5.14.2014

Backpacker: Waisak 2013: Mencari Damai di Candi Agung Borobudur

Petir menyambar
Dibawah  purnama…..
Ada cemas menjalar
Perlahan…
Rintik hujan turun
Menetes seperti
Lelehan lilin …..
                   @Borobudur2013
---------------------------------------------------------------------------------
Namaste! Budha!!!!!

“It is necessary to help others, not only in our prayers, but in our daily lives. If we find we cannot help others, the least we can do is to desist from harming them” Dalai Lama. 


Well! Ini adalah salah satu quote yang bikin saya mengerti akan arti cinta itu sendiri. Yess! Dalai Lama. Entah sudah sejak kapan saya mengenal Dalai lama yang pasti saya respectable dengan semua agama di bumi termasuk agama hindhu-budha, toh nenek moyang kita yang tinggal di Nusantara ini sebelumnya kan memang menganut hindhu-budha.
Anyway, disini saya tidak akan cerita tentang agama, karena agama buat saya adalah  benang merah yang sama sekali tidak untuk diperdebat. Silahkan anggap saya apa saja, namun ada hal yang perlu diingat karena saya lahir dan tumbuh di Indonesia yang pancasila-nya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa dan motto-nya Bhineka Tunggal Ika.
 Dan disini saya akan cerita…….. Riuh-nya acara ‘Waisak2013’
Sejak teman sekolah saya memposting acara peringatan Waisak 2012, saya terkesima dengan prosesi yang ada. Tidak hanya itu saja, ditahun-tahun itu entah kenapa saya merasa hati saya dipenuhi rasa kecemasan. Masalah memang ada, tapi perlu sedikit seeking out untuk memperbaikinya. Bagaimana? Dengan bertemu orang-orang baru dan melakukan perjalanan yang kamu saja tak menduga selelah apa kakimu berlari. Tujuan utamanya sih tetap satu ‘mendamaikan hati’ dari perspektif yang berbeda.
Dan saya putuskan untuk kenapa tidak pergi dan mengikuti prosesi Waisak 2013. Hari yang ditunggu-pun datang, kami –saya dan teman-teman-  berangkat ke Borobudur dengan cara berbeda-beda ada yang sudah standby sehari sebelumnya karena mau ikut parade para biksu saat membawa air suci dari candi Mendhut ke candi agung Borobudur , dan tentunya karena mereka ingin lanjut ke jogja dan penginapan sudah full book saat itu. Ada yang rombongan pakai sepeda motor dan ketemu di titik kumpul. Dan saya beruntung sekali saat itu masih ada tempat untuk nyempil buat nebeng.
Kami tiba di Borobudur sore hari, mendung  kala itu di Magelang ternyata pertanda kurang baik buat acara waisak 2013 kemarin. Angin sudah berembus kencang dan rintik hujan turun diikuti derasnya. Lah! Kok saya jadi nyalahin alam!!! Hihihihihi……
Bagi budhisme hujan turun berkah dari alam…. Dan yang namanya berkah tidak boleh ditolak. Saya setuju akan itu, karena Waisak 2013 kemarin bukan alam yang merusak kesakralan tapi kita-kita yang bukan penganut budhisme yang entah disengaja atau tidak kita kurang respect dengan umat yang sedang menjalankan. Sorry to say, ya! tahun kemarin memang banyak yang datang dengan inappropriate cloths. Ada yang camdit dengan tidak permisi dulu, ketika seorang budhisme berdoa. Ada yang nyelonong menirukan sankrit dengan nada bercanda sementara ada biksu sedang bermeditasi disebelahnya, menginjak altar, memaksa masuk, dan parahnya saat itu Pak menteri Agama berserta bapak Gubernur turut telat untuk pembukaan.
Eits!!! Diluar itu semua banyak sekali cerita yang seru…. yang tak boleh dilewatkan untuk diceritakan. Mendengar para pemuka agama budha menyanyikan sankrit, meditasi, dan melihat umat budhisme respect dengan kita, sama-sama berkumpul entah siapa situ, apa agama situ, dari mana kamu datang, semuanya ikut serta berjongkok ria dengan lemasnya menyalakan lilin dengan hio yang dibagikan. Semua itu menjadi obat damai bagi jiwa.
Salah satu pelajaran juga yang saya pelajari, lilin-lilin itu disusun menjadi ucapan hari perayaan waisak 2013. Masing-masing lilin punya nama dan pengharapan berbeda-beda. Ada yang menulis dengan nama huruf Indonesia, Thailand, China, dan sebagainya. Semuanya berkumpul di satu titik di candi Agung Borobudur dengan pengharapan masing-masing. Dan disini, pihak walubi mulai membagikan hio untuk menyalakan masing-masing lilin. Bisa kalian bayangkan kan bagaimana susahnya menyalakan lilin di rintiknya hujan. Namun, ternyata ada banyak tangan yang siap terulur membantu menyalakan lilin kembali jika padam tertimpa air hujan. Dan itu salah satu pembelajaran bagi saya, penguat jiwa saya. Karena Jangan kuatir jika kamu merasa padam di suatu titik, percaya ada banyak penyala yang membuatmu benderang. Dan itu bisa siapapun.
Karena hujan yang begitu derasnya, kami memutuskan untuk keluar dari keramaian ke araah belakang area candi. Yap! Di area Hotel Manohara, tepatnya kami berteduh di kandang gajah! :D Mendengarkan pemuka agama menyanyikan sankrit….dan sesekali mendengar suara gajah itu ya ngeri….apalagi kita tahu untuk kandangnya tidak seperti kandang burung yang ada sangkarnya.
Hujanpun mereda, dan pelepasan lampion diundur sampai hujan reda….Melihat langit kota Magelang terhiasi oleh kerlap-kerlip lampion harapan itu amaing sekali. Dan apa harapan saya kala itu? Hmmmmmm……………………………
Tuhan tahulah harapan saya saat itu…..yang pada intinya hanya sederhana dan simple kok
Hanya meminta ‘Sehat’ dan ‘Damai’ Saja….
Well, Backpaker-an kita musti ditutup nih! Dan penutupnya-pun sangat cantik
Dan perjalanan kami tutup dengan melihat Sunrise di Puthuk Situmbu……….

Rona mega langit pagi…….
Orange bercampur biru dan abu…..
Matahari, Gunung, dan Kabut
Merapi-Sunrise-Merbabu-Borobudur
Lukisan yang cantik untuk bisa dikenang…. Dan dibawa pulang
Digantung tepat diingatan para pencari damai…..
SELAMAT MERAYAKAN WAISAK 2014 UMAT BUDHA!
Yang mau ikut prosesi silakan!
Walaupun panitia walubi sudah mengumumkan tidak ada pembatasan umat tetap jaga kesakralan ya! Hormati yang beribadah!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Membawa kaki
Naik keatas bukit
Nafas terengah
Sesak tesengat dingin
Melangkah….
menatap jauh
dan jengah
Tak apa jika berhenti
Namun….
Cobalah melihat disisi kiri
Ada sang surya
Menyapa…..
Bukan janji yang diberi
Namun sebuah harapan
Yang membuatmu percaya
@PuthukSitumbu2013
Semarang, May 14, 2014,11:01 PM
Ost. Strawberry Swing –Cold Play-
PS: Terima kasih sudah memberi perjalanan yang cantik
Walaupun di tahun ini tak bisa ikut ! Purnama tetap cantik
Untuk dinikmati dengan secangkir kopi dan ngeblog
Semoga Waisak 2014 dilancarkan! :)













Tidak ada komentar:

Posting Komentar