5.02.2015

Sunduk Gunting Tatu Loro



Scars
Scars on your soul
scars on your skin;
Some on the outside
some are with in;
Some have story,
some are unwritten;
Some you can see
but most are quiet hidden;
E.P
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
            “Ndok, pilih klambi sing lengene sepertiga wae…..”
            “Lha, punapa to buk’ne?”
            “Kamu kan gek duwe tatu nang sikut…..
nek lengene cekak, tatune ketok. Ora elok dideleng”
“Tatu sing agawe Gusti….. lha punapa di delekke buk’ne?”
---------------------------------------------------------------------------------------------------

“Ndok, pilih baju yang lengannya sepertiga saja”
“Lha, kenapa buk’ne?”
“Kamu kan lagi punya bekas luka di siku lengan…..
kalau lengan bajunya pendek, bekas luka akan kelihatan. Tidak baik dilihat”
“Bekas luka yang buat Tuhan…. Lha kenapa di sembunyikan buk’ne?

Itulah sekelumit percakapan saya dengan ibu tentang bekas luka. Luka. Siapa sih yang tak pernah terluka. Laki, perempuan, tua, muda, ibu, bapak, anak, pasangan dan kamu pasti pernah terluka. Kecil, besar, membekas, atau tidak luka tetap meninggalkan cerita. Sekecil apapun pasti akan teringat bagaimana luka itu terbentuk.
Title: After the rain
Saya mempunyai bekas luka di siku lengan tangan sebelah kanan. Kenapa? It was so short story….. karena tidak hati-hati saya mental di jalan beraspal mengakibatkan beberapa bagian tubuh lecet dan terluka. Bersyukur karena hanya dua hari bedrest dan satu bulan penyembuhan. Sudahlah! It was so last year…… maybe it because I’m not good enough to ride. Biasa! Saya lebih suka naik angkot atau shelter bus ketimbang harus naik sepeda motor, yang pasti kini ada bekas luka di lengan kanan saya yang susah sekali hilang. Definitely, it was not pain but only I get a black pole skin.
Dan satu kali lagi seseorang berbisik pada saya jika orang punya luka itu harus pintar-pintar disembunyikan. Jika tidak kita akan malu dibuatnya. Benarkah? Jika iya…. Kenapa? Malu dengan siapa? Apa salahnya Luka? Lha kok, rasa-rasanya enteng sekali berucap. Teori dari mana?
Terkadang orang suka meletakkan teori seenak jidatnya sendiri ya. Saya bukan marah tapi saya membela. Gampang saja jika lukanya berada di siku lengan atau bagian tubuh lainnya yang secara harafiahnya dapat ditutupi dengan selembar kain atau bentuk apapun. Tapi, bagaimana jika luka tepat berada di hati dan mental seseorang?
Do you think it easy to pretend? I don’t think so. When you snap a scar onto heart, the scar will grow as much as yours. It will be following your mentality. Sekecil apapun luka itu, luka yang tertanam akan tinggal dan mempengaruhi. Dan untuk hal ini kamu tidak bisa menjalankan teori luka itu  harus dsembunyikan.
Tick…tock….tick….tock….dickory dock! The clock is always ticking. Jika dibiarkan bersembunyi dia akan hanya sebagai bom waktu saja. Dan pada akhirnya, merubah segala pandangan hidup karena sang luka. Till crying is useless……
I don’t want it, I want dare it……..
but, I’m not brave it……..
collecting all my brave….. it’s not easy
I know, I don’t want to be sorrow….
messy….reckless……
So, I start with happiness…..
acceptable…. calmness…. And simply to love
Till I’m ready to say it……..
If I………………………………………………………………….
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tatu
Tatu…….
Ia menyapaku …..
Sang teman
yang kini dipeluku
                   @Kunang2Merah
Semarang, 2 May 2015, 01.01 am
OST. LURUH HUJAN by Gardika GP
PS; Mencintai….Memaafkan….Menerima…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar