12.29.2014

Elegi Sore Hari



Menapaki tanah
selepas hujan
bertelanjang kaki
berjalan tak tentu arah
dibulan ……
Desember.
          @SelokanBelakangRumah
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


‘Apa yang pasti di Dunia ini?’

Rain in Amsterdam



Pertanyaaan itulah yang sekarang dan sampai saat ini masih dalam satu ingatan. Mungkin orang akan cepat akan menjawab dengan Matematika, Sains, atau Ilmu Pasti lainnya. Bagaimana dengan 4 x 6 atau 6 x 4? Berapa planet di antariksa? 9 atau 12 ? Masih bisa berasumsi Pasti?
Pertanyaan itulah yang akhirnya selalu mengganggu saya. Bahkan ketika tidurpun saya terkadang memikirkannya. Menjadikan banyak asumsi yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Menjadi timbul  berujung pertanyaan Bagaimana? Lalu? Mengapa? dan perasaan curiga, cemas, dan resah. Pertanyaan dan perasaan yang membuat saya buruk secara mental.
Penampilan saya yang buruk akhirnya dipergoki oleh teman-teman. Luca menghampiri saya dengan bahasa italic dia menganjurkan “Bel far niente means the beauty of doing nothing.” Ya! Tidak melakukan apa-apa. Bagaimana bisa? Apa untungnya? Luca memarahi saya  berhenti untuk bertanya dan menyarankan coba saja!
Sehari setelah itu, subuh saya sudah bangun menyiapkan makan pagi. Pelan-pelan saya menaruh memo di depan kamar tidur meninggalkan pesan untuk teman-teman satu flat saya supaya tidak mengetuk bahkan berteriak memanggil nama saya. Kutambahkan persediaan makan cukup sampai besok. Jadi, saya tidak akan turun untuk makan. Saya akhirnya menutup rapat dan mengunci kamar tidur saya seharian.
Lalu apa yang saya lakukan di dalam? Menangis? Karoke? Membaca? Menikmati music? Tidak. Seperti saran Luca, saya hanya tidak melakukan apapun. Menimbun lemak madsud anda? Hmmm…Tidak juga. Saya hanya duduk di Balkon menikmati seduhan kopi yang tetap kujaga hangatnya. Sembari melihat sekeliling dan tidak berpikir apapun.
Saya menikmati kebahagiaan. Memeluk diri saya dengan hati saya. Menciptakan kasih dan sayang untuk diri sendiri. Menyelamatkan hati saya dan mencintainya apa adanya. Mungkin bagi kalian nampak begitu Bodoh! tapi coba kalian pikir ‘Kapan terakhir kali berbicara dengan Jiwa yang didalam?’ Saya percaya hanya 1% sehari selebihnya Tuhan, orang terdekat, rekan kerja,  dan orang tua.
Perlahan pagi berganti siang, nampak dibawah balkon saya dapat mendengar riuhnya suasana jalanan Venice. Mama yang berdebat dengan tukang sayur dengan getolnya. Tanpa terasa udara menjadi dingin menciptakan warna abu diantara tembok-tembok bangunan tua Venice. Seiring titik-titik hujan jatuh membasahi jalanan dan pipi saya basah.
Entah perasaan apa yang sedang mengalir. Saya tidak memikirkan apapun namun air mata jatuh perlahan seakan ingin menghapus derita. Ya! Air mata itulah yang saya namakan Keikhlasan. Disaat itulah titik nol jiwa, seperti grafik matematika antara garis Horizontal dan Vertikal.  Pertemuan antara sumbu X dan Y dalam sistem koordinat dua dimensi. Bercermin antara badan dan jiwa. Dan itu (0,0).
Hujan mereda ketika kusadari air panas saya telah habis dan gondola-gondola menepi di sepanjang aliran sungai buatan Venice. Saya merasa energy saya kembali, bersemangat memandang positif. Tersenyum dengan tidak menghakimi. Memaafkan dengan tidak mempersalahkan. Dan merelakan dengan sebuah keikhlasan.
Maka ketika kamu berfikir……
 ‘Apa yang pasti di Dunia ini?’
“Ketidakpastian.”
 “Karena yang bisa menyelamatkanmu adalah dirimu sendiri….”
Akhirnya, saya
Berbicara pada diri saya,
Untuk tetap belajar melepas….
Dengan berusaha positif serta semangat dan niat juga tekad yang baik… tanpa berasumsi
Semua itu membawa saya pada satu simpulan
“SONO GRATA…. Saya Bersyukur.”
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mungkin….
Diluar hujan
Dingin, petir, dan deras
Percayalah….
Itu hanya kemungkinan
yang diikuti
Reda, terang, dan Pelangi

Maka bernyanyilah
Que sera.. sera…
Whatever will be will be
                        @KamarPribadi
Semarang. 29 December 2014. 05.30 PM
OST. Desember –Efek Rumah Kaca-

PS: Semoga diberi ketabahan!  

Untuk siapapun yg sedang resah

v  Demi Privasi Nama, Waktu, dan Tempat sengaja disamarkan
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar