5.28.2014

+20th: In early 23

Gemuruh suara guntur
Memecah malam
Menjadikan hati
Berdegup redam
Dar…der…dorrr…
Seperti hati
Ketika jatuh cinta…
@PeacockCafé
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jatuh cinta itu memang berjuta rasanya…..
Tapi taukah kalian…. Ternyata jatuh cinta juga banyak  macamnya….
Eitsss!!!! Hari ini Saya nggak bakal bahas macam-macam jatuh cinta versi cabe-cabean
Atau versi 17 tahun-nan…. #catet
Kali ini saya mau bahas apa aja sih roller coaster jatuh cinta in early or late 22
----------------------------------------------
Jatuh cinta diusia 22 ?
Tidak salah?
Kan seharusnya situ sudah menikah,
dan punya satu orang anak?
---------------------------------------------------------
Yes! Itulah  yang sering di dengar dari telinga tetangga….

Tapi di keluarga saya…. means keluarga (besar) kedua orang tua saya rata-rata menikah diusia 25 bahkan 30 lebih buat yang cowok! Jadi gak aneh kan, peristiwa itu! Apalagi sekarang kebutuhan makin lama orang menilai dari tingkat ‘satisfied.’ Karena dipikir-pikir tingkat ‘satisfied’ itu juga mahal. Satu contoh, situ ‘satisfied’ karena udah bisa hamil(saya bakal juga sih!)…terus kan bakal ke dokter…teruskan makin gede….terus baju juga harus milih makin longgar lagi….dan kalau semua itu terpenuhi kan ‘satisfied’ dan itu semua kan perlu namanya penyesuaian hidup dan pilihan situ.
Sama hal-nya dengan jatuh cinta, terserah mau ngejalaninnya yang mana dengan versi apa toh pada intinya umur sekarang sudah 22 tahun. Dulu ketika kecil saya melihat ibu dan berpikir nanti ketika saya sudah dewasa saya ingin jadi seperti ibu. Muda, mandiri dan sibuk…..tapi nyatanya? Feels young sih iya tapi kalau waktu-waktu tertentu saja –red(maen). Mandiri? Saking mandirinya kadang lupa kalau bengkel itu tempatnya pria… sibuk? Sangat…. Madsudnya sangat available kalau main dan ‘mbribik’ after work….
Yes! ‘Mbribik’ kata inilah yang sering saya gunakan…mungkin masih banyak yang tak tahu artinya, tapi dikalangan anak-anak jogja sudah tak asing lagi. Mribik itu kalau saya bilang sih semacam open relationshit, bukan HTS juga bukan TTM dan bukan modus hanya saja kata lain dari PDKT tanpa komitmen…
Seru? Kadang sih iya karena kayak roller coaster hati, tapi kadang juga anjing, karena banyak sekali yang salah tangkap mengartikan menjadi PHP atau hanya main-main saja. For your information, saya kayaknya udah agak aneh jika diumur segini masih perlu pengabsahan situ pacar saya situ mantan saya. Tapi balik lagi yah! Itu sih cuman perspektif saya yang kata temen-temen terlalu ke barat-baratan ataupun terlalu jadi cewek anjing di 500 days of summer.
Tapi menurut saya sih nggak yah! Karena buat saya sih oke-oke saja kalau mau samen leven atau tinggal seatap toh banyak teman luar negeri saya yang setuju juga akan itu, soalnya kalau di luar negeri mereka sih kalau sudah komitmen  mandiri ya harus dan kudu punya tempat tinggal sendiri a.k.a apartemen yang memang harga sewanya gak murah juga. Kalau kita gak share sama teman dekat atau orang yang sama-sama ingin membangun kemandirian. Berat diongkos bro! apalagi kerjaan disana juga sama susahnya disini. Sama halnya kita lah, yang sudah bilang ke orang tua mau melepaskan diri versi ekonomi walaupun belum bener-bener 100% lah, ongkos tempat tinggal saja udah naik dari bu kost!
Dan karena memang rata-rata diumur segini wanita itu menginginkan harapan yang sebelum-sebelumnya belum diraih. Jadilah, wanita yang dulu cita-citanya ingin membangun mimpinya dari bawah… diumur segini dia ada dipertengahan…belum sukses-sukses amat sih….tapi banyak  yang kariernya sudah mulai terbangun.
Wanita yang dulunya menginginkan membangun keluarga samara, jadilah ia istri dari seseorang yang sangat ia cintai. Wanita yang dulunya mendambakan rumah dan anak, jadilah ia ibu muda yang cantik dengan bisnis rumahan yang dirintisnya.
Wanita yang dulunya suka keluar rumah dan bertemu orang-orang baru. Jadilah ia seorang interpreter yang handal, mendampingi orang-orang menyampaikan visi-misi yang terbangun lewat dunia global.
Saya wanita seperti apa?
Hahhahahahahahahahahahahahaha………………….
Sederhana kok,
Yang pasti saya nggak mau saja jatuh cinta yang asal jatuh cinta
Tidak mau Mbribik yang asal mbribik….
Tidak mau yang ‘satisfied’ tetapi tidak ada nilai  ‘satisfied’
Tapi apapun itu ya….itu pilihan situ…
kalau ada yang nyibir atau gak setuju…gak ngaruh juga kan!
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Hujan mereda
Membawa dingin dan bajir
Ada renda
Merah yang anjir
@PeacockCafe
Semarang, May 28, 2014,12:09 AM
OST. Destiny –Homogenic-
PS: Sugeng ambal warsa dumateng
abangku seorang! Semoga sehat selalu
Keep going dan tutup kuping!





2 komentar:

  1. yang ini inspirasi bgt si ga miss, tp cukup mirip lah apa yg kamu rasakan ktika tetangga, teman, tanya kapan nikah???
    udh 22 lhoo ^^, so simple but "samplokable" :D

    BalasHapus
  2. karena emang membahas percintaan di umur 22 itu rumit..... sudah mulai ada tanda petik 'bebet dan bobot' klo bibit jaman sekarang masih stereotyping g ya di Negara kita? hahahahahahaha :D

    BalasHapus