“Don’t walk in front of me…. I may not follow. Don’t walk
behind me…I may not lead. Walk beside me…just be my friend”
-Albert Camus-
Seperti itulah, sepenggal quote dari seorang
penulis, filosofi, dan jurnalis asal prancis penerima nobel sastra, Albert
Camus. Teman. Banyak orang yang selalu mempertanyakan apa sih arti teman?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, teman adalah orang yang bersama-sama
bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap). Dan manusia adalah seorang
makluk sosial yang pasti butuh lawan bicara. Tapi, pernahkah kamu berfikir apa
arti teman sesungguhnya?
Shit! Sudah lima menit saya terpekur
mencari jawabnya. Katakanlah saya orang yang paling hiperbol sedunia. Seakan-akan
saya bisa menjawabnya. Apa yang kamu harapkan pada jawaban saya? Bahwa teman
adalah keluarga. Kamu yakin? Teman adalah orang yang tidak bisa menghiyanati. Kamu
yakin? Teman adalah orang yang setiap hari ada. Kamu yakin? Nyatanya, saya
tidak bisa mengartikan teman secara hiperbol.
Jika sempurna yang kalian artikan sebagai
segala Sesuatu yang indah dan tak dapat dijelaskan bahkan dilukiskan secara
hiperbol, maka pertemanan saya rasanya jauh dari sempurna. Pertemanan kami hanya
sederhana. Berawal dari hal sederhana. Bukan bertemu di starbuck atau tempat
nongkrong super hits tapi semua ini berawal dari tenda nasi goreng. Untuk orang
Indonesia itu hal yang sederhana bukan!
Tuhan mempertemukan kami sangat
sederhana. Dari kesederhanaan itu kami belajar mengenal satu sama lainnya. Belajar
sebagai makluk sosial yang ingin dimengerti. Banyak sekali kejadian yang
membuat kami terkadang marah, menyinggung, iri, membicarakan dibelakang,
menghindar, bahkan menjadikan rasa saling tidak percaya. Walaupun seperti itu,
banyak juga kejadian yang membuat kami saling memaafkan, mendengar,
mengingatkan, melupakan, dan percaya.
Di umur ke-6 dalam pertemanan kami,
Tuhan memberi satu hadiah kembali pada kami. Hadiah yang sangat cantik untuk
kami. Suatu sore menjelang magrib diantara hutan belukar jati daerah Blora.
Salah satu teman kami mendapat satu cobaan. Saya tidak akan cerita bagaimana
itu terjadi, karena jujur sampai sekarang saya masih trauma dan terkadang masih
terbawa kedalam mimpi dengan begitu banyak darah yang saya lihat. Intinya,
Tuhan memberi kami hadiah dimana membuat kami semua panik, tegar, sabar, loyal, bahkan berfikiran
mistik. HAHAHAHAHAHAHA……
Sekali lagi, saya bersyukur bertemu mereka.
Bersyukur bisa belajar dari mereka.
Bersyukur bisa tertawa, menangis, marah, berkeluh kesah. Bersyukur bisa menjadi
diri sendiri untuk mereka. Bersyukur menentukan pilihan hidup tanpa judgmental
dari mereka. Bersyukur terus disupport apapun bentuknya. Bersyukur dan
bersyukur…. Walaupun tidak selalu ber-bbm-an bahkan group chat saja gak pernah
ada isinya! Hahahaha…
Tapi…
Ketika kami berkumpul….
Rasanya enggan untuk meninggalkan tempat
Apa aja jadi bahasan….
Dari mulai bagaiman kenal, marahan, dan sampai
hal-hal yang non sense
Teruslah seperti ini teman!
If someday we far away….
and someone make an mistakes
Don’t betray your friend
Don’t think negatively
Just think how we became a friend
How we past our stumbled down
How we made a laugh
How we reached our dreams
Who was take care of u when u sick
Who was listen you when you cried aloud
Who rent your money when there was no
money
Because love is simply…….
PS:
Jika kamu jadi kepikiran teman. Apa salahnya, say hello to them!
Asal jangan nyanyi Hello-nya Adele ya!
Kalau itu keinget mantan
namanya! Hahahaha…. Selamat Malam!
Selamat Beristirahat!
Semarang, 21 -01-2016. 23:19 p.m
NP: Sebagai Kawan –Banda Neira-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar