![]() |
| Sunset in Cristo Rei |
Sore
ini aku kabur lagi, tidak tidur di rumah. Entahlah! Sejak 12 tahun yang lalu
rumah membuatku asing dengan penghuninya. Mungkin aku saja yang sekarang
berubah, sejak semua itu berawal…. Sejak ada hantaman keras menubruk pekarangan
rumah kami. Dan saya menjadi Alien setelah itu.
Umurku
sekarang sudah 22 tahun, berarti kejadian itu tepat ketika umurku 10 tahun.
Anak 10 tahun yang mengidap radiasi Alien. Yah! Bisa dibilang aku ini mutan.
Semenjak itu, mataku melebar… pupilku membesar….telingaku memanjang…dan aku
dingin. Seakan-akan sifat manusiaku hilang perlahan.
Aku
kesal terkena radiasi ini. Radiasi yang membuatku mempunyai insomnia akut
setiap malam. Radiasi yang membuat nilai-nilaiku turun. Radiasi yang membuat
aku membeda dari semua manusia.
Ibu
bilang saya hanya dendam karena mereka. Dia bilang cara yang terbaik ya
memaafkan mereka. Bapakpun setuju dengan perkataanya. Tapi, semua itu ambigu. Siapa
yang harus aku maafkan? Hantaman, pekarangan rumah, atau malah aku sendiri.
Anggaplah itu dendam, kenapa setiap hari aku masih mengalami mimpi buruk? Kenapa
setiap malam aku melihat sinar hijau dengan suara mendengung keras? Kenapa
setiap malam aku meringkuk di kolong ranjang? Itu bukan dendam, bu! Tapi trauma….
Tiba-tiba
sebuah sore menyadarkanku….
Kusebut
dia seorang JEDI….
Ia
mirip sekari dengan Yoda di Starwars….
Dan
Ia memberiku strobelight
Jedi
membuka mataku akan kebaikan. Jedi membuka hatiku. Jedi membuatku tertawa serta
mengingat siapa aku dulu. Jedi
perlahan-lahan menuntunku mengenal sifat-sifat manusia.
Kemudian….
Disinilah
aku mulai menata kembali…mengembalikan ingatan-ingatanku sebagai manusia. Tangan-tangan
mereka menuntunku mengenal siapa kamu, dia, ia, dan mereka. Ucapan-ucapan
mereka menjadi obat pendamai hati yang sering menjadi jalan keluar. Dan sesekali
menikmati senja bersama…menikmati lelah… menikmati tidak ada rumah yang dituju….
menikmati tidak ada rindu selain merindu senja…di tempat berbeda….
Semarang, 16 September 2013, 8:42 PM
NP: Tormented –KMI & Widdy-
PS: Terima
Kasih sudah membuka mata saya
untuk Indonesia
Inspired: SENJA DI PANTAI CRISTO REI
Dili, Timor Leste

Tidak ada komentar:
Posting Komentar