5.25.2015

UNDANGAN BERWARNA KREM-EMAS: REUNI



Senja…..
Dua gelatik bercicit
terbang beriring
Menyelinap…..
Berpanggut
Berdua……
          @Viens House_
Sausage and Steak Resto
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seharusnya, saya tidak datang. Seharusnya, saya tidak duduk menekuri boneka goyang depan dashboard mobil. Seharusnya, saya tidak sekencang ini menekan stir mobil menghela nafas panjang. Sudahlah! Toh, mobil sudah terparkir di area parkir café. Sebelum turun, lebih baik benarkan dulu make up. Tebalkan lipstick. Lirik kiri kanan bahu, pastikan tak ada ketombe menempel. Ganti sandal jepit dengan high heals beralas merah. Dan segeralah turun.

Bep
“Guys, sudah sampai belum…. acara di Rooftop 2nd floors ya”
Bep
“Oke, udah di parking area resto kok!”
Bep
“Agak telat ya! Si dedek tiba-tiba rewel nih gak mau ditinggal”
Bep
“Have fun ya, guys! Sorry kemaren lupa kasih kabar kalau mendadak ke Aussie”
Bep
(pesan tidak diterima karena sedang mendaki ke Rinjani)
Bep
Sisanya ----- “Oke. Otw ya”
                           ----- DISCLAMER: PECAKAPAN VIA VIRTUAL------
Done. Chat sudah dibalas. Tinggal melangkah ke tempat tujuan. Di depan café sudah menunggu waiter membuka pintu kayu café. Café bergaya klasik vintage dengan suasana yang homey serta cozy. Dengan ramah saya disambut salah seorang waiter. Menanyakan beberapa pertanyaan standart.
“Selamat Datang, Untuk berapa orang?”
“ Eeee….” Saya menyodorkan undangan
“Oh, Ya! Mrs. Viola is waiting for you….”
“Please, follow me”
Saya tak tahu kenapa sang waiter jadi berbicara dengan English-Javanese nya. Apa Viola yang memintanya? Hebat sekali ia. Pertama, saya dikejutkan oleh udangan yang tiba-tiba mampir dirumah. Undangan itu berwarna krem-emas, ada huruf timbulnya, dan beraroma wangi. Kedua, mengapa di tempat ini yang beraroma keluarga dengan suguhan lagu-lagu folks. Ketiga, berapa biaya yang ia kelurkan untuk membayar sang waiter berbicara English. Ah sudahlah! Nyatanya lift sudah terhenti dan detik akan menjawab.
“Mrs, We arrive…..”
Sang waiter menyadarkan lamunan saya
“Oh, ya! Thank you for taking me…..”
“Enjoy the party!”
Satu langkah meninggalkan lift. Berbalik merapikan gaun putih berpita ungu violet. Saya melangkah pelan menelisik, mengintip sebelum menyapa mereka. Tiba-tiba, seseorang dari arah belakang menyenggol bahu saya yang sepersekian derajat miring membungkuk. Saya melihatnya berlalu begitu saja tanpa maaf. Melihat sang punggung berbalut tuxedo hitam. Mengecup pipi sang punya acara.
“Hai! Shmily……”
Dengan riangnya Viola melambaikan tangannya menyapa saya. Dan yang terjadi, pemilik punggung berbalut tuxedo spontan menengok kearah belakang. Saya yang masih berposisi sedikit membungkuk akhirnya kikuk. Sesegera mungkin membetulkan tubuh dan berjalan pelan menghampiri Viola.
“Hai Vi…… Wow!”
saya megangkat tangan memutar mata sekeliling dan berdecak kagum
“Ah! Biasa….. cuman kecil-kecilan. Untuk teman semasa perjuangan apa sih yang nggak!”
“Ini…tuh! Beautiful! Meja-kursinya aja dikasih ornament bunga”
“Ah! Sudahlah! Ini bisa-bisanya orang décor aja! How’s life?”
“As usual busy but great!”
“ehemmmmm…. May I interrupt?”
Suara deheman pemilik punggung berbalut tuxedo menyadarkan kami.
“Oh ya, Shmily. Gimana sih! Ngomong nama lo yg proper”
“Udah Mily aja”
“Oh ya, Mily ini Enrico. Enrico ini Mily”

Sesimpel itu kami dikenalkan.

And the stories goes till today……..
 It has been 3 years since we met
Officially, 2 years and 7 months we are going on date…..
No more drama and we’re mature……
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Senja…….
berganti cepat
kelap-kelip kota
satu persatu berpendar
riuh seperti dua gelatik
@Viens House_
Sausage and Steak Resto
Semarang, 25 May 2015, 02:00 AM
OST. STAR IN US –GARDIKA GP-
PS: Hanya Single observer,
 nantinya 5 tahun lagi kalau kita  gimana ya?
reuni yang bagaimana?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar