3.29.2014

INTANGIBLE: Warisan Budaya Tak Bendawi (CINTA)


Daun jatuh
Bergelayut rendah
diatas dahan kokoh
Dalam pelan
Ia terhembus angin
Mendayu jatuh ke hilir parit
Menimpa diandrum lekat
                   KUNANG2_MERAH
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#Note:  Perhatian! Sebelum kalian baca ini, perlu diperhatikan dulu kalau saya  tidak bermadsut Promo atau apapun yang akan kalian labelin. Trully in my heart, I want to share it as intangible!
Selamat Datang!

Apa sih Intangible itu? Ada yang tahu gak…. Kalau di google translate sih artinya ‘tak bendawi’. Betul! Memang saya mau bahas apa ya, sampai ngasih judul se-skeptis inieh. Oke. Let’s back to maybe 3 months ago! No! I means along even after 3 centuries ago, dimana nusantara masih berupa tanah perdikan dengan raja-raja yang memimpin megahnya kerajaan mereka. Salah satunya kerajaan “Mataram.” Secara spesifik saya gak akan bahas “Mataram” tapi  sebagai orang yang lahir di tanah Jawa, kerajaan inilah yang menjadi janji GKR Kidul untuk dilindungi bahkan sampai sekarang dimana “Mataram” pecah menjadi 4 yaitu, Kasunanan Solo, Kasultanan Ngayogyakarta, Kadipaten Pakualaman dan Kadipaten Mangkunegaran.
IH ! KOK BAHASANNYA KOK GITU! GAK MAKE SENSE NIH! GILA YA KAU! GAK LOGIC!


The way to labyrinth 
Emang sih beberapa orang dan termasuk saya dulu gitu, kesentil tagline “GKR Kidul” langsung ngomongnya nyerempet ke hal-hal klenik dan abstrak. Padahal abstrak itu kan juga bagian dari nyawa tapi gak kelihatan aja. Dan kalau kita bisa puter ulang balik sejarah Nusantara ini kan pada dasarnya hindhu-budha, ya gak salah jika sampai sekarang masih banyak budaya kita yang masih berunsur hindhu-budha yang gak sama dengan India. Contohnya, gamelan dan tari yang mana merupakan seni tapi magis untuk pemujaan dewa-dewi.
Kenapa sih tiba-tiba nge-blog kayak beginian? Pengen aja! Hahahahahaha :D
Nggak, kok.
Karena museum Ullen Sentalu yang begitu megah?
Bisa dibilang begitu sih! Cuman…..hmmmmm
Dibalik itu saya pengen bilang, sayang banget kalau warisan budaya “INTANGIBLE” kita udah pelan-pelan gak tahu kemana arahnya. Memang, semua orang di Indonesia ini bukan hanya Jawa saja, namun semua orang di Indonesia ini ya orang Indonesia. Tapi kok????? Hehehehe…..
Balik lagi nih soal menyoal budaya “INTANGIBLE” atau budaya tak bendawi. Apaan sih? Ya, budaya yang tanpa kita sadari melekat menjadi rasa di diri kita. Contohnya? Banyak sekali! Salah satunya sopan santun, sikap, tata karma, tindak dan tanduk serta masih banyak lagi yang sebenarnya sadar atau tidak, sudah melekat di diri kita.
Selasar  & Sasana 
Tapi? Saya pribadi aja suka nggak NGEH dengan apa yang moyang saya ajarkan! Tentang makna dan rasa yang ada disetiap warisan, sampai pada akhirnya saya diajak piknik ke sebuah museum bernama Ullen Sentalu. 7 km persis dibawah kaki gunung Merapi, dimana jika pagi buta merapi sangat cantik dipandang dari kejauhan. Sedangkan jika sore tiba, dingin akan menusuk dan kabut mulai turun kebawah.
little note
Cinta dan kasih sayang. Itulah highline saya untuk tempat ini. Mengajarkan cinta dan kasih sayang untuk rakyat, nusantara, ibu suri, putri-pangeran, ratu-raja-selir, sahabat serta makna-makna cinta sejati sebagai perempuan, istri, dan ibu untuk suami dan pernikahan serta rumah tangga. Mengenal makna disetiap dandanan Paes ageng dan batik mana saja yang bisa saya gunakan untuk menikah, sakit, atau terlihat sederhana.
Ternyata tanpa saya sadari, saya belajar banyak bagaimana “MEMANUSIAKAN MANUSIA.” Bukan hanya sebagai makhluk fisik namun juga makhluk bernyawa yang punya cinta serta kasih. Tapi kok  REALITY IS BITCH! YA! Karena masih ada tuh ngakunya orang Indonesia, tapi kok ‘IGNORANT’ Ya! itu Indonesia sebelah mane? Kalau di bilang orang luar negeri, gak juga tuh! Malah faktanya orang luar negeri lebih polite!
Sorry to say kalau disini saya mau nyinyir, tapi ya gimana! Perlu nih dikasih contoh? Rasanya sih gak perlu ya! kalian bisa nilai sendiri lah! Tapi kalau buat saya, IGNORANT itu ya bicara kasar atau terkesan nyuruh-nyuruh menganggap level yang disuruh lebih rendah, nyerobot antrian, nyinyirin si A si B, disrespectable, bawa mobil/motor ugal-ugalan padahal jam pulang kerja, dan banyak lagi.
Saya ngomong begini bukan berarti saya sama sekali gak pernah do that shit!
Makanya saya ngomong begini juga sebagai koreksi untuk diri sendiri….
Apakah sudah “MEMANUSIAKAN MANUSIA” atau malah cenderung “IGNORANT” ?
SALAM
Selamat Nyepi bagi yang merayakan, yang tidak tetap hormati sekitar yah……..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dibawah kaki Merapi
kupandang kau cantik
kabut menyelimut dingin
menyeduh kopi
berpesan pada Tuhan
(…………TITIK………………)
                   Kunang2_Merah
Semarang, March 28, 2014, 11:53 PM
OST. Senja Berganti –Homonic-

PS: (Secret Conversation)  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar