9.16.2013

Tamu Sore Hari

Sunset in Cristo Rei  
Sore ini aku kabur lagi, tidak tidur di rumah. Entahlah! Sejak 12 tahun yang lalu rumah membuatku asing dengan penghuninya. Mungkin aku saja yang sekarang berubah, sejak semua itu berawal…. Sejak ada hantaman keras menubruk pekarangan rumah kami. Dan saya menjadi Alien setelah itu.
Umurku sekarang sudah 22 tahun, berarti kejadian itu tepat ketika umurku 10 tahun. Anak 10 tahun yang mengidap radiasi Alien. Yah! Bisa dibilang aku ini mutan. Semenjak itu, mataku melebar… pupilku membesar….telingaku memanjang…dan aku dingin. Seakan-akan sifat manusiaku hilang perlahan.


Aku kesal terkena radiasi ini. Radiasi yang membuatku mempunyai insomnia akut setiap malam. Radiasi yang membuat nilai-nilaiku turun. Radiasi yang membuat aku membeda dari semua manusia.
Ibu bilang saya hanya dendam karena mereka. Dia bilang cara yang terbaik ya memaafkan mereka. Bapakpun setuju dengan perkataanya. Tapi, semua itu ambigu. Siapa yang harus aku maafkan? Hantaman, pekarangan rumah, atau malah aku sendiri. Anggaplah itu dendam, kenapa setiap hari aku masih mengalami mimpi buruk? Kenapa setiap malam aku melihat sinar hijau dengan suara mendengung keras? Kenapa setiap malam aku meringkuk di kolong ranjang? Itu bukan dendam, bu! Tapi trauma….
Tiba-tiba sebuah sore menyadarkanku….
Kusebut dia seorang JEDI….
Ia mirip sekari dengan Yoda di Starwars….
Dan Ia memberiku strobelight
Jedi membuka mataku akan kebaikan. Jedi membuka hatiku. Jedi membuatku tertawa serta mengingat siapa aku dulu.  Jedi perlahan-lahan menuntunku mengenal sifat-sifat manusia.  
Kemudian….
Disinilah aku mulai menata kembali…mengembalikan ingatan-ingatanku sebagai manusia. Tangan-tangan mereka menuntunku mengenal siapa kamu, dia, ia, dan mereka. Ucapan-ucapan mereka menjadi obat pendamai hati yang sering menjadi jalan keluar. Dan sesekali menikmati senja bersama…menikmati lelah… menikmati tidak ada rumah yang dituju…. menikmati tidak ada rindu selain merindu senja…di tempat berbeda….
Semarang, 16 September 2013, 8:42 PM
NP: Tormented –KMI & Widdy-
PS:  Terima Kasih sudah membuka mata saya
untuk Indonesia
Inspired: SENJA DI PANTAI CRISTO REI

Dili, Timor Leste

Tidak ada komentar:

Posting Komentar