Petir menyambar
Dibawah purnama…..
Ada cemas menjalar
Perlahan…
Rintik hujan turun
Menetes seperti
Lelehan lilin …..
@Borobudur2013
---------------------------------------------------------------------------------
Namaste!
Budha!!!!!
“It is necessary to help others, not only in our prayers, but in our daily lives. If we find we cannot help others, the least we can do is to desist from harming them” Dalai Lama.
Well! Ini adalah salah satu quote yang bikin saya mengerti akan arti cinta itu sendiri. Yess! Dalai Lama. Entah sudah sejak kapan saya mengenal Dalai lama yang pasti saya respectable dengan semua agama di bumi termasuk agama hindhu-budha, toh nenek moyang kita yang tinggal di Nusantara ini sebelumnya kan memang menganut hindhu-budha.
Anyway,
disini saya tidak akan cerita tentang agama, karena agama buat saya adalah benang merah yang sama sekali tidak untuk
diperdebat. Silahkan anggap saya apa saja, namun ada hal yang perlu diingat karena
saya lahir dan tumbuh di Indonesia yang pancasila-nya berbunyi Ketuhanan Yang
Maha Esa dan motto-nya Bhineka Tunggal Ika.
Dan disini saya akan cerita…….. Riuh-nya acara
‘Waisak2013’
Sejak
teman sekolah saya memposting acara peringatan Waisak 2012, saya terkesima
dengan prosesi yang ada. Tidak hanya itu saja, ditahun-tahun itu entah kenapa
saya merasa hati saya dipenuhi rasa kecemasan. Masalah memang ada, tapi perlu
sedikit seeking out untuk memperbaikinya. Bagaimana? Dengan bertemu orang-orang
baru dan melakukan perjalanan yang kamu saja tak menduga selelah apa kakimu
berlari. Tujuan utamanya sih tetap satu ‘mendamaikan hati’ dari perspektif yang
berbeda.
Dan
saya putuskan untuk kenapa tidak pergi dan mengikuti prosesi Waisak 2013. Hari
yang ditunggu-pun datang, kami –saya dan teman-teman- berangkat ke Borobudur dengan cara
berbeda-beda ada yang sudah standby sehari sebelumnya karena mau ikut parade
para biksu saat membawa air suci dari candi Mendhut ke candi agung Borobudur ,
dan tentunya karena mereka ingin lanjut ke jogja dan penginapan sudah full book
saat itu. Ada yang rombongan pakai sepeda motor dan ketemu di titik kumpul. Dan
saya beruntung sekali saat itu masih ada tempat untuk nyempil buat nebeng.
Kami
tiba di Borobudur sore hari, mendung kala itu di Magelang ternyata pertanda kurang
baik buat acara waisak 2013 kemarin. Angin sudah berembus kencang dan rintik
hujan turun diikuti derasnya. Lah! Kok saya jadi nyalahin alam!!! Hihihihihi……
Bagi
budhisme hujan turun berkah dari alam…. Dan yang namanya berkah tidak boleh
ditolak. Saya setuju akan itu, karena Waisak 2013 kemarin bukan alam yang
merusak kesakralan tapi kita-kita yang bukan penganut budhisme yang entah
disengaja atau tidak kita kurang respect dengan umat yang sedang menjalankan.
Sorry to say, ya! tahun kemarin memang banyak yang datang dengan inappropriate cloths.
Ada yang camdit dengan tidak permisi dulu, ketika seorang budhisme berdoa. Ada
yang nyelonong menirukan sankrit dengan nada bercanda sementara ada biksu
sedang bermeditasi disebelahnya, menginjak altar, memaksa masuk, dan parahnya
saat itu Pak menteri Agama berserta bapak Gubernur turut telat untuk pembukaan.
Eits!!!
Diluar itu semua banyak sekali cerita yang seru…. yang tak boleh dilewatkan
untuk diceritakan. Mendengar para pemuka agama budha menyanyikan sankrit,
meditasi, dan melihat umat budhisme respect dengan kita, sama-sama berkumpul
entah siapa situ, apa agama situ, dari mana kamu datang, semuanya ikut serta
berjongkok ria dengan lemasnya menyalakan lilin dengan hio yang dibagikan.
Semua itu menjadi obat damai bagi jiwa.
Salah
satu pelajaran juga yang saya pelajari, lilin-lilin itu disusun menjadi ucapan
hari perayaan waisak 2013. Masing-masing lilin punya nama dan pengharapan
berbeda-beda. Ada yang menulis dengan nama huruf Indonesia, Thailand, China,
dan sebagainya. Semuanya berkumpul di satu titik di candi Agung Borobudur
dengan pengharapan masing-masing. Dan disini, pihak walubi mulai membagikan hio
untuk menyalakan masing-masing lilin. Bisa kalian bayangkan kan bagaimana
susahnya menyalakan lilin di rintiknya hujan. Namun, ternyata ada banyak tangan
yang siap terulur membantu menyalakan lilin kembali jika padam tertimpa air
hujan. Dan itu salah satu pembelajaran bagi saya, penguat jiwa saya. Karena
Jangan kuatir jika kamu merasa padam di suatu titik, percaya ada banyak penyala
yang membuatmu benderang. Dan itu bisa siapapun.
Karena
hujan yang begitu derasnya, kami memutuskan untuk keluar dari keramaian ke
araah belakang area candi. Yap! Di area Hotel Manohara, tepatnya kami berteduh
di kandang gajah! :D Mendengarkan pemuka agama menyanyikan sankrit….dan
sesekali mendengar suara gajah itu ya ngeri….apalagi kita tahu untuk kandangnya
tidak seperti kandang burung yang ada sangkarnya.
Hujanpun
mereda, dan pelepasan lampion diundur sampai hujan reda….Melihat langit kota
Magelang terhiasi oleh kerlap-kerlip lampion harapan itu amaing sekali. Dan apa
harapan saya kala itu? Hmmmmmm……………………………
Tuhan
tahulah harapan saya saat itu…..yang pada intinya hanya sederhana dan simple
kok
Hanya
meminta ‘Sehat’ dan ‘Damai’ Saja….
Well,
Backpaker-an kita musti ditutup nih! Dan penutupnya-pun sangat cantik
Dan
perjalanan kami tutup dengan melihat Sunrise di Puthuk Situmbu……….
Rona
mega langit pagi…….
Orange
bercampur biru dan abu…..
Matahari,
Gunung, dan Kabut
Merapi-Sunrise-Merbabu-Borobudur
Lukisan
yang cantik untuk bisa dikenang…. Dan dibawa pulang
Digantung
tepat diingatan para pencari damai…..
SELAMAT
MERAYAKAN WAISAK 2014 UMAT BUDHA!
Yang
mau ikut prosesi silakan!
Walaupun
panitia walubi sudah mengumumkan tidak ada pembatasan umat tetap jaga
kesakralan ya! Hormati yang beribadah!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Membawa
kaki
Naik
keatas bukit
Nafas
terengah
Sesak
tesengat dingin
Melangkah….
menatap
jauh
dan
jengah
Tak
apa jika berhenti
Namun….
Cobalah
melihat disisi kiri
Ada sang
surya
Menyapa…..
Bukan
janji yang diberi
Namun
sebuah harapan
Yang
membuatmu percaya
@PuthukSitumbu2013
Semarang, May 14, 2014,11:01 PM
Ost. Strawberry Swing –Cold Play-
PS: Terima kasih sudah memberi perjalanan yang cantik
Walaupun di tahun ini tak bisa ikut ! Purnama tetap cantik
Untuk dinikmati dengan secangkir kopi dan ngeblog
Semoga Waisak 2014 dilancarkan! :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar