Fajar……
Sepi dan sunyi
menyecap dingin
dalam hangatnya kamar…..
@kamarpribadi
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi. Senggang. Masih
menekuri langit abu luar jendela. Hari ini sang fajar membangunkan saya. Dengan
dingin pelan-pelan saya disapanya dengan hangat. Membangunkan saya setelah tadi
malam….. Ah! Entahlah! Saya juga kurang ngerti berapa shot yang ditenggak.
Berapapun itu…..saya tak pernah merasa sepusing ini.
Brepppppp……Brepppp…Breppp…..
Dengan sigap
saya mencari suara Breppp itu….. Saya merengkuh handphone….dan mencermatinya
dengan pasti….IBU? Sepersekian detik saya tertegun, kenapa telpon sepagi ini?Sebelum
saya angkat….. betulkan suara dulu sebelum Ibu tahu kejadian tadi malam.
“Pagi, Mom!”
Begitu sapa saya, panggilan akrab yang ibu mau.
“Eh! Kenapa suaranya
serak gitu…. Kemarin party sampai jam berapa?”
Damn! Suara parau
ini ternyata tidak bisa ditutupi
“Nggak. Cuman
mingle sama teman-teman biasa saja….nggak lebih kok!
“Alasan! Kalau Mom
sih sudah tahu ya….. tapi Pakde-mu kan belum!”
“Memang ada apa
Mom?”
“Itu loh! Saudaramu
kan mau melamar…..”
“ Nah! Pakde-mu
rencananya mau ke rumah calon menantunya.
“Pakde, biar ke
tempatmu Ya! Nanti sekalian anter! Kan kamu tahu rumahnya to?”
“Loh! Mom…..!!!!!”
“Loh! Apa?
Mingle sama teman-teman saja bisa berjam-jam kok…..”
“Pokoknya
dianter! Oh ya! itu kaleng beer… bawah ranjang dibuangin semua!”
Kleck. Tut….Tut….Tut…..
Shit! Bener-bener
ya….. nie ibu tahu segalanya.
Melamar? Berarti
erat hubungnnya dengan pernikahan, menikah, umur, dan rumah tangga. Wait! How
old am I? 23 years old. Is it still young for marriage? Hmmmmm….. Let see what
happen. Saya hidup di dua pemikiran berbeda. Which is, let see on my facebook
timelines. Jadi ada dua jenis teman dalam facebook saya yang berumur 23 tahun,
all genre. Pertama, teman yang masih single sedang menikmati
pekerjaannya dan pergi ke tempat-tempat indah penjuru dunia. Kedua, teman yang
tiap hari selalu update masalah dapur rumah tangganya. Dua-duanya punya hidup
yang sama-sama bahagia.
Lalu kita
pisahkan mereka ketika sendiri, What happen with them?
Teman saya yang
single setiap hari menyibukan
hari-harinya dengan kerja, mingle, dan travelling memutuskan untuk cuti dari
kerjanya satu hari saja, dan melakukan solo travel. Benar-benar solo, tidak
bertemu atau menyapa teman se-homstay atau sekedar basa-basi dengan orng
sekitar.
Effect-nya? Begitu posting foto….hanya tempat-tempat suram
yang berhasil dicapture
Teman yang
setiap hari laporan kegiatan anaknya yang baru bisa bilang ‘ma..’ kemudian
berdandan cantik ber-dress putih dengan sepatu high heals hitam melenggang ke
sebuah café menghadiri acara reuni sma.
Effect-nya? Ia
cemas…. Tangannya tak berhenti memencet screen handphone. Melihat paras lucu
sang anak yang ditinggal karena tak bisa ikut, berharap acara reuni SMA selesai
sesegera mungkin.
Kedua cerita itu
bukan tentang pilih memilih, tapi rasa. Ya! Rasa didalam hati.
Dan rasa itu
adalah ‘Bahagia’
Begitu juga
Pernikahan. Seharusnya, disambut oleh bahagia. Disambut seperti pertemuan
pertama. Disambut sebagai hangat pagi. Disambut sebagai dua cangkir poselin
berisi teh hangat yang dihidangkan bersama kue lapis serta empat lima batang
rokok.
JADI APA
PENDAPATMU TENTANG PERNIKAHAN?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Matahari meninggi
hangat …….
Memeluk jiwa dan batin
Memberi warna
Kuning ……
Sang bunga krisan
@kamarpribadi
Semarang, 29 Mei
2015
OST. Journey
(Dolphin Bay)
P.S: Cause it’s
along long journey….
Tidak apa-apa jika
jalannya masih panjang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar