersenyum lebar
“Oh
Come on!!! We ever discussed it! Ini itu susah!!!”
“Apanya yang susah? Pokoknya aku sudah atur
semua…Jadwal kita di Bali.. Kita nikah disana!! Legal kok!”
“Wait!!! Siapa bilang kita nikah di
Bali? Dengar kamu ngomong gitu rasanya kayak ditamparr!!!”
“Honey.
Cuman itu satu-satunya cara biar kita bisa legal…. Atau kita ke Belanda,
Aussie??? Mana?”
”
Tapi bukan itu yang aku madsud?”
Ekspresi si pria mulai
berubah…
“Lah!!!
Terus yang kamu madsud gimana?”
“Bukankah
ini yang kamu mau? Cuman LEGAL kan yang kamu cari?”
“Tapi
ya… nggak kayak beli kacang goreng juga kan? Tinggal manggil si Abang lalu
bayar lalu urusan perut selsai. Nggak sesimpel itu kan?”
“APA?
Soal AGAMA lagi?”
“KAMU
NGGAK NGERTII!!”
“Gak
ngerti gimana? HAH? Aku tuh tahu ya kita kayak apa sama AGAMA? Aku kenal kamu
sudah 5 tahun juga!!! Jadi gak usah sok-sok nyeramahin soal itu”
“KALAU
DIPIKIRAN KAMU LEGAL ITU KERTAS!!! APA GUNANYA?”
“Lha
trus..kamu mau legal seperti apa? Legal dimata keluarga? legal dimata
orang-orang?”
“Kalau
itu yang aku mau…”
Kemudian
keduanya diam……
Ada
apa dengan hari ini? Seakan orang-orang menjadi dingin…padahal hanya mendung
diluar. Apa ini kali ya yang disebut Monday Gloomy?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Senja…
Menikmatinya
itu…
Tak butuh Merah, Biru, bahkan Ungu….
Senja…
Menikmatinya
itu…
Hanya
butih Satu…
Yaitu….
R.A.S.A
@hansCoffee
Semarang,
9 April 2013, 1:12 AM
Ost.
The Augusteum –Dario Marianelli-
PS:
to someone who I respect more :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar