Menyecap kasih
Bersandar di punggung
Sang bunda
Ada amarah
Ingin diredam sudah
dan melebur segera
@Senja pukul5, Perkebunan Teh
Pagilaran, Batang
==================================================================
Subuh.
Dan saya terbangun.
…………………………………………………………
Diam……………………..Ya! Saia
hanya diam. Menghela nafas panjang dan berdiam menekuri kota di kala subuh. Memandang
ke luar jendela dari lantai 2 rumah susun. Tertegun dengan suasana kota yang
melambat tenang. Itulah salah satu pleasure saia, sebelum saia berubah menjadi
masyarakat kota. Dimana hari ini sama saja dengan kemarin, berdandan cantik
menunggu bus kota. Berdiri dengan blus kerja yang rapi ditambah high heels Donatello.
Membawa laptop dengan menenteng beberapa files copy untuk ‘BAPAK.’
Ya! Saia seorang
sekretaris mitra kerja suatu perusahaan developer apartment. Keren sekali bukan? Saia pun terkesan dengan
posisi yang diberikan perusahaan saia. Tapi teman-teman meledek saya dengan
begini “Seorang sekretaris muda apartment kok tinggalnya di rumah susun dan pakai bus kota.
Ya minimal dapat shelter kek dari bos, tinggal di apartment dan mobil satu.”
Lucu bukan! Terkadang
benar juga omongan mereka yang tak tau aturan, Tapi hidup di kota itu tak
mudah, harus disesuaikan apalagi saia wanita single yang merantau, bukan orang
yang sok gengsi yang hidup di kota dan semua dilabelin. Maka, semua pengeluaran
harus diatur benar.
Dan hari ini ketika
saia masuk kantor, semua karyawan berdiri….
Wajahnya semua diam
memandang saia…….
Kemudian…….
Sahabat sekantor saia
menghampiri…..
Menitipkan sebuah
amplop….
Tebal dan warnanya
putih……..
Dia memeluk saia dan
menepuk pundak saia…….
“Tolong sampaikan saja
ke BAPAK” katanya lirih….
Saia mencoba menelisik
apa isi di dalamnya….
Karena YA! SAIA
sekertaris dan harus tahu dulu sebelum saia serahkan
Tapi tangannya mencegah
saia…..
Mengartikan JANGAN!
Baiklah! Maka, saia
hanya bisa membaca judulnya saja….
Dan judulnya
LOVE LETTER: KELUHAN
Seketika itu tangan
saia lemas kemudian seluruh file terjatuh berserakan. Saia amati setiap mereka.
Bukan saja bagaimana wajah mereka tapi jauh apa yang tertanam di hati mereka.
YA! Saia melihat keluhan.
===========================================================
Melihat
subuh jingga
diantara
rimbun daun
Menikmat
rasa
penuh nyaman
saat
hati menyusun
Tiga
kata ……
(Amarah,
Damai, dan Maaf)
@SebuahSubuh, Perkebunan Teh
Pagilaran.
Rembang, 14/11/2014, 10:14 PM
OST. 03.00 Ruins by Layur
PS: Terima Kasih teman-teman dan seluruh sahabat,
Yang sudah memberiku saran dan semangat.
Kebaikan kalian akan selalu tertanam dihati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar