11.14.2014

The Secretary and The employer: Love Letter


Menyecap kasih
Bersandar di punggung
Sang bunda
Ada amarah
Ingin  diredam  sudah
dan melebur segera
@Senja pukul5, Perkebunan Teh Pagilaran, Batang

==================================================================
Subuh.
Dan saya terbangun.
…………………………………………………………
Diam……………………..Ya! Saia hanya diam. Menghela nafas panjang dan berdiam menekuri kota di kala subuh. Memandang ke luar jendela dari lantai 2 rumah susun. Tertegun dengan suasana kota yang melambat tenang. Itulah salah satu pleasure saia, sebelum saia berubah menjadi masyarakat kota. Dimana hari ini sama saja dengan kemarin, berdandan cantik menunggu bus kota. Berdiri dengan blus kerja yang rapi ditambah high heels Donatello. Membawa laptop dengan menenteng beberapa files copy untuk ‘BAPAK.’

Ya! Saia seorang sekretaris mitra kerja suatu perusahaan developer apartment.  Keren sekali bukan? Saia pun terkesan dengan posisi yang diberikan perusahaan saia. Tapi teman-teman meledek saya dengan begini “Seorang sekretaris muda apartment kok  tinggalnya di rumah susun dan pakai bus kota. Ya minimal dapat shelter kek dari bos, tinggal di apartment dan mobil satu.”  
Lucu bukan! Terkadang benar juga omongan mereka yang tak tau aturan, Tapi hidup di kota itu tak mudah, harus disesuaikan apalagi saia wanita single yang merantau, bukan orang yang sok gengsi yang hidup di kota dan semua dilabelin. Maka, semua pengeluaran harus diatur benar.
Dan hari ini ketika saia masuk kantor, semua karyawan berdiri….
Wajahnya semua diam memandang saia…….
Kemudian…….
Sahabat sekantor saia menghampiri…..
Menitipkan sebuah amplop….
Tebal dan warnanya putih……..
Dia memeluk saia dan menepuk pundak saia…….
“Tolong sampaikan saja ke BAPAK” katanya lirih….
Saia mencoba menelisik apa isi di dalamnya….
Karena YA! SAIA sekertaris dan harus tahu dulu sebelum saia serahkan
Tapi tangannya mencegah saia…..
Mengartikan JANGAN!
Baiklah! Maka, saia hanya bisa membaca judulnya saja….
Dan judulnya
LOVE LETTER: KELUHAN
Seketika itu tangan saia lemas kemudian seluruh file terjatuh berserakan. Saia amati setiap mereka. Bukan saja bagaimana wajah mereka tapi jauh apa yang tertanam di hati mereka. YA! Saia melihat keluhan.
===========================================================

Melihat subuh jingga
diantara rimbun daun
Menikmat rasa
penuh  nyaman
saat hati menyusun
Tiga kata ……
(Amarah, Damai, dan Maaf)
@SebuahSubuh, Perkebunan Teh Pagilaran.

Rembang, 14/11/2014, 10:14 PM
OST. 03.00 Ruins by Layur
PS: Terima Kasih teman-teman dan seluruh sahabat,
Yang sudah memberiku saran dan semangat.
Kebaikan kalian akan selalu tertanam dihati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar