Daun jatuh
Bergelayut rendah
diatas dahan kokoh
Dalam pelan
Ia terhembus angin
Mendayu jatuh ke hilir parit
Menimpa diandrum lekat
KUNANG2_MERAH
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#Note: Perhatian! Sebelum kalian baca ini, perlu
diperhatikan dulu kalau saya tidak
bermadsut Promo atau apapun yang akan kalian labelin. Trully in my heart, I
want to share it as intangible!
![]() |
| Selamat Datang! |
Apa sih Intangible itu?
Ada yang tahu gak…. Kalau di google translate sih artinya ‘tak bendawi’. Betul!
Memang saya mau bahas apa ya, sampai ngasih judul se-skeptis inieh. Oke. Let’s
back to maybe 3 months ago! No! I means along even after 3 centuries ago, dimana
nusantara masih berupa tanah perdikan dengan raja-raja yang memimpin megahnya kerajaan
mereka. Salah satunya kerajaan “Mataram.” Secara spesifik saya gak akan bahas “Mataram”
tapi sebagai orang yang lahir di tanah
Jawa, kerajaan inilah yang menjadi janji GKR Kidul untuk dilindungi bahkan
sampai sekarang dimana “Mataram” pecah menjadi 4 yaitu, Kasunanan Solo,
Kasultanan Ngayogyakarta, Kadipaten Pakualaman dan Kadipaten Mangkunegaran.
![]() |
| The way to labyrinth |
Kenapa sih tiba-tiba
nge-blog kayak beginian? Pengen aja! Hahahahahaha :D
Nggak, kok.
Karena museum Ullen
Sentalu yang begitu megah?
Bisa dibilang begitu
sih! Cuman…..hmmmmm
Dibalik itu saya pengen
bilang, sayang banget kalau warisan budaya “INTANGIBLE” kita udah pelan-pelan
gak tahu kemana arahnya. Memang, semua orang di Indonesia ini bukan hanya Jawa
saja, namun semua orang di Indonesia ini ya orang Indonesia. Tapi kok????? Hehehehe…..
Balik lagi nih soal
menyoal budaya “INTANGIBLE” atau budaya tak bendawi. Apaan sih? Ya, budaya yang
tanpa kita sadari melekat menjadi rasa di diri kita. Contohnya? Banyak sekali! Salah
satunya sopan santun, sikap, tata karma, tindak dan tanduk serta masih banyak
lagi yang sebenarnya sadar atau tidak, sudah melekat di diri kita.
![]() |
| Selasar & Sasana |
![]() |
| little note |
Cinta dan kasih sayang.
Itulah highline saya untuk tempat ini. Mengajarkan cinta dan kasih sayang untuk
rakyat, nusantara, ibu suri, putri-pangeran, ratu-raja-selir, sahabat serta
makna-makna cinta sejati sebagai perempuan, istri, dan ibu untuk suami dan
pernikahan serta rumah tangga. Mengenal makna disetiap dandanan Paes ageng dan
batik mana saja yang bisa saya gunakan untuk menikah, sakit, atau terlihat
sederhana.
Ternyata tanpa saya
sadari, saya belajar banyak bagaimana “MEMANUSIAKAN MANUSIA.” Bukan hanya
sebagai makhluk fisik namun juga makhluk bernyawa yang punya cinta serta kasih.
Tapi kok REALITY IS BITCH! YA! Karena
masih ada tuh ngakunya orang Indonesia, tapi kok ‘IGNORANT’ Ya! itu Indonesia
sebelah mane? Kalau di bilang orang luar negeri, gak juga tuh! Malah faktanya
orang luar negeri lebih polite!
Sorry to say kalau
disini saya mau nyinyir, tapi ya gimana! Perlu nih dikasih contoh? Rasanya sih
gak perlu ya! kalian bisa nilai sendiri lah! Tapi kalau buat saya, IGNORANT itu
ya bicara kasar atau terkesan nyuruh-nyuruh menganggap level yang disuruh lebih
rendah, nyerobot antrian, nyinyirin si A si B, disrespectable, bawa mobil/motor
ugal-ugalan padahal jam pulang kerja, dan banyak lagi.
Saya ngomong begini
bukan berarti saya sama sekali gak pernah do that shit!
Makanya saya ngomong
begini juga sebagai koreksi untuk diri sendiri….
Apakah sudah “MEMANUSIAKAN
MANUSIA” atau malah cenderung “IGNORANT” ?
SALAM
Selamat Nyepi bagi yang merayakan, yang
tidak tetap hormati sekitar yah……..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dibawah
kaki Merapi
kupandang
kau cantik
kabut
menyelimut dingin
menyeduh
kopi
berpesan
pada Tuhan
(…………TITIK………………)
Kunang2_Merah
Semarang, March 28,
2014, 11:53 PM
OST. Senja Berganti –Homonic-
PS: (Secret
Conversation)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar