Senja…..
Dua
gelatik bercicit
terbang
beriring
Menyelinap…..
Berpanggut
Berdua……
@Viens House_
Sausage and Steak Resto
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
![]() |
Seharusnya, saya
tidak datang. Seharusnya, saya tidak duduk menekuri boneka goyang depan
dashboard mobil. Seharusnya, saya tidak sekencang ini menekan stir mobil menghela
nafas panjang. Sudahlah! Toh, mobil sudah terparkir di area parkir café. Sebelum
turun, lebih baik benarkan dulu make up. Tebalkan lipstick. Lirik kiri kanan
bahu, pastikan tak ada ketombe menempel. Ganti sandal jepit dengan high heals
beralas merah. Dan segeralah turun.
Bep
“Guys,
sudah sampai belum…. acara di Rooftop 2nd floors ya”
Bep
“Oke,
udah di parking area resto kok!”
Bep
“Agak
telat ya! Si dedek tiba-tiba rewel nih gak mau ditinggal”
Bep
“Have
fun ya, guys! Sorry kemaren lupa kasih kabar kalau mendadak ke Aussie”
Bep
(pesan
tidak diterima karena sedang mendaki ke Rinjani)
Bep
Sisanya
----- “Oke. Otw ya”
----- DISCLAMER:
PECAKAPAN VIA VIRTUAL------
Done. Chat sudah
dibalas. Tinggal melangkah ke tempat tujuan. Di depan café sudah menunggu
waiter membuka pintu kayu café. Café bergaya klasik vintage dengan suasana yang
homey serta cozy. Dengan ramah saya disambut salah seorang waiter. Menanyakan
beberapa pertanyaan standart.
“Selamat Datang,
Untuk berapa orang?”
“ Eeee….” Saya menyodorkan
undangan
“Oh, Ya! Mrs. Viola
is waiting for you….”
“Please, follow
me”
Saya tak tahu
kenapa sang waiter jadi berbicara dengan English-Javanese nya. Apa Viola yang
memintanya? Hebat sekali ia. Pertama, saya dikejutkan oleh udangan yang
tiba-tiba mampir dirumah. Undangan itu berwarna krem-emas, ada huruf timbulnya,
dan beraroma wangi. Kedua, mengapa di tempat ini yang beraroma keluarga dengan
suguhan lagu-lagu folks. Ketiga, berapa biaya yang ia kelurkan untuk membayar
sang waiter berbicara English. Ah sudahlah! Nyatanya lift sudah terhenti dan
detik akan menjawab.
“Mrs, We arrive…..”
Sang waiter menyadarkan
lamunan saya
“Oh, ya! Thank
you for taking me…..”
“Enjoy the
party!”
Satu langkah
meninggalkan lift. Berbalik merapikan gaun putih berpita ungu violet. Saya melangkah
pelan menelisik, mengintip sebelum menyapa mereka. Tiba-tiba, seseorang dari
arah belakang menyenggol bahu saya yang sepersekian derajat miring membungkuk. Saya
melihatnya berlalu begitu saja tanpa maaf. Melihat sang punggung berbalut
tuxedo hitam. Mengecup pipi sang punya acara.
“Hai! Shmily……”
Dengan riangnya
Viola melambaikan tangannya menyapa saya. Dan yang terjadi, pemilik punggung
berbalut tuxedo spontan menengok kearah belakang. Saya yang masih berposisi
sedikit membungkuk akhirnya kikuk. Sesegera mungkin membetulkan tubuh dan
berjalan pelan menghampiri Viola.
“Hai Vi…… Wow!”
saya megangkat
tangan memutar mata sekeliling dan berdecak kagum
“Ah! Biasa….. cuman
kecil-kecilan. Untuk teman semasa perjuangan apa sih yang nggak!”
“Ini…tuh! Beautiful!
Meja-kursinya aja dikasih ornament bunga”
“Ah! Sudahlah! Ini
bisa-bisanya orang décor aja! How’s life?”
“As usual busy
but great!”
“ehemmmmm…. May
I interrupt?”
Suara deheman
pemilik punggung berbalut tuxedo menyadarkan kami.
“Oh ya, Shmily.
Gimana sih! Ngomong nama lo yg proper”
“Udah Mily aja”
“Oh ya, Mily ini
Enrico. Enrico ini Mily”
Sesimpel itu
kami dikenalkan.
And the stories goes till today……..
It has been 3 years since we met
Officially, 2 years and 7 months we
are going on date…..
No more drama and we’re mature……
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Senja…….
berganti cepat
kelap-kelip kota
satu persatu berpendar
riuh seperti dua gelatik
@Viens House_
Sausage and Steak Resto
Semarang,
25 May 2015, 02:00 AM
OST.
STAR IN US –GARDIKA GP-
PS: Hanya Single observer,
nantinya 5 tahun lagi kalau kita gimana ya?
reuni yang bagaimana?
nantinya 5 tahun lagi kalau kita gimana ya?
reuni yang bagaimana?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar