1.21.2016

Sebagai Kawan : Love is simply

“Don’t walk in front of me…. I may not follow. Don’t walk behind me…I may not lead. Walk beside me…just be my friend”
     -Albert Camus-



Seperti itulah, sepenggal quote dari seorang penulis, filosofi, dan jurnalis asal prancis penerima nobel sastra, Albert Camus. Teman. Banyak orang yang selalu mempertanyakan apa sih arti teman? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, teman adalah orang yang bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap). Dan manusia adalah seorang makluk sosial yang pasti butuh lawan bicara. Tapi, pernahkah kamu berfikir apa arti teman sesungguhnya?
Shit! Sudah lima menit saya terpekur mencari jawabnya. Katakanlah saya orang yang paling hiperbol sedunia. Seakan-akan saya bisa menjawabnya. Apa yang kamu harapkan pada jawaban saya? Bahwa teman adalah keluarga. Kamu yakin? Teman adalah orang yang tidak bisa menghiyanati. Kamu yakin? Teman adalah orang yang setiap hari ada. Kamu yakin? Nyatanya, saya tidak bisa mengartikan teman secara hiperbol.
Jika sempurna yang kalian artikan sebagai segala Sesuatu yang indah dan tak dapat dijelaskan bahkan dilukiskan secara hiperbol, maka pertemanan saya rasanya jauh dari sempurna. Pertemanan kami hanya sederhana. Berawal dari hal sederhana. Bukan bertemu di starbuck atau tempat nongkrong super hits tapi semua ini berawal dari tenda nasi goreng. Untuk orang Indonesia itu hal yang sederhana bukan!
Tuhan mempertemukan kami sangat sederhana. Dari kesederhanaan itu kami belajar mengenal satu sama lainnya. Belajar sebagai makluk sosial yang ingin dimengerti. Banyak sekali kejadian yang membuat kami terkadang marah, menyinggung, iri, membicarakan dibelakang, menghindar, bahkan menjadikan rasa saling tidak percaya. Walaupun seperti itu, banyak juga kejadian yang membuat kami saling memaafkan, mendengar, mengingatkan, melupakan, dan percaya.
Di umur ke-6 dalam pertemanan kami, Tuhan memberi satu hadiah kembali pada kami. Hadiah yang sangat cantik untuk kami. Suatu sore menjelang magrib diantara hutan belukar jati daerah Blora. Salah satu teman kami mendapat satu cobaan. Saya tidak akan cerita bagaimana itu terjadi, karena jujur sampai sekarang saya masih trauma dan terkadang masih terbawa kedalam mimpi dengan begitu banyak darah yang saya lihat. Intinya, Tuhan memberi kami hadiah dimana membuat kami semua  panik, tegar, sabar, loyal, bahkan berfikiran mistik. HAHAHAHAHAHAHA……
Sekali lagi, saya bersyukur bertemu mereka. Bersyukur bisa belajar  dari mereka. Bersyukur bisa tertawa, menangis, marah, berkeluh kesah. Bersyukur bisa menjadi diri sendiri untuk mereka. Bersyukur menentukan pilihan hidup tanpa judgmental dari mereka. Bersyukur terus disupport apapun bentuknya. Bersyukur dan bersyukur…. Walaupun tidak selalu ber-bbm-an bahkan group chat saja gak pernah ada isinya! Hahahaha…

Tapi…
Ketika kami berkumpul….
Rasanya enggan untuk meninggalkan tempat
Apa aja jadi bahasan….
Dari mulai bagaiman kenal, marahan, dan sampai hal-hal yang non sense

Teruslah seperti ini teman!

If someday we far away….
and  someone make an mistakes
Don’t betray your friend
Don’t think negatively

Just think how we became a friend  
How we past our stumbled down
How we made a laugh
How we reached our dreams
Who was take care of u when u sick
Who was listen you when you cried aloud
Who rent your money when there was no money
         
          Because love is simply…….

PS: Jika kamu jadi kepikiran teman. Apa salahnya, say hello to them!
      Asal jangan nyanyi Hello-nya Adele ya! Kalau itu keinget mantan
      namanya! Hahahaha…. Selamat Malam! Selamat Beristirahat!

Semarang, 21 -01-2016. 23:19 p.m
NP: Sebagai Kawan –Banda Neira-









Tidak ada komentar:

Posting Komentar